KAI Daop 7 Madiun Ajak Pelajar Jauhi Vandalisme, Aktif Jaga Keselamatan Perjalanan Kereta Api

Kamis, 29 Januari 2026 | 11:37:58 WIB
KAI Daop 7 Madiun Ajak Pelajar Jauhi Vandalisme, Aktif Jaga Keselamatan Perjalanan Kereta Api

JAKARTA - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 7 Madiun terus memperkuat komitmennya dalam menciptakan perjalanan kereta api yang aman, lancar, dan terbebas dari gangguan eksternal.

Salah satu upaya preventif yang dilakukan adalah dengan menyasar generasi muda melalui kegiatan Sosialisasi Keselamatan dan Keamanan Perjalanan Kereta Api.

Kegiatan tersebut digelar di SMP Negeri 6 Nganjuk, Rabu (28 Januari 2026), dan diikuti oleh sekitar 750 siswa. Sosialisasi ini bertujuan menanamkan kesadaran sejak dini tentang pentingnya menjaga keselamatan perjalanan kereta api serta menjauhi tindakan vandalisme yang dapat membahayakan banyak pihak.

Manager Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, mengatakan bahwa pelajar memiliki peran strategis sebagai agen perubahan di lingkungan keluarga dan masyarakat.

“Edukasi kepada pelajar sangat penting karena mereka dapat menjadi perpanjangan tangan dalam menyebarkan budaya keselamatan. Kami ingin menumbuhkan rasa memiliki terhadap fasilitas publik, khususnya perkeretaapian,” ujar Tohari.

Ia menegaskan, berbagai tindakan yang kerap dianggap sepele di sekitar jalur kereta api justru berpotensi menimbulkan dampak besar terhadap keselamatan perjalanan.

“Melalui sosialisasi ini, kami berharap para siswa memahami bahwa aktivitas apa pun di jalur KA, sekecil apa pun, dapat berisiko terhadap keselamatan nyawa orang banyak,” tambahnya.

Edukasi Bahaya Aktivitas di Jalur KA

Dalam kegiatan tersebut, KAI Daop 7 Madiun menyampaikan materi mengenai transformasi dan inovasi layanan perkeretaapian yang terus dilakukan perusahaan. Selain itu, para pelajar juga diberikan pemahaman mengenai berbagai larangan beraktivitas di jalur kereta api.

Larangan tersebut meliputi bermain atau berfoto selfie di sekitar rel, menerbangkan layang-layang di area jalur KA, hingga meletakkan benda asing di atas rel. Seluruh aktivitas tersebut dinilai sangat berbahaya dan dapat mengganggu operasional serta keselamatan perjalanan kereta api.

Tak hanya itu, siswa juga diedukasi mengenai bahaya vandalisme, seperti aksi pelemparan kereta api, coret-coret fasilitas, dan perusakan sarana perkeretaapian lainnya. Tindakan vandalisme tersebut tidak hanya merugikan perusahaan, tetapi juga mengancam keselamatan penumpang dan petugas.

Bangun Budaya Keselamatan Sejak Dini

Sebagai wujud komitmen bersama, kegiatan sosialisasi tersebut ditutup dengan pembacaan Janji Komitmen Siswa. Para pelajar berikrar untuk tidak melakukan vandalisme serta bersedia berperan aktif dalam menjaga keselamatan dan keamanan perjalanan kereta api di lingkungan masing-masing.

KAI Daop 7 Madiun berharap, melalui sinergi dengan institusi pendidikan, dapat tercipta budaya disiplin dan kepedulian terhadap keselamatan transportasi publik.

“Keselamatan perjalanan kereta api bukan hanya tanggung jawab KAI semata, tetapi merupakan tanggung jawab kita bersama. Dengan keterlibatan pelajar, kami optimistis budaya keselamatan dapat tumbuh lebih kuat di masyarakat,” pungkas Tohari.

Terkini