JAKARTA - Kenaikan harga emas yang terus mencetak rekor membuat logam mulia ini semakin sulit dijangkau sebagai instrumen investasi baru.
Harga yang hampir menyentuh Rp3 juta per gram mendorong investor, khususnya pemula, untuk mempertimbangkan pilihan investasi lain yang dinilai lebih terjangkau namun tetap memiliki potensi imbal hasil.
Pada Rabu, 28 Januari 2026, harga emas batangan Antam di Butik Antam tercatat sebesar Rp2.968.000 per gram. Angka tersebut naik Rp52 ribu dibandingkan harga sebelumnya. Tak hanya itu, harga buyback atau jual kembali emas Antam juga mengalami kenaikan Rp50 ribu menjadi Rp2.799.000 per gram.
Kenaikan harga emas juga terjadi pada produk lainnya. Berdasarkan data Sahabat Pegadaian, harga emas Galeri24 berada di level Rp3.068.000 per gram. Sementara emas UBS tercatat lebih tinggi lagi, yakni Rp3.136.000 per gram. Lonjakan harga ini mencerminkan tingginya permintaan sekaligus menjadikan emas semakin mahal untuk dijadikan titik awal investasi.
Harga Emas Tinggi, Investor Cari Alternatif
Mahalnya harga emas membuat sebagian investor mulai mengalihkan perhatian ke instrumen investasi lain yang memiliki nominal awal lebih rendah. Kondisi ini membuka peluang bagi berbagai pilihan investasi alternatif yang dinilai lebih fleksibel namun tetap mampu memberikan hasil dalam jangka menengah hingga panjang.
Sejumlah instrumen investasi non-emas dinilai layak dipertimbangkan, terutama bagi investor yang ingin mulai menata keuangan tanpa harus menunggu modal besar. Beberapa di antaranya bahkan dapat dimulai dengan dana ratusan ribu rupiah.
Reksa Dana, Pilihan Praktis untuk Pemula
Reksa dana menjadi salah satu instrumen investasi yang paling banyak diminati, khususnya oleh investor pemula. Instrumen ini dinilai relatif aman dan praktis karena dikelola oleh manajer investasi profesional.
Jenis reksa dana pun beragam, mulai dari reksa dana pasar uang, pendapatan tetap, saham, campuran, hingga reksa dana syariah. Dengan variasi tersebut, investor dapat menyesuaikan pilihan investasi sesuai dengan tujuan keuangan dan tingkat toleransi risikonya.
Modal awal yang relatif kecil juga menjadi keunggulan reksa dana, sehingga cocok bagi masyarakat yang baru mulai berinvestasi.
Saham, Risiko Lebih Tinggi dengan Potensi Imbal Hasil Besar
Selain reksa dana, saham juga menjadi alternatif investasi yang patut dilirik. Saham menawarkan potensi keuntungan yang lebih tinggi dibandingkan banyak instrumen lainnya, meskipun risikonya juga lebih besar.
Bagi pemula, investasi saham tetap bisa dilakukan dengan pendekatan yang hati-hati, seperti memilih saham dengan fundamental perusahaan yang baik dan berorientasi jangka panjang. Riset dan pemahaman terhadap kondisi perusahaan menjadi kunci agar investasi saham dapat memberikan hasil yang optimal.
Dengan perkembangan teknologi, investasi saham kini juga dapat dimulai dengan modal relatif kecil melalui platform digital.
Deposito dan SBN, Opsi Aman dengan Kepastian Imbal Hasil
Bagi investor yang lebih mengutamakan keamanan, deposito masih menjadi pilihan investasi berisiko rendah dengan imbal hasil yang stabil. Dana deposito dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) hingga batas tertentu, sehingga cocok bagi investor konservatif.
Selain deposito, Surat Berharga Negara (SBN) juga menjadi alternatif menarik. Instrumen ini berupa surat utang yang diterbitkan oleh pemerintah dan dapat dibeli secara online. SBN menawarkan kupon tetap hingga jatuh tempo serta dijamin oleh negara, menjadikannya salah satu pilihan investasi yang relatif aman dan memberikan kepastian.
Barang Koleksi, Investasi Bernilai Jangka Panjang
Di luar instrumen keuangan, barang koleksi seperti jam tangan mewah, motor antik, atau barang langka lainnya juga dapat dijadikan alternatif investasi. Nilai barang koleksi berpotensi meningkat seiring waktu, terutama jika barang tersebut memiliki kelangkaan dan peminat yang kuat di kalangan kolektor.
Namun, investasi jenis ini membutuhkan pemahaman tren pasar dan ketelitian dalam memilih aset. Tanpa pengetahuan yang memadai, risiko penurunan nilai tetap perlu diantisipasi.
Tips Aman Memulai Investasi
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengingatkan masyarakat untuk selalu berhati-hati sebelum memulai investasi. Beberapa langkah penting yang perlu diperhatikan antara lain mengenali profil risiko pribadi, memilih produk investasi sesuai tujuan keuangan, serta memastikan legalitas produk dan lembaga yang menawarkannya.
Investor juga disarankan untuk memahami ketentuan produk secara menyeluruh, termasuk manfaat, biaya, dan risiko yang melekat. Jika masih ragu, masyarakat dapat menghubungi regulator seperti OJK atau instansi pemerintah terkait untuk memperoleh informasi resmi.
Dengan harga emas yang semakin tinggi, masyarakat kini memiliki banyak alternatif investasi lain yang dapat dipilih. Kunci utamanya adalah menyesuaikan pilihan investasi dengan kebutuhan, kemampuan, dan tujuan keuangan jangka panjang.