JAKARTA – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memberikan respons positif terkait kabar terbaru dari PT Freeport Indonesia (PTFI) mengenai peningkatan cadangan tembaga dan emas di tambang Kucing Liar.
Berdasarkan hasil eksplorasi terbaru, cadangan tembaga yang dapat diekstraksi hingga tahun 2041 diperkirakan mencapai 8 miliar pon, sementara cadangan emas meningkat menjadi 8 juta ons, lebih tinggi dibandingkan perkiraan sebelumnya yakni tembaga 7 miliar pon dan emas 6 juta ons.
Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara (Dirjen Minerba) Kementerian ESDM, Tri Winarno, menyambut baik kabar ini. Menurutnya, peningkatan cadangan emas menjadi kabar positif karena emas juga termasuk salah satu instrumen cadangan devisa Indonesia.
Tri menambahkan bahwa pemerintah tengah mempertimbangkan kebijakan Domestic Market Obligation (DMO) emas, untuk memastikan pasokan emas domestik tetap aman, meskipun sampai saat ini belum ada keputusan resmi terkait penerapannya. Ia juga menegaskan bahwa pemerintah membatasi ekspor emas hanya untuk emas dengan kadar 99,9%.
Investasi dan Produksi Tambang Kucing Liar
Dalam laporan resmi Freeport-McMoRan Inc. (FCX), manajemen perusahaan menjelaskan bahwa peningkatan cadangan ini sejalan dengan studi evaluasi perluasan area tambang yang dilakukan sepanjang 2025. Studi tersebut mengidentifikasi peluang peningkatan kapasitas desain tambang dari 90.000 ton bijih per hari menjadi 130.000 ton bijih per hari, sekaligus meningkatkan cadangan sekitar 20%.
Dengan kapasitas penuh, diproyeksikan tambang Kucing Liar mampu memproduksi rata-rata 750 juta pon tembaga dan 735.000 ons emas, meningkat sekitar 35% dibandingkan perkiraan sebelumnya. Freeport Indonesia telah mengeluarkan dana sekitar US$1,1 miliar untuk proyek Kucing Liar, dan diperkirakan investasi tambahan mencapai US$4 miliar hingga tahun 2033.
Produksi awal dari tambang Kucing Liar direncanakan mulai berjalan secara bertahap pada tahun 2030. Pemerintah pun berharap peningkatan cadangan ini dapat menjadi salah satu pendorong pertumbuhan ekonomi lokal di Papua, sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam industri pertambangan global.
Dampak Strategis bagi Industri dan Devisa
Cadangan emas yang meningkat memberikan peluang bagi pemerintah untuk mengurangi ketergantungan impor emas, terutama oleh PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM) yang saat ini masih mengimpor sekitar 30 ton emas per tahun. Jika kebijakan DMO diterapkan, pasokan emas dalam negeri bisa lebih terjamin dan membantu stabilisasi harga emas domestik.
Selain itu, keberadaan tambang Kucing Liar dengan cadangan yang lebih besar juga memberikan dampak positif terhadap pengembangan infrastruktur, penciptaan lapangan kerja, dan investasi jangka panjang di wilayah Papua.
Manajemen FCX menekankan bahwa rencana perluasan tambang ini dilakukan dengan mempertimbangkan efisiensi biaya serta keberlanjutan lingkungan, sebagai bagian dari komitmen mereka terhadap pertumbuhan jangka panjang dan tanggung jawab sosial perusahaan.
Dengan peningkatan cadangan ini, tambang Kucing Liar diproyeksikan menjadi salah satu aset strategis utama Freeport Indonesia yang dapat menopang kebutuhan tembaga dan emas baik untuk pasar domestik maupun ekspor hingga dekade mendatang.