KAI Antisipasi Banjir Mudik Lebaran 2026 Tinggikan Rel Siagakan Ribuan Petugas Nasional

Rabu, 28 Januari 2026 | 09:21:45 WIB
KAI Antisipasi Banjir Mudik Lebaran 2026 Tinggikan Rel Siagakan Ribuan Petugas Nasional

JAKARTA - Menjelang arus mudik Lebaran 2026, PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI mengambil langkah antisipatif untuk menghadapi potensi gangguan cuaca ekstrem. 

Risiko banjir dan longsor yang kerap muncul pada musim hujan menjadi perhatian utama perusahaan. Upaya ini dilakukan agar perjalanan kereta api tetap aman, lancar, dan nyaman bagi jutaan penumpang yang diperkirakan akan memadati jalur kereta selama periode mudik.

Langkah antisipasi ini bukan sekadar rencana di atas kertas. KAI telah memetakan sejumlah wilayah yang berpotensi terdampak banjir dan longsor. Daerah-daerah tersebut kemudian ditetapkan sebagai lokasi dengan pengawasan khusus. Strategi ini diharapkan mampu meminimalkan risiko gangguan operasional sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat terhadap moda transportasi kereta api.

Strategi KAI menghadapi potensi banjir dan longsor

PT KAI menyiapkan berbagai strategi untuk mengantisipasi potensi banjir dan longsor di jalur kereta api. Langkah ini dilakukan menjelang pelaksanaan angkutan Lebaran 2026 yang dikenal sebagai periode dengan intensitas perjalanan sangat tinggi. Sejumlah wilayah yang dinilai rawan telah masuk dalam daftar pengawasan khusus perusahaan.

Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, menyampaikan bahwa langkah-langkah ini dilakukan demi menjamin keselamatan dan kenyamanan penumpang. Menurutnya, kesiapan infrastruktur dan sumber daya manusia menjadi kunci utama dalam menghadapi tantangan cuaca ekstrem selama masa mudik.

Keselamatan penumpang menjadi prioritas utama

KAI menegaskan bahwa keselamatan penumpang menjadi prioritas utama dalam setiap kebijakan operasional. Hal ini disampaikan langsung oleh Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, yang menekankan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana alam di jalur kereta.

“Ada daerah yang kita tetapkan sebagai daerah dalam pengawasan khusus untuk antisipasi banjir dan longsor. Di jalur kereta kita lakukan beberapa strategi,” kata Bobby dalam program Mudik Outlook 2026 KompasTV, Selasa (27/1) malam. Pernyataan tersebut menegaskan bahwa KAI tidak hanya fokus pada peningkatan layanan, tetapi juga pada aspek mitigasi risiko.

Langkah teknis meninggikan jalur rel rawan

Salah satu strategi konkret yang dilakukan KAI adalah meninggikan jalur rel di sejumlah titik rawan banjir. Upaya ini bertujuan agar jalur kereta tetap dapat dilalui meskipun terjadi genangan air di sekitar lintasan. Peninggian rel dilakukan berdasarkan hasil evaluasi lapangan dan pengalaman kejadian sebelumnya.

“Di antaranya kita mengangkat jalur kereta dan meninggikannya. Kejadian dua minggu lalu di Pekalongan, itu kita angkat sampai dengan 50 sentimeter dengan panjang ruas sekitar 600 meter,” jelasnya. Langkah ini menjadi contoh nyata bagaimana KAI merespons cepat potensi gangguan demi menjaga kelancaran perjalanan kereta api.

Pengawasan khusus di wilayah berisiko tinggi

Selain peninggian rel, KAI juga menetapkan sejumlah wilayah sebagai daerah dalam pengawasan khusus. Penetapan ini dilakukan berdasarkan data historis banjir dan longsor serta kondisi geografis lintasan. Dengan status pengawasan khusus, wilayah tersebut akan mendapatkan perhatian ekstra dari petugas dan manajemen operasional.

Pengawasan dilakukan secara intensif, termasuk pemantauan kondisi cuaca dan infrastruktur jalur rel. Jika ditemukan potensi gangguan, KAI dapat segera mengambil tindakan preventif. Pendekatan ini diharapkan mampu mencegah terjadinya gangguan besar yang dapat berdampak pada perjalanan penumpang selama masa mudik.

Kesiapan petugas dan koordinasi lapangan

Untuk mendukung strategi antisipasi tersebut, KAI juga menyiagakan ribuan petugas di berbagai titik jalur kereta api. Petugas ini bertugas memantau kondisi lintasan, memastikan keamanan perjalanan, serta menangani gangguan yang mungkin terjadi akibat cuaca ekstrem. Kesiapan sumber daya manusia menjadi faktor penting dalam menjaga operasional tetap berjalan normal.

Koordinasi antarpetugas di lapangan dilakukan secara berkelanjutan. Dengan komunikasi yang terintegrasi, setiap potensi masalah dapat ditangani dengan cepat dan tepat. Hal ini juga memberikan rasa aman bagi penumpang yang menggunakan layanan kereta api selama periode mudik Lebaran 2026.

Komitmen KAI menjaga kelancaran mudik Lebaran

Berbagai langkah antisipasi yang dilakukan KAI menunjukkan komitmen perusahaan dalam menjaga kelancaran mudik Lebaran 2026. Dengan memadukan strategi teknis seperti peninggian rel dan pengawasan khusus wilayah rawan, KAI berupaya meminimalkan dampak banjir dan longsor terhadap perjalanan kereta api.

Upaya ini sekaligus menjadi bagian dari tanggung jawab KAI sebagai penyedia layanan transportasi publik nasional. Melalui kesiapan infrastruktur dan petugas, KAI berharap masyarakat dapat melakukan perjalanan mudik dengan lebih tenang. Dengan demikian, kereta api tetap menjadi pilihan utama transportasi yang aman, nyaman, dan andal selama Lebaran 2026.

Terkini