Pupuk Indonesia Jalin Kerja Sama dengan Aljazair Dukung Swasembada

Senin, 26 Januari 2026 | 14:23:53 WIB
Pupuk Indonesia Jalin Kerja Sama dengan Aljazair Dukung Swasembada

JAKARTA - Pupuk Indonesia terus berkomitmen mendukung keberlanjutan swasembada pangan dengan memperkuat ketersediaan bahan baku pupuk yang esensial. 

Salah satu langkah strategis yang diambil perusahaan BUMN ini adalah menjalin kerja sama internasional dengan Somiphos, perusahaan tambang fosfat dari Aljazair. 

Langkah ini diambil untuk memastikan pasokan bahan baku utama pupuk yang sangat dibutuhkan oleh industri pertanian di Indonesia.

Kesepakatan antara Pupuk Indonesia dan Somiphos ini dituangkan dalam bentuk nota kesepahaman yang ditandatangani langsung oleh Direktur Utama Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi, bersama Direktur Utama Somiphos, Mokhtar Lekhal, di Aljazair pada Selasa, 20 Januari 2026.

Melalui kerja sama ini, Pupuk Indonesia mendapatkan jaminan pasokan bahan baku fosfat, yang dikenal dengan nama rock phosphate, sebanyak 1 juta ton per tahun. 

Keputusan strategis ini bertujuan untuk mengamankan kebutuhan pupuk domestik, sekaligus menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk mencapai swasembada pangan di Indonesia.

Menjaga Keberlanjutan Pupuk Nasional

Fosfat atau rock phosphate merupakan bahan baku yang tidak hanya vital, tetapi juga terbatas. Pasokan bahan baku ini hanya bisa didapatkan melalui proses penambangan, menjadikannya komoditas yang sangat penting bagi produksi pupuk. Pupuk Indonesia menyadari bahwa kestabilan pasokan bahan baku pupuk menjadi kunci untuk memastikan harga pupuk tetap terjangkau bagi petani di Indonesia.

Direktur Utama Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi, mengungkapkan pentingnya kerja sama dengan Somiphos untuk menjamin keberlanjutan pasokan bahan baku tersebut.

 “Kerja sama dengan Somiphos ini untuk keberlanjutan suplai bahan baku fosfat, dalam rangka mengamankan kebutuhan pupuk dalam negeri, serta sebagai bentuk komitmen terhadap swasembada pangan nasional yang berkelanjutan,” ujarnya.

Keberlanjutan pasokan fosfat ini diharapkan tidak hanya menciptakan stabilitas harga pupuk, tetapi juga meningkatkan efisiensi produksi, yang pada gilirannya akan membantu meningkatkan ketahanan pangan nasional.

Kemitraan Strategis Di Sektor Fosfat

Kerja sama ini tidak hanya terbatas pada pasokan bahan baku saja. Pupuk Indonesia juga membuka peluang untuk menjalin kemitraan lebih lanjut dengan beberapa perusahaan di Aljazair untuk mengembangkan industri pupuk berbasis fosfat yang terintegrasi. 

Langkah ini akan mengarah pada proyek-proyek besar dalam pengolahan fosfat dan pengembangan produk turunan fosfat.

“Kerja sama ini dapat memastikan keberlanjutan swasembada pangan melalui pemenuhan bahan baku pupuk, dalam hal ini fosfat,” tambah Rahmad. 

Dalam kerangka kerja sama ini, Pupuk Indonesia juga mempertimbangkan peluang investasi bersama dengan perusahaan Aljazair dalam bidang eksploitasi dan pengolahan fosfat, dengan tujuan meningkatkan kapasitas produksi pupuk domestik.

Lebih dari itu, kerja sama ini juga bertujuan untuk memperkuat hubungan ekonomi antara Indonesia dan Aljazair di sektor pertambangan strategis, khususnya fosfat. 

Hal ini diharapkan dapat mendiversifikasi ekonomi nasional Aljazair, yang sangat bergantung pada sektor minyak dan gas, dengan memperkenalkan produk fosfat sebagai komoditas unggulan.

Dukung Ketahanan Pangan Nasional Melalui Kolaborasi

Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Republik Indonesia, Sudaryono, turut memberikan apresiasi terhadap kerja sama ini. 

Menurutnya, langkah ini merupakan bagian dari implementasi arahan Presiden Indonesia, Prabowo Subianto, untuk memperkuat rantai pasok bahan baku pupuk dan menurunkan harga pupuk demi kesejahteraan petani. 

Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi sektor pupuk nasional adalah ketergantungan terhadap bahan baku impor, yang memengaruhi struktur biaya dan harga pupuk di dalam negeri.

“Kerja sama fosfat dengan Aljazair ini adalah langkah konkret untuk memperkuat hulu industri pupuk nasional agar biaya produksi bisa ditekan dan harga pupuk bagi rakyat menjadi lebih murah,” ujar Sudaryono.

Melalui kerjasama ini, pemerintah Indonesia berharap ada nilai tambah yang dapat dihasilkan, baik dalam hal peningkatan efisiensi industri pupuk maupun dukungan terhadap program swasembada pangan. 

Wamentan juga menambahkan bahwa kerja sama ini akan memperkuat ketahanan pangan nasional, yang merupakan salah satu prioritas utama pemerintah Indonesia.

Peran Somiphos Dalam Industri Fosfat Global

Somiphos, perusahaan tambang fosfat milik negara Aljazair, adalah pemain utama dalam industri fosfat global. Perusahaan ini beroperasi di wilayah Tebessa, Aljazair bagian timur, dan dikenal sebagai produsen utama fosfat dari kawasan tambang Djebel Onk yang menjadi salah satu deposit fosfat terbesar di negara tersebut. 

Somiphos didirikan pada tahun 2005, sebagai bagian dari reorganisasi industri fosfat nasional Aljazair, dan kini merupakan bagian dari Grup SONAREM, yang merupakan perusahaan tambang nasional Aljazair.

Melalui kerja sama dengan Somiphos, Pupuk Indonesia berharap dapat mengakses fosfat berkualitas tinggi yang dapat digunakan untuk memproduksi pupuk berkualitas, mendukung pertanian dalam negeri, serta memperkuat ketahanan pangan Indonesia. 

Somiphos sendiri menyambut baik kemitraan dengan Pupuk Indonesia, yang diharapkan dapat memperluas pasar fosfat Aljazair dan membuka peluang bagi kedua negara untuk saling berbagi teknologi dan pengalaman di bidang pertambangan.

Selain menjalin kemitraan dengan Somiphos, Pupuk Indonesia juga menjajaki potensi kerja sama dengan Sonatrach, BUMN minyak dan gas Aljazair, untuk mengembangkan ekosistem industri pupuk di Aljazair. 

Dengan sumber daya gas yang melimpah dan harga yang terjangkau, Pupuk Indonesia optimis dapat membangun industri pupuk yang terintegrasi di Aljazair, yang produk-produk pupuknya nantinya bisa memenuhi kebutuhan domestik dan ekspor.

Terkini