KAI: Tiket Kereta Lebaran 2026 Resmi Dibuka, Ini Jadwal Lengkap dan Kuota Kursi dari Jakarta

Senin, 26 Januari 2026 | 10:33:20 WIB
KAI: Tiket Kereta Lebaran 2026 Resmi Dibuka, Ini Jadwal Lengkap dan Kuota Kursi dari Jakarta

JAKARTA - Musim mudik Lebaran selalu menjadi momen yang dinantikan masyarakat Indonesia, khususnya bagi mereka yang ingin pulang kampung menggunakan moda transportasi kereta api. Tahun 2026 pun tak berbeda, karena PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI resmi membuka penjualan tiket mudik lebih awal untuk mengantisipasi lonjakan permintaan.

Melalui pengumuman resminya, KAI menyampaikan bahwa masyarakat sudah bisa mulai memesan tiket perjalanan Lebaran sejak Ahad, 25 Januari 2026. Kebijakan ini diharapkan memudahkan calon penumpang dalam merencanakan perjalanan dengan lebih matang dan nyaman.

PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI mengumumkan pembelian tiket kereta api periode Lebaran 2026 sudah bisa dipesan mulai Ahad, 25 Januari 2026. Pembelian dapat dilakukan melalui sejumlah kanal resmi KAI seperti Access by KAI, booking.kai.id, call center 121, dan mitra resmi penjualan yang bekerja sama dengan KAI.

Langkah ini sekaligus menjadi bentuk kesiapan KAI dalam menghadapi mobilitas masyarakat yang meningkat menjelang Hari Raya. Penjualan tiket lebih awal memberi kesempatan bagi penumpang untuk memilih jadwal dan kursi sesuai kebutuhan.

Dalam pembelian tiket mudik Lebaran ini maksimal H-45 sebelum keberangkatan. Kebijakan tersebut memberikan ruang waktu yang cukup bagi calon penumpang untuk menyusun rencana perjalanan secara terstruktur.

“Pembelian diimbau untuk menghindari pembelian tiket kereta api melalui pihak-pihak yang menawarkan jasa, dengan bea tambahan yang tidak wajar,” tulis KAI melalui Instagram resmi @kai121_ pada Kamis, 22 Januari 2026. Imbauan ini sekaligus menegaskan pentingnya menggunakan kanal resmi agar terhindar dari praktik percaloan.

Jadwal Pemesanan Tiket Lebaran 2026

KAI menyampaikan bahwa tiket mudik Lebaran yang dibeli pada 25 Januari 2026 untuk keberangkatan pada Rabu, 11 Maret 2026. Artinya, masyarakat sudah bisa mengamankan tiket jauh hari sebelum puncak arus mudik.

Kemudian, keberangkatan menjelang Lebaran atau H-1 pada Jumat, 20 Maret 2026, dapat dipesan pada Selasa, 3 Februari 2026. Jadwal ini menjadi salah satu yang paling diminati karena bertepatan dengan hari terakhir sebelum perayaan Idulfitri.

Bagi penumpang yang memilih melakukan perjalanan saat arus balik, KAI juga telah menetapkan jadwal pemesanan tersendiri. Keberangkatan dalam periode arus balik mudik pada Sabtu, 21 Maret 2026, dapat dipesan pada Rabu, 4 Februari 2026.

Pemesanan paling akhir untuk keberangkatan pada H+10 atau Rabu, 1 April 2026, dapat dipesan pada 15 Februari 2026. Dengan demikian, seluruh periode mudik dan balik Lebaran telah memiliki jadwal pemesanan yang jelas dan terstruktur.

Pola penjualan ini memberi kesempatan merata bagi seluruh masyarakat untuk mendapatkan tiket sesuai tanggal yang diinginkan. Hal ini juga membantu mengurangi penumpukan transaksi pada hari-hari tertentu.

Melalui pengaturan tersebut, KAI berharap calon penumpang dapat lebih disiplin dalam merencanakan perjalanan. Dengan memesan sesuai jadwal yang ditentukan, proses pembelian tiket dapat berjalan lebih tertib dan efisien.

Kanal Resmi Pembelian Tiket

Dalam upaya meningkatkan kenyamanan pelanggan, KAI menyediakan berbagai kanal resmi untuk pembelian tiket. Kanal tersebut mencakup aplikasi Access by KAI, situs booking.kai.id, call center 121, serta mitra resmi penjualan yang telah bekerja sama dengan KAI.

Langkah ini bertujuan memberikan fleksibilitas bagi masyarakat dalam memilih metode transaksi yang paling sesuai. Dengan banyaknya pilihan kanal, calon penumpang tidak perlu lagi mengantre panjang di stasiun.

Selain itu, penggunaan kanal resmi juga menjamin keabsahan tiket yang dibeli. Hal ini penting untuk menghindari risiko tiket palsu atau pembelian dengan harga yang tidak wajar.

KAI secara tegas mengimbau masyarakat untuk tidak menggunakan jasa pihak ketiga yang tidak resmi. “Pembelian diimbau untuk menghindari pembelian tiket kereta api melalui pihak-pihak yang menawarkan jasa, dengan bea tambahan yang tidak wajar,” tulis KAI melalui Instagram resmi @kai121_ pada Kamis, 22 Januari 2026.

Imbauan ini menegaskan komitmen KAI dalam melindungi hak konsumen. Dengan membeli melalui kanal resmi, penumpang dapat memperoleh tiket sesuai harga yang ditetapkan tanpa biaya tambahan.

Penggunaan platform digital juga memungkinkan masyarakat memantau ketersediaan kursi secara real time. Hal ini memudahkan penumpang dalam memilih jadwal perjalanan yang paling sesuai dengan rencana mudik.

Kuota Kursi Kereta Api dari Jakarta

Untuk keberangkatan dari Jakarta, KAI menyediakan 37.758 tempat duduk untuk kereta api jarak jauh yang berangkat dari Stasiun Pasar Senen dan Stasiun Gambir. Angka ini mencerminkan komitmen KAI dalam memenuhi kebutuhan transportasi masyarakat selama periode Lebaran.

Manager Humas PT KAI Daerah Operasi 1 Jakarta Franoto Wibowo mengatakan, manajemen akan mengoperasikan 34 kereta reguler keberangkatan dari Stasiun Pasar Senen per hari dengan total kapasitas 20.719 kursi. Stasiun Pasar Senen dikenal sebagai salah satu stasiun utama dengan volume penumpang tertinggi saat musim mudik.

Kemudian, 35 kereta keberangkatan dari Stasiun Gambir per hari dengan total kapasitas 17.039 tempat duduk. Stasiun Gambir sendiri menjadi pilihan utama bagi penumpang kelas eksekutif dan bisnis.

“Ini hanya kereta api penumpang reguler (belum termasuk kereta api tambahan Lebaran),” kata Franoto dikutip dari Antara, Sabtu, 24 Januari 2026. Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa kapasitas masih berpotensi bertambah dengan adanya kereta tambahan.

Dengan adanya kereta tambahan Lebaran, total kursi yang tersedia diperkirakan akan meningkat signifikan. Hal ini menjadi kabar baik bagi masyarakat yang belum mendapatkan tiket pada tahap awal penjualan.

Penambahan perjalanan kereta biasanya dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan penumpang pada hari-hari tertentu. KAI secara rutin melakukan evaluasi berdasarkan tingkat permintaan dan okupansi kursi.

Ketersediaan kursi yang memadai diharapkan dapat mengurangi kepadatan di jalur transportasi lain seperti jalan raya dan bandara. Dengan demikian, kereta api tetap menjadi pilihan utama moda transportasi mudik yang aman dan nyaman.

Selain kapasitas, KAI juga terus meningkatkan kualitas layanan selama periode angkutan Lebaran. Hal ini mencakup kesiapan sarana, prasarana, serta sumber daya manusia di seluruh stasiun dan perjalanan kereta.

Antisipasi Lonjakan Penumpang dan Tips Pemesanan

Pembukaan tiket lebih awal menjadi strategi penting untuk mengantisipasi lonjakan penumpang menjelang Lebaran. Dengan sistem H-45, masyarakat memiliki waktu cukup untuk merencanakan perjalanan tanpa harus terburu-buru.

Calon penumpang disarankan untuk segera memesan tiket begitu jadwal penjualan dibuka. Langkah ini penting terutama bagi rute-rute favorit yang biasanya cepat habis terjual.

Penggunaan aplikasi resmi seperti Access by KAI juga sangat dianjurkan. Aplikasi ini memungkinkan penumpang melakukan pemesanan, pembayaran, hingga pengecekan jadwal secara praktis dari ponsel.

Selain itu, penumpang juga perlu memastikan data diri yang dimasukkan sesuai dengan identitas resmi. Kesalahan penulisan nama atau nomor identitas dapat menyulitkan saat proses boarding.

KAI juga mengimbau penumpang untuk memantau pengumuman resmi terkait jadwal kereta tambahan Lebaran. Informasi tersebut biasanya diumumkan secara berkala melalui kanal komunikasi resmi perusahaan.

Dengan mengikuti informasi resmi, masyarakat dapat menyesuaikan rencana perjalanan jika tiket reguler telah habis. Hal ini memberi peluang lebih besar bagi penumpang untuk tetap mendapatkan kursi.

Perencanaan yang matang tidak hanya memudahkan proses perjalanan, tetapi juga membantu mengurangi stres saat musim mudik. Dengan tiket di tangan sejak jauh hari, masyarakat dapat lebih fokus mempersiapkan kebutuhan lainnya.

KAI berharap seluruh masyarakat dapat memanfaatkan layanan kereta api secara optimal selama Lebaran 2026. Dengan dukungan teknologi dan kesiapan operasional, perjalanan mudik diharapkan berlangsung aman, nyaman, dan lancar.

Terkini