Harga Sembako Jawa Timur Terbaru Hari Ini Jadi Perhatian Warga di Tengah Perubahan Pasar

Jumat, 23 Januari 2026 | 12:41:21 WIB
Harga Sembako Jawa Timur Terbaru Hari Ini Jadi Perhatian Warga di Tengah Perubahan Pasar

JAKARTA - Pergerakan harga bahan kebutuhan pokok di Jawa Timur kembali menjadi sorotan masyarakat. Kondisi ini wajar terjadi karena harga sembako memang kerap berubah mengikuti dinamika pasar harian.

Bagi banyak keluarga, memantau harga sembako bukan sekadar kebiasaan, melainkan kebutuhan. Informasi harga yang akurat membantu rumah tangga mengatur pengeluaran agar tetap seimbang.

Pada hari ini, sejumlah komoditas mengalami penyesuaian harga. Beberapa bahan pokok tercatat turun, sementara sebagian lainnya justru mengalami kenaikan.

Daging sapi, telur ayam kampung, dan cabai merah keriting tercatat mengalami penurunan harga. Sebaliknya, gas elpiji 3 kilogram, cabai rawit, serta daging ayam menunjukkan tren kenaikan.

Meski demikian, mayoritas kebutuhan pokok lainnya terpantau relatif stabil. Kondisi ini memberi sedikit ruang napas bagi konsumen dalam menyusun belanja harian.

Update harga sembako harian menjadi penting karena berkaitan langsung dengan daya beli masyarakat. Terlebih di tengah situasi ekonomi yang menuntut pengelolaan keuangan lebih cermat.

Berikut rangkuman harga sembako terbaru di Jawa Timur per Jumat, 23 Januari 2026. Data ini mencerminkan harga rata-rata yang berlaku di berbagai wilayah.

Daftar Lengkap Harga Sembako Jawa Timur 23 Januari 2026

Sembako merupakan singkatan dari sembilan bahan pokok yang dibutuhkan masyarakat setiap hari. Komoditas ini berperan penting dalam pemenuhan gizi dan kebutuhan rumah tangga.

Sembilan bahan pokok tersebut meliputi beras, gula pasir, minyak goreng, daging, telur, susu, bawang, gas elpiji, serta garam. Selain itu, cabai juga menjadi kebutuhan dapur yang tidak kalah penting.

Untuk komoditas beras, harga beras premium tercatat Rp14.817 per kilogram. Sementara itu, beras medium dijual dengan harga Rp12.871 per kilogram.

Harga gula kristal putih berada di angka Rp16.592 per kilogram. Komoditas ini relatif stabil dibandingkan hari sebelumnya.

Minyak goreng curah dijual dengan harga Rp18.599 per kilogram. Untuk minyak goreng kemasan premium, harganya mencapai Rp20.566 per liter.

Minyak goreng kemasan sederhana tercatat Rp17.564 per liter. Sementara Minyakita dijual dengan harga Rp16.892 per liter.

Harga daging sapi paha belakang hari ini berada di angka Rp119.702 per kilogram. Komoditas ini mengalami sedikit penurunan dibandingkan hari sebelumnya.

Daging ayam ras dijual dengan harga Rp35.694 per kilogram. Sedangkan daging ayam kampung tercatat Rp69.500 per kilogram.

Untuk telur ayam ras, harga rata-ratanya mencapai Rp27.474 per kilogram. Telur ayam kampung dibanderol Rp45.183 per kilogram.

Harga susu kental manis merek Bendera tercatat Rp12.611 per kemasan 370 gram. Sementara merek Indomilk dijual Rp12.541 per kemasan 370 gram.

Susu bubuk merek Bendera ukuran 400 gram dijual dengan harga Rp42.107 per dus. Sedangkan susu bubuk merek Indomilk ukuran yang sama berada di harga Rp41.379 per dus.

Harga garam bata tercatat Rp1.911 per batang. Untuk garam halus, harganya mencapai Rp9.327 per kilogram.

Cabai merah keriting dijual dengan harga Rp26.122 per kilogram. Cabai merah besar tercatat Rp24.134 per kilogram.

Cabai rawit merah mengalami kenaikan dan kini berada di harga Rp40.703 per kilogram. Kenaikan ini cukup terasa bagi konsumen rumah tangga.

Harga bawang merah tercatat Rp33.628 per kilogram. Sementara bawang putih berada di angka Rp32.571 per kilogram.

Gas elpiji 3 kilogram hari ini dijual dengan harga rata-rata Rp19.961. Komoditas energi ini kembali mengalami penyesuaian harga.

Pergerakan Harga Naik dan Turun yang Terjadi Hari Ini

Berdasarkan perhitungan rata-rata, daging sapi mengalami penurunan sebesar Rp113 atau sekitar 0,09 persen. Penurunan ini tergolong tipis namun tetap berdampak bagi konsumen.

Telur ayam kampung turun Rp708 atau sekitar 1,54 persen. Penurunan ini memberi sedikit keringanan bagi pembeli.

Cabai merah keriting juga mengalami penurunan harga sebesar Rp232 atau 0,88 persen. Kondisi ini disambut baik oleh pedagang dan konsumen.

Di sisi lain, gas elpiji 3 kilogram naik Rp233 atau 1,18 persen. Kenaikan ini cukup diperhatikan karena elpiji merupakan kebutuhan penting rumah tangga.

Cabai rawit merah mengalami kenaikan signifikan sebesar Rp1.735 atau 4,45 persen. Lonjakan ini membuat harga cabai rawit kembali menjadi perhatian.

Daging ayam kampung naik Rp450 atau sekitar 0,65 persen. Kenaikan ini mengikuti fluktuasi pasokan dan permintaan.

Daging ayam ras juga mengalami kenaikan meski tidak terlalu besar. Harga naik Rp123 atau sekitar 0,34 persen dibandingkan sebelumnya.

Pergerakan harga ini menunjukkan dinamika pasar yang masih aktif. Konsumen perlu mencermati perubahan agar belanja tetap terkontrol.

Faktor yang Mempengaruhi Perubahan Harga Sembako

Perubahan harga sembako dipengaruhi oleh banyak faktor yang saling berkaitan. Salah satunya adalah keseimbangan antara permintaan dan penawaran.

Ketika permintaan meningkat sementara pasokan terbatas, harga cenderung naik. Sebaliknya, jika pasokan melimpah, harga bisa turun.

Faktor cuaca juga sangat berpengaruh terhadap produksi pertanian. Cuaca ekstrem atau perubahan musim dapat mengganggu panen dan distribusi.

Bencana alam sering menyebabkan terganggunya pasokan bahan pangan. Akibatnya, harga di pasar bisa melonjak dalam waktu singkat.

Kebijakan pemerintah turut memainkan peran penting dalam pembentukan harga. Aturan terkait impor, subsidi, dan pajak dapat berdampak langsung pada harga jual.

Pembatasan impor atau perubahan regulasi sering kali memicu kenaikan harga. Hal ini terutama terjadi pada komoditas yang bergantung pada pasokan luar negeri.

Biaya produksi juga menjadi faktor utama. Kenaikan harga pupuk, bahan bakar, dan upah tenaga kerja mendorong naiknya biaya produksi.

Selain itu, biaya distribusi dan transportasi turut mempengaruhi harga di tingkat konsumen. Hambatan logistik dapat menyebabkan keterlambatan pasokan.

Fluktuasi nilai tukar mata uang turut memengaruhi harga sembako. Depresiasi nilai tukar membuat barang impor menjadi lebih mahal.

Inflasi yang tinggi juga berkontribusi pada kenaikan harga kebutuhan pokok. Biaya barang dan jasa yang meningkat berdampak pada daya beli masyarakat.

Kondisi ekonomi yang tidak stabil dapat memperburuk situasi harga sembako. Ketidakpastian membuat pasar lebih sensitif terhadap perubahan.

Masalah rantai distribusi seperti kemacetan dan kendala logistik juga berpengaruh. Gangguan distribusi dapat mengurangi pasokan di pasar.

Berbagai faktor tersebut membuat harga sembako cenderung berubah-ubah. Oleh karena itu, pengawasan dan kebijakan yang tepat sangat diperlukan.

Harga sembako juga bisa berbeda di setiap pasar dan daerah. Data yang disajikan merupakan harga rata-rata di wilayah Jawa Timur.

Memantau harga sembako secara rutin menjadi langkah bijak bagi masyarakat. Dengan informasi yang tepat, pengeluaran rumah tangga dapat dikelola lebih baik.

Terkini