Harga Pangan Nasional Jumat 23 Januari 2026 Serempak Turun, Cabai Hingga Beras Jadi Sorotan Konsumen

Jumat, 23 Januari 2026 | 12:40:58 WIB
Harga Pangan Nasional Jumat 23 Januari 2026 Serempak Turun, Cabai Hingga Beras Jadi Sorotan Konsumen

JAKARTA - Pergerakan harga pangan nasional kembali menjadi perhatian masyarakat pada akhir pekan ini. Pasalnya, sejumlah kebutuhan pokok terpantau mengalami penurunan harga secara bersamaan.

Kondisi tersebut terlihat pada perdagangan Jumat, 23 Januari 2026. Penurunan harga ini memberi angin segar bagi konsumen di tengah upaya menjaga stabilitas pengeluaran rumah tangga.

Rata-rata harga pangan nasional tercatat mengalami koreksi di berbagai komoditas. Data ini tercermin dari panel harga Badan Pangan Nasional yang memantau pergerakan harga di zona pasar seluruh Indonesia.

Penurunan harga terjadi setelah beberapa komoditas sempat bergerak fluktuatif dalam beberapa waktu terakhir. Situasi ini mengindikasikan adanya penyesuaian di tingkat distribusi dan pasokan.

Komoditas cabai hingga beberapa jenis ikan menjadi kelompok yang paling menonjol mengalami koreksi. Perubahan harga ini langsung berdampak pada pola belanja konsumen harian.

Stabilitas harga pangan menjadi faktor penting dalam menjaga daya beli masyarakat. Oleh karena itu, pergerakan harga yang menurun dinilai sebagai sinyal positif bagi perekonomian domestik.

Deretan Komoditas Pangan yang Mengalami Penurunan Harga

Cabai merah besar menjadi salah satu komoditas yang mengalami penurunan cukup signifikan. Harga cabai merah besar tercatat sebesar Rp34.631 per kilogram atau turun Rp1.821 setara 5,00 persen.

Penurunan juga terjadi pada cabai rawit merah yang kini berada di level Rp48.641 per kilogram. Harga tersebut terkoreksi Rp1.580 atau turun sekitar 3,15 persen.

Cabai merah keriting turut mengalami koreksi harga yang cukup dalam. Komoditas ini tercatat berada di angka Rp34.535 per kilogram setelah turun Rp1.946 atau 5,33 persen.

Bawang putih bonggol juga masuk dalam daftar komoditas yang mengalami penurunan harga. Harga bawang putih bonggol kini berada di level Rp37.957 per kilogram atau turun Rp610 setara 1,58 persen.

Selain itu, harga bawang merah tercatat mengalami koreksi. Bawang merah dijual dengan harga Rp40.097 per kilogram setelah turun Rp1.034 atau 2,51 persen.

Komoditas kedelai biji kering impor juga mengalami penurunan harga. Harga kedelai impor berada di angka Rp10.809 per kilogram atau turun Rp76 setara 0,70 persen.

Jagung untuk kebutuhan peternak turut mengalami penurunan harga. Komoditas ini tercatat berada di level Rp6.745 per kilogram setelah turun Rp279 atau 3,97 persen.

Telur ayam ras juga mengalami koreksi meski relatif tipis. Harga telur ayam ras berada di angka Rp30.517 per kilogram atau turun Rp79 setara 0,26 persen.

Gula konsumsi tercatat ikut mengalami penurunan harga. Harga gula konsumsi berada di level Rp18.018 per kilogram setelah turun Rp106 atau 0,58 persen.

Minyak goreng kemasan Minyakita juga mengalami koreksi harga. Harga Minyakita tercatat sebesar Rp17.448 per liter atau turun Rp207 setara 1,17 persen.

Selain itu, minyak goreng curah turut mengalami penurunan. Harga minyak goreng curah berada di angka Rp17.332 per liter setelah turun Rp302 atau 1,71 persen.

Dinamika Harga dan Penyesuaian Pasar

Penurunan harga sejumlah komoditas menunjukkan adanya dinamika pasokan di pasar. Kondisi ini dapat dipengaruhi oleh kelancaran distribusi dan ketersediaan stok.

Harga pangan kerap mengalami perubahan seiring dengan siklus permintaan dan pasokan. Ketika pasokan meningkat dan distribusi lancar, harga cenderung terkoreksi.

Penyesuaian harga ini juga menjadi indikator respons pasar terhadap kondisi terkini. Konsumen biasanya merasakan dampak langsung dari perubahan tersebut.

Penurunan harga cabai dan bawang menjadi perhatian karena kedua komoditas ini sering memicu inflasi. Koreksi harga dapat membantu menahan tekanan inflasi pangan.

Selain itu, harga minyak goreng yang menurun juga berdampak luas. Minyak goreng merupakan bahan pokok yang digunakan hampir di setiap rumah tangga.

Kondisi harga pangan yang menurun dapat memberi ruang bagi masyarakat untuk mengatur pengeluaran. Hal ini penting terutama bagi rumah tangga dengan anggaran terbatas.

Pemerintah terus memantau pergerakan harga pangan secara berkala. Pemantauan ini dilakukan untuk menjaga keseimbangan antara produsen dan konsumen.

Stabilitas harga pangan juga berperan dalam menjaga ketenangan pasar. Konsumen cenderung lebih percaya diri ketika harga kebutuhan pokok terkendali.

Komoditas yang Mengalami Kenaikan Tipis

Di tengah dominasi penurunan harga, terdapat beberapa komoditas yang justru mengalami kenaikan tipis. Salah satunya adalah komoditas garam.

Kenaikan harga garam tercatat tidak terlalu signifikan. Namun, pergerakan ini tetap menjadi perhatian dalam pemantauan harga pangan nasional.

Selain garam, daging kerbau segar lokal juga mengalami kenaikan harga tipis. Kenaikan ini terjadi di tengah tren penurunan harga komoditas lainnya.

Kenaikan tipis pada beberapa komoditas menunjukkan bahwa pergerakan harga tidak selalu seragam. Setiap komoditas memiliki karakteristik pasokan dan permintaan yang berbeda.

Harga daging kerbau segar lokal dapat dipengaruhi oleh faktor distribusi dan ketersediaan di daerah tertentu. Kondisi ini menyebabkan perbedaan tren dibandingkan komoditas lain.

Meski demikian, kenaikan yang terjadi masih berada dalam batas wajar. Perubahan harga ini belum menimbulkan tekanan berarti bagi konsumen.

Secara umum, mayoritas komoditas pangan masih menunjukkan tren penurunan. Kondisi ini memberi sinyal positif bagi stabilitas harga pangan nasional.

Masyarakat diharapkan tetap memantau perkembangan harga pangan. Informasi harga yang akurat dapat membantu perencanaan belanja yang lebih efisien.

Penurunan harga pangan nasional pada Jumat, 23 Januari 2026, menjadi kabar baik bagi konsumen. Tren ini diharapkan dapat berlanjut dalam beberapa waktu ke depan.

Stabilitas harga pangan menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kesejahteraan masyarakat. Dengan harga yang lebih terjangkau, daya beli konsumen dapat tetap terjaga.

Terkini