JAKARTA - Perubahan perilaku nasabah perbankan semakin terlihat jelas dalam beberapa tahun terakhir. Bank Mandiri menjadi salah satu institusi yang mencatat dampak positif dari pergeseran transaksi ke kanal digital sepanjang 2025.
Dominasi transaksi digital tidak hanya mengubah pola layanan, tetapi juga memperkuat posisi aplikasi sebagai pusat aktivitas keuangan harian. Di tengah persaingan layanan perbankan, Bank Mandiri berhasil menjaga performa digital tetap solid.
Sepanjang tahun 2025, aktivitas transaksi digital Bank Mandiri menunjukkan pertumbuhan yang konsisten. Kanal digital kini menjadi pilihan utama nasabah ritel dalam melakukan transaksi non-tunai.
Hingga November 2025, frekuensi transaksi digital Bank Mandiri tercatat tumbuh sekitar 22 persen secara tahunan. Dari sisi nilai transaksi, pertumbuhan juga tercatat sekitar 10 persen secara year-on-year.
Kinerja ini mencerminkan tingginya tingkat adopsi layanan digital di kalangan nasabah. Aplikasi Livin’ by Mandiri menjadi garda terdepan dalam mendukung aktivitas tersebut.
Livin’ by Mandiri Jadi Pilar Utama Transaksi Non-Tunai
Peran Livin’ by Mandiri semakin menonjol dalam operasional perbankan harian. Aplikasi ini telah menjadi kanal utama bagi nasabah ritel untuk bertransaksi.
SVP Digital Retail Bank Mandiri Yanto Masyap menyampaikan bahwa hampir seluruh transaksi non-tunai kini dilakukan secara digital. Pernyataan ini menegaskan pergeseran signifikan dari layanan konvensional ke layanan berbasis aplikasi.
“Sekitar 99% transaksi non-tunai nasabah ritel saat ini telah dilakukan melalui Livin’ by Mandiri. Hal ini menegaskan layanan digital sebagai pilar utama operasional Bank Mandiri, sekaligus mendorong inklusi keuangan dan transformasi digital nasional,” ujar Yanto kepada Kontan, Selasa, 19 Januari 2026.
Dominasi Livin’ by Mandiri tidak terlepas dari kemudahan dan kelengkapan fitur yang ditawarkan. Nasabah dapat mengakses berbagai kebutuhan finansial dalam satu aplikasi.
Transaksi pembayaran, transfer, hingga layanan gaya hidup terintegrasi dalam satu ekosistem digital. Hal ini membuat Livin’ by Mandiri menjadi aplikasi yang relevan dengan kebutuhan modern.
Tingginya penggunaan aplikasi juga mencerminkan tingkat kepercayaan nasabah. Keamanan dan stabilitas sistem menjadi faktor penting dalam mempertahankan loyalitas pengguna.
Bank Mandiri secara konsisten melakukan penguatan infrastruktur digital. Langkah ini bertujuan menjaga kualitas layanan di tengah peningkatan volume transaksi.
Kontribusi Kanal Digital Terhadap Fee Based Income
Selain dari sisi transaksi, kanal digital juga memberi dampak positif terhadap pendapatan non-bunga. Fee based income dari layanan digital terus menunjukkan pertumbuhan.
Hingga November 2025, Livin’ by Mandiri mencatatkan pertumbuhan fee-based income sekitar 20 persen secara tahunan. Angka ini mencerminkan optimalisasi layanan digital sebagai sumber pendapatan baru.
Peningkatan kontribusi fee-based income tidak hanya berasal dari satu layanan. Sinergi antar ekosistem digital Bank Mandiri turut memainkan peran penting.
Menurut Yanto, kinerja positif tersebut juga didukung oleh layanan lain di luar Livin’. Ekosistem digital Bank Mandiri dirancang saling terhubung untuk memperluas manfaat.
“Peningkatan FBI turut didukung oleh layanan Livin’ Merchant untuk segmen UMKM serta Kopra by Mandiri untuk segmen wholesale,” jelasnya.
Livin’ Merchant memberikan kemudahan bagi pelaku UMKM dalam menerima pembayaran digital. Layanan ini mendorong efisiensi dan transparansi transaksi usaha kecil.
Sementara itu, Kopra by Mandiri menyasar segmen wholesale dengan kebutuhan transaksi yang lebih kompleks. Integrasi layanan ini memperluas jangkauan digital Bank Mandiri.
Kombinasi berbagai layanan digital tersebut memperkuat struktur pendapatan non-bunga. Bank Mandiri tidak lagi bergantung sepenuhnya pada pendapatan bunga tradisional.
Proyeksi Pertumbuhan Digital Bank Mandiri Tahun 2026
Memasuki tahun 2026, Bank Mandiri tetap memandang segmen digital sebagai motor pertumbuhan utama. Optimisme ini didukung oleh capaian positif sepanjang tahun sebelumnya.
Perseroan menargetkan pertumbuhan frekuensi dan nilai transaksi Livin’ by Mandiri melampaui capaian tahun 2025. Target tersebut mencerminkan keyakinan terhadap potensi pasar digital.
Penguatan kapabilitas super-app Livin’ menjadi fokus utama strategi ke depan. Bank Mandiri terus mengembangkan fitur agar semakin relevan dengan kebutuhan nasabah.
Peningkatan akuisisi nasabah juga menjadi prioritas dalam mendorong pertumbuhan. Semakin luas basis pengguna, semakin besar potensi transaksi yang tercipta.
Integrasi dengan ekosistem merchant dan lifestyle diperluas secara bertahap. Langkah ini bertujuan menjadikan Livin’ sebagai bagian dari aktivitas harian nasabah.
“Penguatan ini juga didukung oleh berbagai program, promo, dan kemitraan strategis,” kata Yanto.
Program promosi dirancang untuk meningkatkan engagement pengguna. Berbagai insentif transaksi diharapkan mampu mendorong frekuensi penggunaan aplikasi.
Kemitraan strategis dengan berbagai pihak juga menjadi kunci pengembangan ekosistem. Kolaborasi ini membuka peluang layanan baru yang bernilai tambah.
Bank Mandiri melihat digitalisasi sebagai proses jangka panjang. Oleh karena itu, inovasi terus dilakukan secara berkelanjutan.
Livin’ by Mandiri sebagai Pusat Layanan Keuangan Harian
Strategi transformasi digital Bank Mandiri menempatkan Livin’ by Mandiri sebagai pusat layanan keuangan. Aplikasi ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan nasabah secara menyeluruh.
Dari transaksi dasar hingga layanan lanjutan, semuanya terintegrasi dalam satu platform. Pendekatan ini memudahkan nasabah dalam mengelola keuangan.
Kontribusi fee-based income dari kanal digital diproyeksikan terus meningkat. Digitalisasi menjadi penopang utama diversifikasi pendapatan non-bunga.
Peran Livin’ by Mandiri tidak hanya terbatas pada transaksi. Aplikasi ini juga menjadi sarana edukasi dan literasi keuangan bagi nasabah.
Dengan fitur yang terus berkembang, nasabah didorong untuk lebih aktif mengelola keuangan secara mandiri. Hal ini sejalan dengan tujuan inklusi keuangan nasional.
Transformasi digital juga membawa efisiensi operasional bagi bank. Proses layanan menjadi lebih cepat dan biaya operasional dapat ditekan.
Bank Mandiri memanfaatkan data transaksi digital untuk meningkatkan kualitas layanan. Analisis data membantu memahami kebutuhan dan perilaku nasabah.
Pendekatan berbasis teknologi ini memungkinkan inovasi layanan yang lebih tepat sasaran. Nasabah mendapatkan pengalaman perbankan yang lebih personal.
Ke depan, tantangan utama terletak pada menjaga keandalan sistem. Stabilitas layanan menjadi kunci di tengah lonjakan aktivitas digital.
Dengan fondasi yang telah dibangun, Bank Mandiri optimistis menghadapi dinamika industri keuangan digital. Livin’ by Mandiri diproyeksikan tetap menjadi tulang punggung layanan ritel.
Dominasi transaksi digital sepanjang 2025 menjadi bukti keberhasilan strategi transformasi. Bank Mandiri kini berada pada posisi yang kuat untuk melanjutkan pertumbuhan di 2026.