Harga Perak Tembus Rekor US$ 95, Analis Proyeksikan Lonjakan Besar Sepanjang 2026

Rabu, 21 Januari 2026 | 10:41:41 WIB
Harga Perak Tembus Rekor US$ 95, Analis Proyeksikan Lonjakan Besar Sepanjang 2026

JAKARTA - Lonjakan harga perak kembali mencuri perhatian pasar global. Pada Selasa, logam mulia ini menembus rekor tertinggi sepanjang masa di level US$ 95 per ons troi. 

Kenaikan tersebut memperpanjang reli harga perak yang sejak awal tahun telah melonjak sekitar 31% secara year to date (YTD), sekaligus memicu optimisme baru di kalangan investor.

Reli yang semakin agresif membuat perak kini berada sangat dekat dengan level psikologis US$ 100 per ons troi. Bahkan, sejumlah analis memandang pergerakan ini belum mencapai puncaknya. Target jangka menengah hingga panjang mulai dibicarakan, dengan sebagian proyeksi menyebut harga perak berpotensi melesat hingga US$ 300 sepanjang 2026.

Perak cetak rekor dan sorot perhatian investor global

Kenaikan tajam harga perak terjadi di tengah meningkatnya minat investor terhadap aset lindung nilai. Ketegangan geopolitik kembali memanas setelah kebijakan tarif Presiden Amerika Serikat Donald Trump terhadap Uni Eropa memicu ketidakpastian pasar global. Kondisi ini mendorong pelaku pasar mencari aset aman, termasuk logam mulia.

Seperti dilaporkan BeInCrypto, emas dan perak sama-sama mencetak rekor tertinggi pada hari sebelumnya. Tren tersebut berlanjut dengan keduanya kembali mencatatkan rekor baru. Berdasarkan data Companies Market Cap, perak kini menempati posisi sebagai aset dengan kapitalisasi pasar terbesar kedua di dunia, tepat di bawah emas.

“Harga perak baru saja melonjak ke US$ 95 per ons troi, memecahkan seluruh rekor sebelumnya dan mengejutkan pasar global. Emas mungkin lebih banyak menyedot perhatian, tetapi laju kenaikan perak kini benar-benar mencuri sorotan,” tulis Mario Nawfal.

Kombinasi faktor kuat di balik reli perak

Lonjakan harga perak tidak berdiri sendiri dan bukan hanya dipicu satu sentimen. Reli ini mencerminkan kombinasi berbagai faktor fundamental yang saling menguatkan. Pembelian aset safe haven masih berlanjut seiring meningkatnya ketidakpastian global dan risiko geopolitik.

Selain itu, ekspektasi pemangkasan suku bunga The Federal Reserve turut memberikan dorongan. Aset tanpa imbal hasil seperti emas dan perak cenderung diuntungkan ketika suku bunga berpotensi turun. Di sisi lain, pasar fisik perak menghadapi pengetatan pasokan yang semakin terasa dalam beberapa waktu terakhir.

Permintaan industri juga melonjak signifikan. Perak menjadi komponen penting dalam sektor energi surya, kendaraan listrik, elektronik, hingga infrastruktur teknologi tinggi. Kombinasi antara permintaan industri yang kuat dan pasokan terbatas menciptakan tekanan naik yang berkelanjutan pada harga.

Level psikologis seratus dolar kian dekat

Dengan harga yang telah menyentuh US$ 95 per ons troi, target US$ 100 kini dipandang realistis dalam jangka pendek. Sejumlah analis menilai level tersebut dapat tercapai dalam waktu relatif singkat apabila sentimen positif terus berlanjut.

Ekonom Peter Schiff bahkan menyebut peluang penembusan US$ 100 sangat terbuka. “Meski emas dan perak mencetak rekor hari ini, saham penambang emas Kanada nyaris tidak bergerak karena investor masih khawatir akan potensi aksi jual besar. Itu bisa berarti reli logam mulia besok justru lebih besar dari hari ini, dengan perak menembus US$ 100 per ons. Kita lihat saja nanti,” tulis Schiff.

Pernyataan tersebut memperkuat pandangan bahwa reli perak masih memiliki ruang lanjutan, terutama jika kekhawatiran global terus membayangi pasar keuangan.

Proyeksi ekstrem menuju ratusan dolar per ons

Di luar target jangka pendek, sebagian analis melihat potensi jangka panjang perak jauh lebih eksplosif. Dalam sebuah analisis mendalam, terdapat perkiraan bahwa harga perak bisa melonjak hingga US$ 300. Proyeksi ini didasarkan pada ketimpangan struktural antara perdagangan berbasis kertas dan pasokan fisik perak.

Pasar derivatif dinilai menciptakan ilusi ketersediaan perak yang melimpah, sementara stok fisik sesungguhnya semakin terbatas. Jika ketidakseimbangan ini terus membesar, lonjakan harga ekstrem dinilai bukan hal mustahil. Kondisi tersebut berpotensi diperparah oleh meningkatnya kebutuhan industri di era transisi energi dan digitalisasi.

Meski proyeksi US$ 300 terdengar ambisius, sejarah pasar logam mulia menunjukkan bahwa reli besar kerap terjadi ketika faktor fundamental dan sentimen bertemu dalam satu momentum kuat.

Peluang dan risiko yang perlu dicermati investor

Kenaikan harga perak membuka peluang cuan yang menarik, tetapi juga membawa risiko volatilitas tinggi. Pergerakan harga yang agresif dapat diikuti koreksi tajam dalam jangka pendek, terutama jika terjadi perubahan sentimen global atau aksi ambil untung besar-besaran.

Investor diimbau untuk tetap mencermati faktor fundamental dan perkembangan geopolitik yang memengaruhi pasar. Permintaan industri, kebijakan moneter, serta dinamika pasokan fisik menjadi variabel utama yang menentukan arah harga ke depan.

Dengan perak yang kini menjadi salah satu aset paling disorot, tahun 2026 berpotensi menjadi periode krusial bagi logam mulia ini. Apakah harga akan berhenti di sekitar US$ 100 atau benar-benar melesat menuju ratusan dolar, pasar global akan terus menanti jawabannya.

Terkini