JAKARTA - Bubur Harisah adalah hidangan khas yang hanya tersedia selama bulan Ramadan di Cirebon, Jawa Barat. Hidangan ini merupakan perpaduan beras dengan daging kambing dan rempah-rempah khas Timur Tengah, menciptakan cita rasa yang unik dan kaya.
Tradisi penyajian Bubur Harisah dimulai pada tahun 1924 oleh Syekh Muhammad Islam Bayasut, seorang saudagar kaya keturunan Arab. Ia mewariskan kebiasaan ini kepada keturunannya, dan saat ini, Abdullah, generasi keempat, melanjutkan tradisi tersebut. Setiap hari selama Ramadan, Abdullah membuat Bubur Harisah untuk dibagikan secara gratis kepada jamaah Masjid Asy Syafii'ie Bayasut dan warga sekitar.
Pembuatan Bubur Harisah melibatkan proses yang memerlukan ketelitian dan waktu. Beras dimasak dengan santan, rempah-rempah, dan daging kambing yang telah dipotong kecil-kecil. Setelah matang, bubur ini siap disajikan sebagai takjil untuk berbuka puasa.
Baca Juga
Selain sebagai hidangan berbuka puasa, Bubur Harisah juga menjadi simbol kebersamaan dan identitas komunitas keturunan Arab di Cirebon. Tradisi ini tidak hanya memperkaya budaya kuliner lokal tetapi juga mempererat hubungan sosial antarwarga.
Meskipun sempat terhenti selama dua tahun akibat pandemi COVID-19, keluarga Bayasut kembali menyajikan Bubur Harisah pada Ramadan tahun lalu, disambut antusias oleh masyarakat. Hingga kini, tradisi ini terus dilestarikan, menjadi bagian tak terpisahkan dari warisan budaya Cirebon.
Herman
indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
XLSMART Catat Lonjakan Trafik Data Selama Lebaran 2026 Hingga 21 Persen
- Rabu, 01 April 2026
Pendapatan MPMX Turun Tipis 2025 Laba Bersih Tertekan Di Tengah Tantangan
- Rabu, 01 April 2026
Berita Lainnya
Cara Mudah Membuat Bandrek Hangat dengan Rempah Khas Tradisi Sunda di Rumah
- Rabu, 01 April 2026







.jpg)





