Rupiah Melemah, Kurs Jual Dolar Bank Mandiri Capai Rp18.000

IB
Ibtihal

Editor: Mazroh Atul Jannah

Selasa, 07 Juli 2026
Rupiah Melemah, Kurs Jual Dolar Bank Mandiri Capai Rp18.000
Ilustrasi rupiah, nilai tukar rupiah. (Foto: Pexels)

JAKARTA - Bank Mandiri menetapkan kurs jual dolar AS menembus level Rp18.000 per dolar AS pada perdagangan Selasa (7/7/2026) pagi. 

Lonjakan nilai jual mata uang negeri Paman Sam ini terjadi seiring tren pelemahan nilai tukar rupiah hari ini yang terus tertekan sejak pembukaan pasar awal pekan.

Kenaikan kurs mata uang asing ini memicu kekhawatiran masyarakat mengenai pertimbangan "apakah dolar akan naik lagi minggu ini" di pasar spot. 

Tekanan eksternal yang kuat membuat perbankan nasional menyelaraskan kuotasi nilai tukar mereka dengan kondisi riil pasar valuta asing terupdate.

"Harga komoditas dan mata uang asing dapat berfluktuasi sewaktu-waktu. Berbelanja dengan bijak dan pantau informasi harga resmi dari pemerintah."

Kondisi Kurs Valas Bank Mandiri Hari Ini

Berdasarkan pantauan langsung kuotasi valuta asing Bank Mandiri pada hari Selasa, 7 Juli 2026, gap antara harga beli dan harga jual terpantau melebar. Bank Mandiri mematok harga jual dolar AS di atas psikologis Rp18.000 karena penutupan perdagangan pasar spot sebelumnya yang melemah tajam.

Rincian Nilai Tukar Dolar AS Mandiri

Nasabah yang ingin melakukan transaksi valuta asing di Bank Mandiri hari ini akan menghadapi struktur harga baru. Perubahan ini berlaku baik untuk transaksi e-rate maupun bank notes di kantor cabang.

Berikut adalah daftar acuan kurs dolar AS di Bank Mandiri berdasarkan rangkuman data pasar keuangan terupdate:

E-Rate

  • Harga Beli (Buy): Rp17.890
  • Harga Jual (Sell): Rp18.020

Bank Notes

  • Harga Beli (Buy): Rp17.650
  • Harga Jual (Sell): Rp18.050

Faktor Penyebab Mata Uang Rupiah Turun

Lonjakan kurs valas di perbankan domestik ini berakar dari performa buruk rupiah pada perdagangan Senin kemarin. 

Berdasarkan data kompilasi pasar keuangan, tekanan terhadap mata uang garuda sudah terlihat sejak awal pekan dibuka.

Beberapa poin kronologis pergerakan nilai tukar rupiah meliputi:

  • Rupiah dibuka melemah 0,18 persen ke level Rp17.995 per dolar AS pada Senin pagi pukul 09.05 WIB menurut data Doo Financial Futures.
  • Mata uang garuda terus merosot hingga melemah 0,31 persen ke level Rp18.000 per dolar AS pada pukul 13.44 WIB menurut data Refinitiv.
  • Pelemahan ini terjadi setelah sebelumnya sempat dibuka pada level Rp17.970 per dolar AS dengan penurunan 0,12 persen.

Kondisi pasar spot yang menyentuh angka psikologis baru ini langsung direspons oleh sektor perbankan nasional. 

Menurut laporan Investor ID dan CNBC Indonesia, bank asing bahkan terpantau mematok harga jual yang jauh lebih tinggi.

Fenomena kurs dolar meroket ini memicu pertanyaan besar dari pelaku usaha mengenai "kenapa rupiah melemah terhadap dolar" secara berturut-turut. 

Pelemahan ini berdampak langsung pada biaya operasional perusahaan yang mengandalkan bahan baku impor serta mengubah strategi pengelolaan likuiditas valas di perbankan nasional.

Penguatan dolar AS secara global memicu capital outflow dari pasar keuangan domestik, sehingga menekan pasokan valas di dalam negeri. 

Bank Mandiri beserta bank BUMN lainnya terus melakukan penyesuaian berkala terhadap kuotasi kurs mereka sepanjang jam operasional pasar keuangan.

Hingga saat ini, pelaku pasar masih terus memantau pergerakan intervensi dari otoritas moneter demi menjaga stabilitas nilai tukar. 

Fluktuasi kurs dolar AS di counter Bank Mandiri diprediksi masih akan bergerak dinamis sepanjang hari ini mengikuti perkembangan sentimen global.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua