Harga Sembako Jatim 6 Juli: Cabai Rp45.459 dan Daging Ayam Rp30.458
SURABAYA - Nilai jual kebutuhan pokok di wilayah Jawa Timur (Jatim) terpantau terus menunjukkan pergerakan yang dinamis dari waktu ke waktu.
Untuk hari ini, seluruh jenis komoditas cabai mengalami peningkatan harga, sedangkan bawang merah, daging sapi, daging ayam, beserta telur justru merosot, sementara komoditas pangan esensial lainnya cenderung konstan tanpa adanya pergeseran yang berarti.
Mengikuti perkembangan nilai jual bahan pokok saban hari merupakan rutinitas yang tidak boleh dikesampingkan. Bukan sekadar mempermudah warga dalam merancang pengeluaran harian, pembaruan data ini juga krusial demi menjaga ritme anggaran rumah tangga supaya tidak membengkak di tengah kondisi harga yang tidak menentu.
Sembako merupakan kependekan dari sembilan bahan pokok. Komoditas ini menjadi unsur mendasar yang amat diperlukan oleh masyarakat setiap harinya demi mencukupi kebutuhan nutrisi serta kebutuhan domestik lainnya.
Sembilan ragam kebutuhan pokok warga tersebut mencakup beras, gula pasir, minyak goreng beserta mentega, daging sapi dan daging ayam, telur ayam, susu, bawang merah sekaligus bawang putih, gas elpiji serta minyak tanah, hingga garam.
Di samping sembilan jenis bahan utama tersebut, komoditas dapur yang kedudukannya tidak kalah krusial ialah cabai.
Berikut merupakan daftar nilai jual bahan pokok paling gres di area Jawa Timur, Senin 6 Juli 2026 pada pukul 09.37 WIB, yang dihimpun lewat sistem informasi ketersediaan dan perkembangan harga bahan pokok (Siskaperbapo) di Jawa Timur:
- Beras Premium: Rp 15.012/kg
- Beras Medium: Rp 13.010/kg
- Gula Kristal Putih: Rp 17.201/kg
- Minyak Goreng Curah: Rp 20.485/kg
- Minyak Goreng Kemasan Premium: Rp 21.752/liter
- Minyak Goreng Kemasan Sederhana: Rp 18.814/liter
- Minyak Goreng Minyakita: Rp 16.138/liter
- Daging Sapi Paha Belakang: Rp 124.708/kg
- Daging Ayam Ras: Rp 30.458/kg
- Daging Ayam Kampung: Rp 68.254/ekor
- Telur Ayam Ras: Rp 23.131/kg
- Telur Ayam Kampung: Rp 45.546/kg
- Susu Kental Manis (Bendera): Rp 12.512 (370 gr/kl)
- Susu Kental Manis (Indomilk): Rp 12.508 (370 gr/kl)
- Susu Bubuk (Bendera): Rp 41.742 (400 gr/dos)
- Susu Bubuk (Indomilk): Rp 40.942 (400 gr/dos)
- Garam Bata: Rp 1.833/buah
- Garam Halus: Rp 9.247/kg
- Cabai Merah Keriting: Rp 32.406/kg
- Cabai Merah Besar: Rp 30.853/kg
- Cabai Rawit Merah: Rp 45.459/kg
- Bawang Merah: Rp 36.090/kg
- Bawang Putih (Sinco/Honan): Rp 35.281/kg
- Gas Elpiji 3 Kg: Rp 19.920
Merujuk pada catatan rata-rata nilai bahan pokok di Jawa Timur hari ini, komoditas cabai rawit merah melonjak sebesar Rp 2.954 atau sekitar 6,95 persen, jenis cabai merah keriting merangkak naik Rp 1.077 atau 3,44 persen, serta varian cabai merah besar terkerek naik Rp 499 atau 1,65 persen.
Di sisi lain, untuk komoditas bawang merah kedapatan menyusut Rp 937 atau 2,53 persen, daging ayam kampung terpangkas Rp 1.891 atau 2,70 persen, daging ayam ras berkurang Rp 505 atau 1,63 persen, serta komoditas telur ayam kampung mengalami penurunan sebesar Rp 527 atau 1,14 persen.
Faktor Perubahan Harga Sembako
Fluktuasi nilai jual bahan pokok dilatarbelakangi oleh beraneka macam aspek. Mulai dari ongkos produksi, regulasi otoritas, nilai kurs, hingga faktor cuaca. Berikut merupakan beberapa aspek yang memicu naik serta turunnya nilai jual bahan pokok:
- Apabila tingkat permintaan meningkat namun kapasitas penawaran konstan atau berkurang, maka harga cenderung merangkak naik. Sebaliknya, jika kapasitas penawaran melimpah dibanding tingkat permintaan, harga dapat merosot.
- Kondisi cuaca ekstrem, peristiwa bencana alam, ataupun rotasi musim dapat mengganggu jalannya produksi sektor pertanian. Minimnya pasokan akibat imbas cuaca buruk memicu lonjakan harga.
- Kebijakan sektor impor, pemberian subsidi, pungutan pajak, ataupun aturan lain yang dirilis oleh pihak otoritas dapat mempengaruhi nilai jual bahan pokok. Sebagai ilustrasi, langkah pembatasan kegiatan impor atau pergeseran tarif pajak.
- Lonjakan harga pada bahan baku, pupuk, bahan bakar, ataupun upah para pekerja berpotensi menaikkan ongkos produksi serta logistik, yang berujung mempengaruhi nilai jual bahan pokok.
- Pergerakan nilai tukar mata uang, terlebih bila komoditas esensial diperoleh lewat jalur impor, dapat menyetir harga. Pelemahan mata uang lokal bakal memicu harga barang impor menjadi lebih tinggi.
- Tingkat inflasi yang tinggi cenderung berujung pada naiknya harga bahan pokok lantaran meningkatnya ongkos barang dan jasa.
- Situasi perekonomian yang tidak menentu dapat memperkeruh kondisi di pasar.
- Kendala pada alur rantai distribusi layaknya problem kemacetan, aksi pemogokan, ataupun kendala logistik lainnya berisiko memicu keterlambatan proses pengiriman, memangkas pasokan barang, dan mendongkrak harga.
Aneka macam faktor ini membuat nilai jual bahan pokok kerap kali berubah-ubah, sehingga memerlukan proses pengawasan serta formulasi kebijakan yang jitu demi menjaga stabilitas pasar. Nilai jual kebutuhan pokok ini juga bisa bervariasi pada masing-masing pasar. Nominal di atas merupakan angka rata-rata untuk wilayah Jawa Timur.