Saham BRMS Koreksi, Direktur Adrian Wicaksono Borong 400 Ribu Saham

IB
Ibtihal

Editor: Mazroh Atul Jannah

Minggu, 05 Juli 2026
Saham BRMS Koreksi, Direktur Adrian Wicaksono Borong 400 Ribu Saham
Ilustrasi PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS). (Dok. BUMI)

JAKARTA – Petinggi PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS), Adrian Wicaksono, diketahui menambah volume kepemilikan efeknya di emiten bersangkutan lewat skema pembelian pada pasar reguler dengan alokasi modal senilai Rp 196 juta.

Langkah taktis yang diambil secara personal ini dilaksanakan saat grafik nilai saham BRMS tengah dibayangi penyusutan signifikan hingga melewati angka 50 persen jika dihitung sejak awal tahun ini.

Sebagaimana dilansir dari berita sumber, "Berdasarkan keterbukaan informasi, Adrian membeli 400.000 saham BRMS pada 2 Juli 2026 dengan harga Rp 490 per saham, sehingga total nilai transaksi mencapai sekitar Rp 196 juta."

Aksi penambahan aset efek ini dijalankan dengan tujuan murni sebagai instrumen investasi personal. Seusai selesainya proses transaksi tersebut, portofolio saham yang dipegang oleh Adrian otomatis melonjak dari kuantitas semula sebanyak 810.000 unit kini berakumulasi menjadi 1,21 juta unit saham.

Meskipun membukukan penambahan kuantitas, persentase kepemilikan sahamnya dinilai masih berada di bawah ambang batas 1 persen dari total keseluruhan saham yang diedarkan emiten, sehingga agenda ini sama sekali tidak merubah peta pengendali dominan di internal BRMS.

Pada aktivitas perdagangan per tanggal 2 Juli 2026, laju saham BRMS menutup sesi lewat torehan penguatan sebesar 1,68 persen ke level Rp 484 per lembar, setelah sebelumnya sempat bergerak fluktuatif di rentang Rp 482 hingga Rp 520 sepanjang jam perdagangan bursa.

Tren perbaikan harga ini konsisten berlanjut pada sesi perdagangan hari Jumat (3/7/2026), di mana aset saham BRMS terpantau kembali mendaki sebesar 2,89 persen hingga bertengger di level Rp 498 untuk setiap lembarnya.

Kendati berhasil menunjukkan tanda-tanda rebound dalam periode dua hari terakhir, performa pergerakan efek dari perusahaan sektor pertambangan emas yang terafiliasi ke dalam Grup Bakrie ini dinilai belum sepenuhnya membaik. 

Hingga perdagangan berakhir di tanggal 3 Juli 2026, data harga saham BRMS dipastikan masih membukukan rapor merah dengan akumulasi pelemahan mencapai 54,73 persen secara year to date (ytd).

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua