Saham BRIS Melonjak 5 Persen, Sektor Perbankan Kompak Bangkit Hari Ini (

IB
Ibtihal

Editor: Mazroh Atul Jannah

Jumat, 26 Juni 2026
Saham BRIS Melonjak 5 Persen, Sektor Perbankan Kompak Bangkit Hari Ini (
Saham Perbankan Kompak Rebound, BSI (BRIS) Pimpin Penguatan 5 Persen. (Foto Istimewa)

JAKARTA – Saham PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) berhasil unjuk gigi sebagai pemacu pertumbuhan paling dominan (top performer) lewat torehan lonjakan nilai jual mencapai 5 persen di tengah maraknya aksi beli oleh para pelaku investasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) sepanjang sesi transaksi hari ini. 

Selaras dengan BRIS, lini industri perbankan secara kolektif langsung tancap gas bergerak bangkit (rebound) pasca-sempat terkoreksi pada hari sebelumnya.

Investor Relations BSI (BRIS), Rizky Budinanda, menjelaskan bahwa sebagai bank syariah terbesar di Indonesia, BSI memegang mandat strategis untuk memperdalam penetrasi produk keuangan syariah.

"Sebagai bank syariah terbesar di Indonesia, BRIS memainkan peran strategis dalam mendorong penetrasi keuangan syariah nasional. Pangsa pasar perbankan syariah terhadap total industri perbankan terus meningkat, dan BRIS menjadi lokomotif utama pertumbuhan tersebut; baik dari sisi aset, pembiayaan, maupun jumlah nasabah," ujar Rizky dalam keterangannya, Kamis (25/6/2026), sebagaimana dilansir dari sumber berita.

Rizky menuturkan, lompatan kinerja BSI saat ini berada di jalur yang searah dengan peta jalan kebijakan ekonomi makro pemerintah. Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, penguatan ekosistem ekonomi syariah diangkat menjadi pilar krusial dalam program prioritas Asta Cita.

"Momentum ini juga sejalan dengan agenda besar pemerintah. Program Asta Cita Presiden Prabowo menempatkan penguatan ekonomi syariah sebagai salah satu pilar pembangunan nasional, termasuk melalui optimalisasi peran BRIS dalam menyalurkan pembiayaan produktif, serta memperluas akses keuangan bagi pelaku UMKM dan masyarakat pedesaan," kata dia, sebagaimana dilansir dari sumber berita.

Resonansi positif pasar terhadap instrumen BRIS ditopang oleh fundamental perusahaan yang kokoh. Bersandarkan pada laporan capaian kinerja per Mei 2026, penyaluran sektor pembiayaan BSI terus melesat tinggi, terutama ditopang oleh performa pada ranah konsumer.

Pertumbuhan yang agresif tersebut berjalan beriringan dengan kualitas aset yang bersih, terefleksikan lewat rasio Cost of Credit (CoC) pada posisi 0,66 persen serta tingkat Non-Performing Loan (NPL) yang terkontrol pada angka 1,8 persen. 

Meninjau aspek permodalan, likuiditas BSI terpantau cukup tebal dengan rasio Loan to Deposit Ratio (LDR) yang konsisten berada di bawah batas 90 persen.

Ketangguhan korporasi kian dipertegas oleh efisiensi tata kelola penyerapan dana murah syariah yang sukses menekan Cost of Fund (CoF) BRIS menuju level yang kompetitif di kancah industri perbankan tanah air.

 Pada saat bel penutupan transaksi dibunyikan, saham BRIS berakhir menguat 5 persen menuju level Rp1.785 per lembar saham.

Kondisi hijau ini turut menular pada saham-saham perbankan lainnya, di antaranya BBRI yang terangkat 1,42 persen menuju Rp2.850, BMRI terapresiasi 0,76 persen ke posisi Rp4.000, dan BBNI merosot naik 0,90 persen ke angka Rp3.350. 

Pergerakan positif ini berjalan beriringan dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang menyudahi perdagangan dengan lonjakan 115,16 poin atau 1,96 persen ke posisi 5.999.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua