Rekomendasi Saham Pilihan yang Diuntungkan Musim Libur Sekolah

IB
Ibtihal

Editor: Mazroh Atul Jannah

Jumat, 26 Juni 2026
 Rekomendasi Saham Pilihan yang Diuntungkan Musim Libur Sekolah
Pegawai mengamati data harga saham menggunakan gawai. (Fotot: bisnis.com)

JAKARTA – Masa libur sekolah di pertengahan tahun diprediksi bakal menjadi stimulus positif bagi jajaran emiten pada sektor konsumsi, ritel, transportasi, sampai dengan pariwisata. 

Melonjaknya mobilitas warga serta intensitas belanja keluarga di sepanjang masa libur dianggap berpeluang mendongkrak performa keuangan emiten yang beririsan langsung dengan sektor belanja rekreasi.

Analis Phintraco Sekuritas, Alrich Paskalis, menyatakan bahwa libur sekolah adalah katalis musiman yang secara historis mampu mendorong konsumsi masyarakat. 

"Permintaan terhadap transportasi, akomodasi, makanan dan minuman, pusat perbelanjaan hingga tempat hiburan biasanya meningkat selama periode liburan sekolah," ujarnya, sebagaimana dilansir dari sumber berita.

Alrich memberikan pandangan bahwa situasi ini berpeluang menyumbang andil positif bagi profit emiten pada sektor terkait, walaupun efeknya jamak baru kelihatan pada laporan kinerja kuartalan. 

Berbagai sektor yang diestimasikan bakal meraup berkah utama di antaranya ialah klaster transportasi dan jalan tol lewat emiten penopang seperti BIRD serta JSMR.

Di sisi lain, sektor konsumsi dan ritel pun diperkirakan bakal menikmati berkah lonjakan permintaan untuk produk-produk discretionary semisal baju, sepatu, serta peralatan gaya hidup dengan keterlibatan emiten seperti MAPI, MAPA, dan ACES. 

Dari pihak Phintraco Sekuritas melayangkan anjuran beli (buy) untuk saham PT Jasa Marga Tbk. (JSMR) lewat zona entri di atas level Rp2.900 per saham.

Analis Mirae Asset Sekuritas, Rully, menyebut libur sekolah dapat menopang konsumsi rumah tangga di tengah sentimen global. 

"Secara domestik, momen libur sekolah biasanya mendukung konsumsi rumah tangga, terutama di sektor pariwisata, transportasi, ritel, dan makanan-minuman karena ada peningkatan aktivitas bepergian dan belanja keluarga," ujarnya, sebagaimana dilansir dari sumber berita.

Walau begitu, Rully berpendapat efek positif yang dihasilkan tersebut tidak tergolong spektakuler, namun lumayan membantu mengganjal penurunan sentimen pasar yang dipicu oleh aspek eksternal. 

Perusahaan yang jamak menikmati sentimen periodik ini merupakan korporasi yang terafiliasi langsung dengan bidang pariwisata serta ritel seperti MAPI dan AMRT.

Jajaran analis turut memberikan rambu-rambu kepada investor agar tidak semata bersandar pada sentimen musiman saja, mengingat tingkat konsumsi bakal berbalik ke ritme normal usai masa libur berakhir. 

"Tantangan terbesar setelah periode libur sekolah adalah normalisasi permintaan. Aktivitas konsumsi dan mobilitas yang meningkat selama masa liburan berpotensi kembali ke level normal pada bulan berikutnya," ujar Alrich, sebagaimana dilansir dari sumber berita.

Rully memberikan catatan tambahan bahwa kompas pergerakan pasar ke depan masih bakal disetir oleh aspek eksternal, contohnya fluktuasi mata uang dolar AS, regulasi suku bunga di kancah global, hingga aliran dana investasi asing. 

Pelaku investasi dianjurkan mengoptimalkan saham-saham yang kecipratan momentum liburan ini demi kebutuhan transaksi jangka pendek, tetapi harus tetap berkiblat pada fondasi fundamental yang kokoh untuk penempatan dana jangka menengah hingga panjang.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua