Harga Sembako Jawa Timur Hari Ini 25 Juni 2026, Beras dan Minyak Naik
SURABAYA - Nilai jual sembako di Jawa Timur (Jatim) terus memperlihatkan fluktuasi dari waktu ke waktu. Pada hari ini, tarif seluruh varian beras, semua macam minyak goreng, serta gas elpiji merangkak naik.
Sebaliknya, nilai jual daging ayam kampung, telur ayam kampung, dan seluruh jenis cabai justru mengalami penurunan.
Mengawasi pergerakan harga sembako saban hari menjadi aktivitas yang tidak boleh dilewatkan. Di samping mempermudah masyarakat dalam menyusun anggaran belanja harian, data ini juga krusial guna menjaga kestabilan pengeluaran rumah tangga supaya tidak membengkak di tengah kondisi harga yang tidak pasti.
Sembako merupakan kependekan dari sembilan bahan pokok. Sembako menjadi kebutuhan primer yang diperlukan masyarakat sehari-hari demi mencukupi kebutuhan gizi serta keperluan rumah tangga lainnya.
Sembilan macam kebutuhan utama masyarakat tersebut mencakup beras, gula pasir, minyak goreng dan mentega, daging sapi dan daging ayam, telur ayam, susu, bawang merah dan bawang putih, gas elpiji dan minyak tanah, serta garam.
Di luar sembilan komoditas inti tersebut, tarif kebutuhan dapur yang tidak kalah krusial ialah cabai.
Berikut rincian harga sembako terbaru di Jawa Timur, Kamis 25 Juni 2026, yang dihimpun dari sistem informasi ketersediaan dan perkembangan harga bahan pokok (Siskaperbapo) di Jawa Timur:
- Beras Premium: Rp 15.009/kg
- Beras Medium: Rp 12.944/kg
- Gula kristal putih: Rp 17.190/kg
- Minyak goreng curah: Rp 20.775/kg
- Minyak goreng kemasan premium: Rp 22.097/liter
- Minyak goreng kemasan sederhana: Rp 18.653/liter
- Minyak goreng Minyakita: Rp 16.360/liter
- Daging sapi paha belakang: Rp 124.926/kg
- Daging ayam ras: Rp 31.443/kg
- Daging ayam kampung: Rp 69.282/kg
- Telur ayam ras: Rp 24.671/kg
- Telur ayam kampung: Rp 44.907/kg
- Susu kental manis merek Bendera: Rp 12.592 370 gr/kl
- Susu kental manis merek Indomilk: Rp 12.563 370 gr/kl
- Susu bubuk merek Bendera: Rp 41.133 400 gr/dos
- Susu bubuk merek Indomilk: Rp 40.124 400 gr/dos
- Garam bata: Rp 1.826
- Garam halus: Rp 9.040/kg
- Cabai merah keriting: Rp 33.780/kg
- Cabai merah besar: Rp 32.618/kg
- Cabai rawit merah: Rp 43.428/kg
- Bawang merah: Rp 39.631/kg
- Bawang putih: Rp 34.865/kg
- Gas elpiji: Rp 20.017
Mengacu pada pergerakan harga sembako di Jawa Timur (Jatim) hari ini, beras premium merangkak naik Rp 49 atau 0,32%, beras medium menanjak Rp 5 atau 0,04%, minyak goreng curah melompat Rp 332 atau 1,62%.
Selanjutnya, minyak goreng premium naik Rp 316 atau 1,45%, minyak goreng kemasan sederhana bertambah Rp 32 atau 0,17%, Minyakita naik Rp 33 atau 0,20%, gas elpiji naik Rp 151 atau 0,76%.
Di sisi lain, daging ayam kampung merosot Rp 1.132 atau 1,61 persen, telur ayam kampung menyusut Rp 1.246 atau 2,70 persen, cabai merah keriting terpangkas Rp 1.055 atau 3,03%, cabai merah besar melorot Rp 1.789 atau 5,20%, cabai rawit merah turun Rp 1.994 atau 4,39%.
Faktor Perubahan Harga Sembako
Dinamika tarif sembako distimulasi oleh beragam unsur. Mulai dari ongkos produksi, regulasi pemerintah, nilai tukar mata uang, hingga aspek cuaca. Berikut beberapa indikator yang memengaruhi naik dan turunnya nilai sembako:
- Apabila permintaan menanjak namun ketersediaan tetap atau menyusut, harga cenderung merangkak naik. Sebaliknya, jika pasokan lebih melimpah daripada permintaan, harga berpotensi turun.
- Cuaca ekstrem, bencana alam, ataupun dinamika musim dapat mengganggu produktivitas sektor pertanian. Minimnya pasokan imbas cuaca buruk memicu lonjakan harga.
- Regulasi impor, subsidi, pajak, atau aturan lain yang diterbitkan pemerintah dapat mengintervensi nilai sembako. Contohnya, pembatasan kuota impor atau dinamika instrumen pajak.
- Lonjakan harga bahan baku, pupuk, bahan bakar, ataupun upah pekerja dapat melambungkan ongkos produksi serta logistik, yang pada akhirnya memengaruhi harga sembako.
- Fluktuasi nilai tukar mata uang, utamanya bila bahan pokok diperoleh lewat jalur impor, dapat mengintervensi harga. Pelemahan mata uang lokal akan membuat komoditas impor menjadi lebih mahal.
- Tingkat inflasi yang tinggi cenderung memicu lonjakan harga sembako imbas meningkatnya biaya barang dan jasa. Kondisi ekonomi yang labil dapat memperkeruh keadaan.
- Hambatan pada jalur distribusi seperti kemacetan, aksi mogok, atau kendala logistik lainnya dapat memicu keterlambatan pengiriman, memangkas pasokan, hingga menaikkan harga.
Rentetan faktor ini memicu nilai jual sembako kerap berubah-ubah, sehingga memerlukan pengawasan serta langkah strategis yang tepat demi menjaga stabilitas pasar. Nilai sembako juga berpotensi bervariasi di tiap-tiap pasar. Angka di atas merupakan representasi harga rata-rata di wilayah Jawa Timur.