Jahja Anwar Resmi Ditunjuk Sebagai Direktur Utama Baru CFIN

IB
Ibtihal

Editor: Mazroh Atul Jannah

Selasa, 23 Juni 2026
Jahja Anwar Resmi Ditunjuk Sebagai Direktur Utama Baru CFIN
PT Clipan Finance Indonesia Tbk (Foto: CFIN)

JAKARTA – PT Clipan Finance Indonesia Tbk (CFIN) secara resmi menetapkan Jahja Anwar sebagai pucuk pimpinan baru perseroan. 

Jahja akan menempati posisi Direktur Utama untuk menggantikan Harjanto Tjitohardjojo yang meletakkan jabatannya seiring selesainya masa pengabdian selama lima tahun.

Melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang diselenggarakan pada Kamis (18/6/2026), perusahaan pembiayaan yang bernaung di bawah bendera Panin Group tersebut menyetujui penunjukan Jahja Anwar sebagai direktur utama yang baru.

Walau demikian, jabatan tersebut baru akan dinyatakan berlaku efektif setelah memperoleh izin formal dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), menimbang status Clipan Finance selaku penyedia jasa keuangan. 

Jahja diharuskan mengikuti uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) terlebih dahulu sebelum memperoleh restu dari pihak regulator.

Sosok Jahja sejatinya bukan orang baru di internal Clipan Finance. Ia telah bergabung bersama perseroan semenjak tahun 2012 dengan memegang posisi Executive Vice President (EVP). 

Memasuki tahun 2013, ia dipercaya mengisi kursi direktur perseroan hingga tahun 2026.

Berbeda dengan figur pendahulunya yang mengantongi rekam jejak panjang di Astra Group, Jahja yang memiliki usia lebih senior ketimbang Harjanto mengantongi pengalaman yang kaya di sektor industri jasa keuangan. 

Ia merupakan lulusan dari DePaul University of Chicago, AS pada tahun 1990.

Perjalanan kariernya di bidang keuangan dirintis di PT Bank Central Asia Tbk (BCA), sebelum akhirnya pindah ke PT Lippo Bank pada tahun 1998. 

Di kala krisis mendera Indonesia, ia memutuskan berhijrah ke AS guna meniti karier di PT Union Bank of California pada tahun 1999.

Pria yang saat ini memasuki usia 62 tahun itu juga sempat tercatat menjalani karier di Wells Fargo Bank dengan memegang posisi sebagai Country Manager sebelum akhirnya melabuhkan karier di Clipan Finance (2004-2012). 

Jauh sebelum rentang waktu tersebut, ia pun pernah mengabdi di Bank of New York dengan posisi yang sama selaku Country Manager.

Meskipun usianya sudah tidak muda lagi, modal rekam jejak serta pengalaman mentereng yang dikantongi Jahja dinilai menjadi poin krusial baginya dalam mengomandoi Clipan Finance mengarungi ketatnya peta persaingan di industri pembiayaan yang penuh tantangan.

Pada tahun 2026, Clipan Finance mematok target untuk penyaluran pembiayaan baru dapat menyentuh angka Rp5,8 triliun, atau memperlihatkan pertumbuhan sebesar 17 persen jika disandingkan dengan perolehan tahun 2025 yang tercatat sebesar Rp4,9 triliun.

Sektor pendapatan bersih pun ditargetkan melonjak 5 persen menuju level Rp1,7 triliun, dibarengi perkiraan pertumbuhan laba bersih secara moderat yang dibidik menyentuh Rp223 miliar.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua