Proses IPO EMMI: Tawarkan 522,86 Juta Saham Baru, Cek Jadwalnya
JAKARTA – PT Esa Medika Mandiri Tbk (EMMI) yang memfokuskan bisnis pada area distribusi peranti kesehatan serta laboratorium saat ini tengah mengawali fase tahapan penawaran umum perdana saham atau initial public offering.
Korporasi telah mematok rentang tarif penawaran umum perdana saham tersebut pada nominal Rp446 sampai dengan Rp515 untuk tiap helai sahamnya.
Merujuk data prospektus ringkas yang dipublikasikan pada harian Bisnis Indonesia, manajemen EMMI bakal melepas sebanyak-banyaknya 522,86 juta helai saham anyar atau setara dengan 30% dari total modal ditempatkan dan disetor penuh setelah agenda IPO rampung.
Melalui rentang tarif tersebut, korporasi berpeluang menghimpun modal segar mencapai Rp269,27 miliar.
Fase penawaran awal atau bookbuilding bakal dilangsungkan pada periode 22-24 Juni 2026, untuk kemudian diteruskan dengan perolehan status pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada tanggal 30 Juni 2026.
Tahapan penawaran umum dijadwalkan bergulir pada 2-6 Juli 2026, sedangkan agenda pencatatan perdana saham pada papan Bursa Efek Indonesia (BEI) direncanakan bertempat pada tanggal 8 Juli 2026.
Korporasi pun turut mencadangkan sebanyak-banyaknya 52,29 juta helai saham atau berkisar 10% dari total saham yang dilepas guna menyokong program Employee Stock Allocation (ESA). PT BRI Danareksa Sekuritas beserta PT Ina Sekuritas Indonesia bertindak selaku pihak penjamin pelaksana emisi efek lewat sistem full commitment.
Linimasa pelaksanaan IPO PT Esa Medika Mandiri Tbk (EMMI) dijadwalkan sebagai berikut:
- Masa Penawaran Awal (Bookbuilding): 22–24 Juni 2026
- Tanggal Efektif dari OJK: 30 Juni 2026
- Masa Penawaran Umum Perdana Saham: 2–6 Juli 2026
- Tanggal Penjatahan: 6 Juli 2026
- Tanggal Distribusi Saham Secara Elektronik: 7 Juli 2026
- Tanggal Pencatatan Saham di Bursa Efek Indonesia (BEI): 8 Juli 2026
EMMI merupakan perusahaan yang mengoperasikan lini bisnis di sektor niaga besar peranti laboratorium, peranti farmasi, serta peranti kedokteran guna keperluan manusia.
Aktivitas operasional korporasi ditopang lewat keberadaan satu kantor pusat, dua unit fasilitas pabrik, empat kantor perwakilan, beserta jajaran tenaga pemasaran yang tersebar pada pelbagai wilayah di Indonesia.
Bukan sekadar bertindak sebagai penyalur, EMMI memegang lisensi eksklusif untuk sejumlah produk teknologi medis skala global di tanah air.
Pihak korporasi pun menyodorkan layanan purna jual bagi institusi rumah sakit serta fasilitas kesehatan demi menyokong kelancaran operasional para pelanggannya.
Jajaran direksi memaparkan bahwa seluruh perolehan dana hasil IPO pasca dikurangi ongkos emisi bakal dialokasikan guna memperkokoh struktur permodalan sekaligus menyokong langkah ekspansi usaha. Nominal Rp50 miliar disiapkan guna penyelesaian sebagian pokok utang pinjaman korporasi.
Berkisar 11,8% dari dana IPO bakal dialokasikan bagi belanja modal berupa pendirian bangunan pabrik di wilayah Cikupa, Kabupaten Tangerang. Sementara berkisar 68,7% dari dana tersebut bakal dipergunakan sebagai pos modal kerja, meliputi belanja barang penunjang proyek serta pengadaan bahan mentah dan stok persediaan.
Pasca agenda IPO dan program ESA tuntas, kepemilikan saham oleh publik diproyeksikan berada di kisaran 27% dari jumlah modal ditempatkan dan disetor penuh. Struktur pemegang saham pengendali dipastikan bertahan di bawah kendali keluarga Widjaja, yakni Surya Gunawan Widjaja, Andrew Ignatius Widjaja, Florian Chris Widjaja, Andrian Matthew Widjaja, beserta Eddy Lie.
Mengacu pada struktur permodalan proforma, kuantitas saham beredar milik EMMI bakal merangkak naik dari posisi awal 1,22 miliar helai saham menuju angka 1,74 miliar helai saham pasca penawaran umum selesai digulirkan.
Konfigurasi pemilik saham sebelum dan sesudah pelaksanaan IPO:
- Sebelum IPO: Surya Gunawan Widjaja (30%), Andrew Ignatius Widjaja (23%), Florian Chris Widjaja (16%), Andrian Matthew Widjaja (16%), Eddy Lie (15%).
- Sesudah IPO: Surya Gunawan Widjaja (21%), Andrew Ignatius Widjaja (16%), Florian Chris Widjaja (11%), Andrian Matthew Widjaja (11%), Eddy Lie (10%), Masyarakat (27%), ESA (3%).
Rincian Detail IPO EMMI:
- Kuantitas saham: Maksimal 522.857.000 helai saham anyar.
- Porsi kepemilikan saham: 30% dari modal ditempatkan dan disetor penuh pasca IPO.
- Tarif penawaran: Rp446–Rp515 untuk tiap helai saham.
- Potensi perolehan dana: Mencapai Rp269,27 miliar.
- Porsi alokasi ESA: Maksimal 52.285.700 helai saham atau setara 10% dari saham yang dilepas.
- Pihak penjamin: PT BRI Danareksa Sekuritas dan PT Ina Sekuritas Indonesia.