Harga CPO Berpotensi Menguat Terbatas di Rentang Baru

IB
Ibtihal

Editor: Mazroh Atul Jannah

Senin, 22 Juni 2026
 Harga CPO Berpotensi Menguat Terbatas di Rentang Baru
Pekerja memeriksa kualitas buah sawit di sebuah tempat jual beli tanda buah segar (RAM).(Foto: ANTARA)

JAKARTA – Nilai jual crude palm oil (CPO) pada Bursa Malaysia Derivatives diproyeksikan bakal mengalami fluktuasi dalam rentang yang sempit selama sepekan ke depan, menyusul mulai kondusifnya situasi geopolitik di wilayah Asia Barat.

Melansir data Bernama, beberapa praktisi pasar memprediksi CPO akan ditransaksikan pada kisaran 4.200 - 4.300 Ringgit Malaysia per ton, walaupun sejumlah pengamat tetap melihat adanya peluang apresiasi yang minim.

Senior palm oil trader Interband Group of Companies Jim Teh mengatakan, pasar CPO sebelumnya sempat mendapatkan dorongan dari konflik geopolitik yang meningkatkan spekulasi di pasar komoditas, termasuk energi.

“CPO menjadi salah satu aset yang diuntungkan dari reli berbasis konflik di pasar komoditas,” ujarnya.

Akan tetapi, nilai jual minyak mentah saat ini sudah mengalami penurunan hingga kisaran US$ 80 per barel, yang berimplikasi pada berkurangnya sokongan energi terhadap kenaikan nilai jual CPO.

Di sisi lain, proprietary trader Iceberg X Sdn Bhd David Ng berpendapat, nilai jual CPO masih memiliki kans untuk berfluktuasi dengan kecenderungan positif yang minim di tengah tingginya harga energi saat ini serta tingkat serapan yang masih kokoh.

Ia memproyeksikan nilai jual CPO bakal berfluktuasi dalam rentang 4.550 - 4.750 Ringgit Malaysia per ton untuk kurun waktu ke depan.

Merujuk pada data transaksi mingguan (Jumat ke Jumat), instrumen berjangka CPO untuk periode Juli 2026 terpantau melonjak 159 Ringgit Malaysia menuju angka 4.594 Ringgit Malaysia per ton.

Untuk periode Agustus 2026 mengalami apresiasi sebesar 147 Ringgit Malaysia menuju angka 4.622 Ringgit Malaysia per ton, sedangkan untuk periode September 2026 terkerek naik 135 Ringgit Malaysia menuju angka 4.646 Ringgit Malaysia per ton.

Sementara pada periode Oktober 2026, nilainya terangkat sebesar 124 Ringgit Malaysia menuju angka 4.668 Ringgit Malaysia per ton. 

Untuk periode November 2026 mengalami lonjakan sebesar 118 Ringgit Malaysia menuju angka 4.689 Ringgit Malaysia per ton, dan untuk periode Desember 2026 tertahan pada posisi 4.710 Ringgit Malaysia per ton.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua