Transaksi Mata Uang Lokal RI-China Tembus Rp233,7 T dalam 4 Bulan

IB
Ibtihal

Editor: Mazroh Atul Jannah

Jumat, 19 Juni 2026
Transaksi Mata Uang Lokal RI-China Tembus Rp233,7 T dalam 4 Bulan
Ilustrasi mata uang yuan China. (Foto: PIXABAY)

JAKARTA – Bank Indonesia (BI) merekam eskalasi pertumbuhan yang amat krusial dalam pemanfaatan sistem Local Currency Transaction (LCT) atau penyelesaian transaksi dagang lewat mata uang lokal antara pihak Indonesia dan China. 

Hanya dalam rentang waktu empat bulan pertama atau hingga penghujung April 2026, nilai transaksi bilateral dengan memanfaatkan rupiah serta renminbi (yuan) terpantau telah menyentuh nominal USD13 miliar atau setara Rp233,75 triliun (kurs Rp17.981 per USD).

Gubernur BI Perry Warjiyo memaparkan bahwa perolehan tersebut memperlihatkan akselerasi yang melesat sangat cepat. Sebagai bahan perbandingan, realisasi pemanfaatan mata uang lokal di sepanjang tahun kemarin secara keseluruhan hanya bertengger di angka USD18 miliar.

“Alhamdulillah, Puji Tuhan, bahwa local currency transaction antara Indonesia dengan China sangat besar. Tahun lalu secara keseluruhan USD18 miliar, tahun ini 4 bulan saja telah mencapai USD13 miliar,” kata Perry dalam konferensi pers RDG BI Bulanan di Jakarta, Kamis (18/6/2026).

Menurut pandangan Perry, pengaplikasian mata uang lokal pada sektor perdagangan serta aktivitas investasi ini memberikan profit besar untuk para pelaku bisnis di kedua wilayah, terutama dalam mereduksi ketergantungan atas dolar Amerika Serikat (AS). 

Pola diversifikasi transaksi berskala internasional ini bakal konsisten diperkuat demi menyokong stabilitas moneter dalam negeri.

Lewat mekanisme skema LCT, segala macam jenis transaksi komersial saat ini bisa dirampungkan secara langsung tanpa perlu mengonversi ke dolar AS sebagai mata uang perantara (vehicle currency).

“Dan ini sejalan dengan garis kebijakan China untuk internasionalisasi renminbi. Local currency transaction,” kata Perry.

Demi mendukung penguatan tren ini, BI pun agresif melebarkan interkoneksi sistem pembayaran lintas negara untuk mempermudah penyelesaian transaksi secara menyeluruh dari sektor hulu hingga ke hilir. 

Selain dengan pihak China, jalinan kemitraan serupa juga gencar dijalankan bersama negara Jepang, Korea Selatan, serta beberapa wilayah di kawasan ASEAN.

Bank sentral memberikan penegasan bahwa reliabilitas infrastruktur sistem pembayaran merupakan fondasi krusial dalam menopang lalu lintas keuangan antarnegara. 

Oleh sebab itu, perluasan jaringan konektivitas ini digarap secara intensif, mulai dari penerapan QRIS untuk kebutuhan transaksi ritel hingga maksimalisasi sistem Real Time Gross Settlement (RTGS) untuk pemindahan dana dalam skala besar.

Perry turut melayangkan apresiasi tinggi atas capaian PT Bank Mandiri (Persero) Tbk bersama tiga perbankan asal China yang saat ini telah terhubung secara langsung dengan sistem pembayaran wholesale China lewat jejaring Cross-Border Interbank Payment System (CIPS).

“Jadi kerjasama sistem pembayaran menjadi sangat-sagamg penting dan ini salah satu kemajuan bahwa penyelesaian transaksi antara Indonesia dengan China tidak hanya sudah local currency, tapi juga penyelesaiannya melalui infrastruktur sistem pembayaran yang end-to-end dari depan sampai ke belakang,” kata dia.

Lebih lanjut, arah tren positif pemanfaatan LCT ini dinilai memicu dampak turunan yang impresif bagi agenda pendalaman pasar uang serta pasar valuta asing (valas) domestik.

Saat ini, ketersediaan likuiditas transaksi langsung rupiah-renminbi di pasar dalam negeri telah berkembang sangat pesat, baik untuk keperluan transaksi tunai (cash), transaksi spot, hingga penempatan pada instrumen lindung nilai (hedging) layaknya forward serta Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF).

Seluruh cakupan lini transaksi tersebut bisa diakses oleh publik melewati jaringan bank domestik maupun lembaga keuangan yang telah mengantongi penunjukan resmi dari Bank Sentral China (Appointed Cross Currency Dealer/ACCD). 

Menariknya, jalinan pasar rupiah-renminbi saat ini telah terhubung langsung secara terintegrasi dengan daratan China sampai ke Hong Kong.

“Jadi transaksi rupiah, transaksi ekonomi, perdagangan dan didukung oleh kerjasama lokal currency dimanfaat di dalam negeri rupiah, Tiongkok dan melalui instrumen dan kerjasama lokal currency,” ujar Perry.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua