IHSG Senin Ini Berpeluang Variatif, Intip Rekomendasi Sahamnya

IB
Ibtihal

Editor: Mazroh Atul Jannah

Senin, 15 Juni 2026
IHSG Senin Ini Berpeluang Variatif, Intip Rekomendasi Sahamnya
Karyawan mengamati layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI. (Foto: ANTARA)

JAKARTA - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir di zona hijau dengan lonjakan sebesar 121,62 poin atau melesat 2,07% menuju posisi 6.007,65 pada penutupan sesi transaksi Jumat (12/6/2026). 

Pengamat Pasar Modal sekaligus Founder WH-Project, William Hartanto memaparkan, berdasarkan analisis teknikal, pergerakan IHSG saat ini masih berada dalam fase pengujian area psikologis 6.000. 

Wilayah ini dinilai belum sepenuhnya berhasil dilewati secara meyakinkan meski pada perdagangan akhir pekan lalu indeks sudah parkir sedikit di atas angka tersebut.

Di samping itu, peta pergerakan IHSG dinilai belum memperlihatkan sinyal pembalikan arah (reversal) yang utuh lantaran secara tren besar masih tampak melemah. 

Area resistance yang menjadi indikator utama pembalikan arah berada di posisi 6.200. Munculnya pola Shooting Star pada candle IHSG di hari Jumat kemarin mengindikasikan hadirnya beban jual yang dipicu oleh aksi ambil untung (profit taking). 

"Bisa disimpulkan peluang IHSG untuk melanjutkan penguatan masih terbuka. Namun di awal pekan kemungkinan masih mixed karena adanya pengujian level psikologis 6.000," kata William, Minggu (14/6/2026).

William turut mengestimasi laju IHSG akan bergulir pada rentang level 5.914-6.100 untuk sesi perdagangan Senin (15/6/2026). 

Menilik dari sisi pilihan saham, ia menganjurkan opsi buy untuk saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dengan target harga di kisaran Rp 162-Rp 166, serta buy untuk saham PT Fore Kopi Indonesia Tbk (FORE) dengan acuan target harga di level Rp 760-Rp 800 per saham.

Pada kesempatan terpisah, Head of Research and Education Phintraco Sekuritas Valdy Kurniawan memproyeksikan bahwa IHSG memiliki ruang untuk bergerak pada area support 5.900-6.000 dan rentang resistance 6.150-6.220 sepanjang pekan ini.

"Secara teknikal, MACD membentuk Golden Cross sehingga terjadi pembentukan histogram positif, namun Stochastic RSI berada di area overbought dan berpotensi terjadi Death Cross," tulis Valdy dalam risetnya, Jumat (12/6/2026) lalu.

Melihat dari aspek sentimen market, para pelaku pasar tengah mengantisipasi rilis hasil RDG Bank Indonesia (18/6). Di mana berdasarkan data konsensus pasar, bank sentral diperkirakan bakal mengerek naik suku bunga BI Rate sebesar 25 bps ke level 5,75%.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua