Sentimen Negatif Tekan IHSG, Cek Strategi dan Rekomendasi Saham

IB
Ibtihal

Editor: Mazroh Atul Jannah

Senin, 08 Juni 2026
Sentimen Negatif Tekan IHSG, Cek Strategi dan Rekomendasi Saham
Karyawan mengamati layar monitor perdagangan saham BEI. (Foto: kontan.co.id)

JAKARTA – Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih terjebak dalam tren penurunan atau bearish yang cukup mendalam. 

Hal ini tecermin dari pergerakan melemah yang terus berlanjut tanpa menunjukkan adanya indikasi pembalikan arah (reversal) yang kuat.

Melihat kondisi pasar terkini, Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT), Hari Rachmansyah, menyatakan bahwa pilihan paling bijak bagi para pelaku pasar saat ini adalah mengutamakan pengamanan modal.

Strategi tersebut bisa diterapkan dengan membatasi kepemilikan pada saham-saham lapis ketiga atau berkapitalisasi kecil dan menengah yang minim likuiditas. 

Selain itu, pemodal diimbau tidak tergesa-gesa melakukan pembelian rata-rata bawah (averaging down) secara masif sebelum posisi nilai tukar rupiah stabil dan muncul sinyal kuat terbentuknya landasan harga saham yang kokoh.

Bagi pemegang saham berorientasi jangka menengah, Hari menganjurkan untuk memanfaatkan momentum pergerakan pasar ini dengan memantau secara selektif saham-saham berkapitalisasi besar (big caps). 

Fokus utama diarahkan pada sektor industri perbankan serta consumer staples yang posisi valuasinya secara historis sudah tergolong murah dan menarik.

Dia juga memberikan saran agar proses akumulasi saham dilakukan secara bertahap dalam volume yang terukur, sembari mengamati kejelasan arah kebijakan suku bunga dari Bank Indonesia.

“Secara fundamental, IHSG masih berada dalam tekanan yang cukup berat memasuki pekan 8–12 Juni 2026, di mana kombinasi inflasi Mei yang melampaui ekspektasi (3,08% yoy), Rupiah yang telah menembus Rp18.000, dan total net foreign sell year to date yang telah mencapai Rp60,8 triliun mencerminkan erosi kepercayaan investor yang sistemik,” tulis Hari dalam risetnya, Senin (8/6/2026) sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Hari pun memaparkan bahwa ada deretan sentimen dari dalam negeri yang wajib dipantau secara saksama, di antaranya rilis data cadangan devisa periode Mei 2026 pada Senin (8/6), indeks keyakinan konsumen Mei pada Rabu (10/6), hingga angka penjualan eceran periode April pada Kamis (11/6).

Publikasi data perekonomian tersebut bakal menjadi parameter awal untuk mengukur kekuatan daya beli masyarakat serta ketahanan sektor eksternal Indonesia. 

Apabila perolehan cadangan devisa menyusut, kondisi ini berisiko memperparah kekhawatiran pelaku pasar terhadap amunisi Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah yang telah melewati level Rp18.000.

Berikut adalah daftar saham rekomendasi dari IPOT: 

  1. PT Timah Tbk (TINS) Rekomendasi: Buy Entry: Rp 3.150 Target harga: Rp 3.340 Stop loss: Rp 3.050 Analisa: Emiten PT Timah Tbk (TINS) bertahan di atas level support 2900 dan berhasil bertahan di atas EMA5 sehingga layak ditradingkan pekan ini.
  2. PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) Rekomendasi: Buy Entry: Rp 675 Target harga: Rp 715 Stop loss: Rp 655 Analisa: Emiten PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) berpotensi reversal di level EMA5 dan berpotensi juga membentuk pola uptrend sehingga layak ditradingkan pada pekan ini.
  3. PT Ketrosden Triasmitra Tbk (KETR) Rekomendasi: Buy Entry: Rp 560 Target harga: Rp 600 Stop loss: Rp 540 Analisa: Emiten PT Ketrosden Triasmitra Tbk (KETR) memperlihatkan pola uptrend dan dalam sepekan terakhir bergerak volatile di antara EMA5 hingga EMA50 sehingga layak ditradingkan pekan ini.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua