IHSG Hari Ini Senin 8 Juni 2026 Rawan Melemah, Cek Rekomendasi Saham

IB
Ibtihal

Editor: Mazroh Atul Jannah

Senin, 08 Juni 2026
 IHSG Hari Ini Senin 8 Juni 2026 Rawan Melemah, Cek Rekomendasi Saham
Ilustrasi IHSG Melemah. (Foto: net)

JAKARTA — Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih memiliki risiko besar untuk meneruskan tren penurunan pada pembukaan pekan ini, Senin (8/6/2026). 

Tingginya tekanan jual yang terjadi di pasar modal dalam negeri menyebabkan indeks dinilai rentan untuk menguji titik support psikologis yang baru. 

Berdasarkan riset dari MNC Sekuritas, pada penutupan transaksi sebelumnya, IHSG kembali mengalami kemerosotan sebesar 4,20% ke posisi 5.594 akibat dominasi aksi jual yang masih sangat kuat. 

Jika diakumulasikan dalam kurun waktu sepekan, kinerja indeks sudah merosot hingga 8,69% yang diiringi oleh naiknya volume distribusi atau tekanan jual. Tim analis MNC Sekuritas memaparkan bahwa lewat analisis teknikal, posisi IHSG saat ini sedang berada pada bagian dari wave (v) dari wave (v)

dari wave 5. “Hal ini berarti, IHSG masih rawan melanjutkan downtrend-nya ke rentang 5.395–5.412 sekaligus untuk menutup area gap yang terbentuk dan MA200 secara bulanan,” jelasnya dalam laporan riset harian yang dirilis Minggu (7/6/2026).

Mengacu pada data statistik mingguan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk masa perdagangan 2 – 5 Juni 2026, indeks komposit ini mengalami penurunan sebesar 8,69% menuju level 5.594,76 dari posisi penutupan pekan sebelumnya di angka 6.127,38. Kemunduran tersebut juga membuat kapitalisasi pasar bursa menyusut sebesar 8,59% hingga menjadi Rp9.807 triliun.

Apabila dikomparasikan dengan bursa saham global lainnya, kemerosotan yang dialami IHSG tercatat sebagai yang paling dalam di dunia. Penurunan ini melaju jauh melampaui tekanan yang menimpa Tel Aviv 35 Index di Israel (-4,26%) serta KOSPI Index di Korea Selatan (-3,72%).

Di lain pihak, sejumlah bursa utama dunia justru memperlihatkan pergerakan yang jauh lebih stabil. Sebagai contoh, SSE Composite RRC terkoreksi tipis 1%, Hang Seng Hong Kong melemah 0,88%, sementara S&P BSE SENSEX India tergerus 0,73% dalam sepekan. Kebalikannya, bursa saham Amerika Serikat (AS) lewat indeks Dow Jones Industrial Average justru melesat ke zona positif dengan membukukan penguatan sebesar 1,04%.

Menghadapi perdagangan hari ini, MNC Sekuritas menentukan titik support indeks komposit berada pada level 5.517 dan 5.381. Di sisi lain, batas resistance diperkirakan bakal berada dalam kisaran 5.941 sampai 6.588. Di tengah ancaman koreksi yang masih terus mengintai, MNC Sekuritas membagikan beberapa pilihan saham secara teknikal yang menarik untuk diperhatikan.

PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) - Buy on Weakness 

Saham ANTM ditutup menyusut 0,36% ke posisi 2.750 pada sesi perdagangan terakhir yang dibarengi dengan hadirnya tekanan jual. 

Posisi dari saham emiten tambang logam ini dinilai sedang berada di fase awal wave 4 dari wave (C), sehingga para pelaku pasar dapat menggunakan momen koreksi ini untuk melakukan akumulasi pembelian.

  • Buy on Weakness: Rp2.690 – Rp2.740
  • Target Price: Rp3.020, Rp3.200
  • Stoploss: di bawah Rp2.630

PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS) – Buy on Weakness 

Saham BRMS mengakhiri sesi di level 510 atau mengalami penurunan sebesar 1,92% dan posisinya masih dikuasai oleh tekanan jual. 

Tim analis mengestimasi bahwa posisi saham BRMS pada saat ini tengah berada di bagian awal dari wave 4 dari wave (C).

  • Buy on Weakness: Rp494 – Rp510
  • Target Price: Rp610, Rp660
  • Stoploss: di bawah Rp482

PT Merdeka Battery Materials Tbk. (MBMA) – Buy on Weakness 

Berbanding terbalik dengan saham sejenisnya, MBMA justru sukses bergerak menguat sebesar 0,46% menuju level 434 yang dibarengi dengan munculnya peningkatan volume pembelian. Posisi MBMA diproyeksikan sedang berada di bagian dari wave dari wave C dari wave (B).

  • Buy on Weakness: Rp390 – Rp418
  • Target Price: Rp472, Rp520
  • Stoploss: di bawah Rp374

PT Daaz Bara Lestari Tbk. (DAAZ) – Sell on Strength

 Saham DAAZ bergerak melonjak hingga 7,60% ke level 1.840 dan didominasi oleh adanya volume pembelian, namun laju kenaikannya tersebut tertahan oleh garis MA20. 

Mempertimbangkan posisinya yang berada di bagian dari wave 5 dari wave (C), DAAZ dinilai memiliki risiko untuk berbalik melemah ke kisaran area 860–1.135, dengan demikian para investor disarankan untuk melakukan taking profit.

  • Sell on Strength: Rp1.930 – Rp2.070

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua