CNAF Salurkan Pembiayaan Kendaraan Rp1,97 Triliun per April 2026

IB
Ibtihal

Editor: Mazroh Atul Jannah

Jumat, 05 Juni 2026
CNAF Salurkan Pembiayaan Kendaraan Rp1,97 Triliun per April 2026
Karyawan melayani nasabah di kantor PT CIMB Niaga Auto Finance atau CIMB Niaga Finance (CNAF). (Foto: bisnis.com)

JAKARTA - PT CIMB Niaga Auto Finance (CNAF) membukukan penyaluran pembiayaan baru untuk kendaraan roda empat mencapai Rp 1,97 triliun sampai dengan April 2026. 

Angka pembiayaan ini meliputi segmen kendaraan baru dan juga kendaraan bekas.

Presiden Direktur CNAF Ristiawan Suherman menyatakan bahwa, di tengah situasi tantangan ekonomi yang masih membayangi sektor otomotif, pembiayaan kendaraan bermotor tetap menjadi salah satu penyumbang utama bagi pertumbuhan industri multifinance.

Walau begitu, Ristiawan melihat target pertumbuhan pembiayaan kendaraan pada tahun ini berpeluang berjalan lebih moderat. 

Salah satu aspek yang menjadi sorotan ialah penurunan nilai tukar rupiah yang bisa berdampak pada tingkat permintaan pembiayaan kendaraan.

Sebagaimana dilansir dari berita sumber, “Pelemahan rupiah secara jangka pendek berpotensi memberikan dampak terhadap industri pembiayaan, khususnya pada permintaan pembiayaan kendaraan yang mungkin akan mengalami perlambatan,” ujarnya, Selasa (2/6/2026).

Berdasarkan pandangannya, lonjakan harga kendaraan imbas dari pelemahan rupiah tersebut juga berisiko menahan minat pembiayaan. 

Situasi ini dapat memicu kenaikan risiko kualitas pembiayaan jika kecakapan membayar dari nasabah turut terganggu.

Menghadapi sisa tahun 2026, CNAF menilai sektor otomotif masih akan berjumpa dengan beragam tantangan serta tekanan ekonomi. 

Kendati demikian, perusahaan tetap menangkap adanya peluang ekspansi pembiayaan kendaraan yang moderat sejalan dengan ekspektasi pulihnya daya beli masyarakat.

Demi memelihara kualitas pertumbuhan tersebut, CNAF menerapkan strategi usaha yang lebih pruden dengan menitikberatkan pada segmen serta profil nasabah yang mempunyai kemampuan pembayaran yang bagus. 

Perusahaan turut mengintensifkan pengawasan portofolio pembiayaan secara periodik sebagai langkah antisipasi terhadap risiko pembiayaan di waktu yang akan datang.

Sebagaimana dilansir dari berita sumber, “Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan pertumbuhan bisnis yang sehat dan berkelanjutan di tengah tantangan ekonomi saat ini,” lanjutnya.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua