Kembangkan Bisnis Nikel, Harum Energy Siapkan Capex USD310 Juta pada 2026
JAKARTA – PT Harum Energy Tbk. (HRUM) menyiapkan dana belanja modal atau capital expenditure (capex) senilai US$310 juta pada tahun 2026.
Sebagian besar dari total dana tersebut bakal dimanfaatkan untuk mengakselerasi pengembangan lini bisnis nikel milik perseroan.
Head of Investor Relations Harum Energy, Regina Korompis, memaparkan bahwa sekitar US$302 juta dari keseluruhan capex HRUM pada tahun ini akan dialokasikan demi pengerjaan proyek pada unit usaha nikel yang telah beroperasi.
Sementara itu, sisa dari pagu anggaran tersebut bakal dipakai untuk keperluan pemeliharaan pada unit bisnis batu bara.
Sebagaimana dilansir dari berita sumber, “Rencana belanja modal untuk tahun 2026 sebesar US310juta,sekitarUS302 juta akan digunakan untuk pengembangan proyek dalam unit usaha nikel yang sudah ada,” tutur Regina, Rabu (3/6/2026).
Di sisi lain, hingga per 31 Maret 2026, emiten yang terafiliasi dengan Kiki Barki ini tercatat sudah merealisasikan penggunaan belanja modal sebesar US$139 juta.
Dari total serapan tersebut, kisaran US$137 juta difungsikan bagi pengembangan unit bisnis nikel, sedangkan sisa anggarannya dialokasikan untuk menyokong kegiatan operasional tambang, sektor logistik, beserta kebutuhan penunjang lainnya.
Pihak perseroan menjabarkan bahwa mayoritas dari realisasi belanja modal ini ialah program lanjutan dari agenda capex pada tahun 2025 yang lalu.
Adapun merujuk pada rincian pembagian alokasi dana belanja modal, porsi paling besar dari capex HRUM ditempatkan pada pos aset tetap dalam proses penyelesaian, dengan sumbangsih menyentuh angka 56% dari akumulasi anggaran.
Selain itu, kurang lebih 31% dialokasikan untuk pengadaan alat berat, 7% untuk pengerjaan bangunan dan infrastruktur prasarana, 5% untuk area properti pertambangan, serta 1% sisanya digunakan bagi pos aset tetap lainnya.
Jajaran manajemen juga menginformasikan bahwa realisasi penggunaan belanja modal ini dapat mengalami penyesuaian, bergantung pada dinamika kondisi pasar, ketersediaan sumber pendanaan, hingga potensi pergeseran lini masa proyek.
Di samping itu, nominal tersebut masih belum mengalkulasi potensi pengerjaan proyek ataupun ekspansi investasi baru dari pihak perseroan.
Pada aspek operasional lainnya, tahun ini HRUM mematok target volume produksi batu bara berada pada rentang 2 sampai 3 juta ton.
Menurut penjelasan Direktur Utama Harum Energy, Ray Antonio Gunara, target volume produksi ini mengalami penyusutan jika disandingkan dengan perolehan tahun 2025 yang menyentuh 5 juta ton, sebagai imbas dari adanya pemangkasan kuota RKAB.
Sementara itu, untuk target volume produksi bijih nikel, HRUM membidik angka di kisaran 8 juta hingga 10 juta wet metric ton pada tahun ini.