Khawatir Dialog AS-Iran, Bursa Saham Asia Mayoritas Memerah Pagi Ini

IB
Ibtihal

Editor: Mazroh Atul Jannah

Selasa, 02 Juni 2026
Khawatir Dialog AS-Iran, Bursa Saham Asia Mayoritas Memerah Pagi Ini
Melihat papan stok yang ditampilkan di papan buletin elektronik. (Foto:stockwatch.id)

JAKARTA – Pasar saham di kawasan Asia terpantau mengalami pelemahan pada sesi perdagangan pagi ini. Pada Selasa (2/6/2026) pukul 08.21 WIB, pergerakan indeks Nikkei 225 mengalami penurunan sebesar 1,12% menuju level 66.210. Seiring dengan itu, indeks Hang Seng mengawali hari dengan koreksi tipis sebesar 0,01% ke posisi 25.395,07.

Di sisi lain, indeks Taiex terpantau bergerak melawan arus dengan menguat sebesar 1,01% ke level 45.793,79, sementara indeks Kospi terjungkal hingga 1,17% menuju angka 8.685,34.

Selanjutnya, pergerakan indeks ASX 200 ikut merosot 0,75% ke level 8.663,6. Kondisi kurang bergairah juga melanda FTSE Straits Times yang melemah tipis 0,05% ke posisi 5.035,47, serta FTSE Malay KLCI yang terpangkas sebesar 0,11% menjadi 1.683,07.

Pasar ekuitas Asia mengawali perdagangan di zona merah lantaran para pelaku investasi tengah mengalkulasi kembali risiko ketidakpastian seputar dialog perdamaian antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. 

Kondisi ini berbanding terbalik dengan pergerakan indeks acuan di bursa Wall Street yang justru melonjak ke rekor tertinggi baru pada sesi sebelumnya, disokong oleh sentimen positif di sektor teknologi.

Presiden AS Donald Trump menepis kekhawatiran terkait potensi kegagalan dalam dialog damai dengan Iran tersebut melalui pernyataannya," Sejujurnya, saya tidak peduli jika pembicaraan itu berakhir." sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Respons tersebut dilontarkan oleh Trump untuk menanggapi pemberitaan sebelumnya yang menyebutkan bahwa tim negosiator dari Iran tengah menimbang opsi untuk menghentikan proses diskusi dengan Washington. 

Iran juga dilaporkan berencana untuk "memblokir sepenuhnya" Selat Hormuz sebagai bentuk reaksi atas operasi militer yang dilancarkan oleh Israel di wilayah Lebanon, yang menyasar kelompok Hizbullah sebagai faksi yang disokong oleh pihak Iran.

Sementara itu, pada perdagangan di sesi sebelumnya, bursa saham Wall Street mencatatkan reli yang cukup kuat, di mana indeks S&P 500 berhasil melaju di zona hijau meskipun di tengah kenaikan harga komoditas minyak mentah. 

Lonjakan tersebut utamanya dikomandoi oleh saham Nvidia yang menguat pesat di sektor teknologi berkat momentum peluncuran produk chip komputer terbaru untuk perangkat PC.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua