Allianz Life: Volatilitas Pasar Modal Pengaruhi Unitlink Saham

IB
Ibtihal

Editor: Mazroh Atul Jannah

Selasa, 02 Juni 2026
Allianz Life: Volatilitas Pasar Modal Pengaruhi Unitlink Saham
logo asuransi allianz. (Foto: Dok/Allianz)

JAKARTA – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sejauh ini terpantau masih memperlihatkan tingkat volatilitas yang tinggi. Berdasarkan situasi tersebut, PT Asuransi Allianz Life Indonesia (Allianz Life) berpendapat bahwa volatilitas di pasar modal memiliki potensi untuk memengaruhi kinerja imbal hasil (return) dari produk unitlink yang berbasis saham, mengingat pergerakan nilainya amat bergantung pada harga saham yang berlaku di pasar.

"Dalam kondisi pasar yang bergejolak, harga Nilai Aktiva Bersih (NAB) cenderung mengalami fluktuasi yang lebih besar," ucap Chief Investment Officer Allianz Life Indonesia Ni Made Daryanti, Senin (1/6/2026), sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Sebagai langkah antisipasi terhadap dampak tersebut, Made menjelaskan bahwa Allianz Life konsisten mengutamakan prinsip kehati-hatian melalui strategi pengelolaan portofolio yang terdiversifikasi serta berpatokan pada aspek fundamental.

Ia menambahkan, manajemen investasi pun dijalankan secara dinamis serta adaptif dalam merespons situasi pasar, dengan tetap menyelaraskan pada profil risiko dari tiap-tiap fund.

"Hal itu dilakukan guna menjaga stabilitas hasil investasi dalam jangka menengah hingga panjang," ungkap Made, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Secara umum, Made memproyeksikan bahwa pasar modal masih akan berjumpa dengan beragam tantangan sampai dengan akhir tahun ini.

Ia memaparkan bahwa faktor tekanan global, seperti halnya ketegangan geopolitik, memiliki potensi memicu kenaikan harga minyak, memperbesar tekanan inflasi, sekaligus mempertahankan volatilitas pasar modal dalam posisi yang tinggi.

Sementara dari dalam negeri, pelemahan nilai tukar Rupiah serta melonjaknya yield obligasi turut memberi tekanan tersendiri bagi pasar keuangan.

Di samping itu, ada pula faktor teknikal seperti rebalancing Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang berpeluang memicu arus modal keluar (outflow). Adanya ketidakpastian yang berkaitan dengan volume, durasi, hingga perubahan bobot saham dinilai bakal memperparah volatilitas IHSG.

"Dalam kondisi itu, pendekatan yang lebih berhati-hati menjadi penting, terutama pada instrumen dengan tingkat risiko lebih tinggi seperti unitlink berbasis saham," katanya, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Apabila merujuk pada data Infovesta secara year to date (ytd), rata-rata return dari unitlink berbasis saham mengalami penurunan terdalam, yakni minus 4,75% per April 2026.

Walaupun kinerja unitlink berbasis saham secara umum sedang tertekan, beberapa produk unitlink saham dari Allianz Life justru mampu membukukan hasil yang positif. 

Contohnya, Smartwealth Dollar Asia Pacific Class B Fund yang dikelola PT Asuransi Allianz Life Indonesia sukses mencatatkan performa gemilang dengan raihan imbal hasil mencapai 17,78% per April 2026.

Disusul kemudian oleh produk unitlink saham PT Asuransi Allianz Life Indonesia lainnya, yaitu Smartwealth Dollar Asia Pacific Fund, yang mengantongi imbal hasil sebesar 17,78% per April 2026. 

Berikutnya, terdapat produk unitlink saham kepunyaan PT Asuransi Allianz Life Indonesia, yakni Smartwealth Dollar Equity Global Artificial Intelligence Fund, yang sukses mengumpulkan return sebesar 15,02% per April 2026.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua