Selasa, 19 Mei 2026

Kebijakan Biofuel Global Jaga Harga CPO Tetap Stabil di Juni 2026

Kebijakan Biofuel Global Jaga Harga CPO Tetap Stabil di Juni 2026
Kebijakan Biofuel Global Jaga Harga CPO Tetap Stabil. (Foto: kontan.co.id)

JAKARTA - Tingginya permintaan biofuel di tingkat global diperkirakan bakal menyokong harga minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) tetap stabil pada level 4.400 ringgit Malaysia atau berkisar US$ 1.110 per ton di bulan Juni 2026. 

Masa depan komoditas ini kian positif berkat regulasi bahan bakar nabati, meski dihadapkan pada ancaman hambatan suplai lantaran kondisi iklim serta situasi geopolitik.

Meningkatnya daya saing komoditas tersebut dipicu oleh dinamika aturan biofuel di Amerika Serikat (AS), seperti dikutip dari Internasional. 

Baca Juga

Harga CPO KPBN 18 Mei Naik Rp15.300/Kg, Ditopang Reli Minyak Mentah

Di samping itu, konsumsi di pasar lokal dipastikan melonjak menyusul kebijakan Malaysia yang siap memberlakukan program biodiesel B15 dengan kandungan 15 persen minyak sawit pada bulan mendatang.

Strategi yang tidak kalah agresif diterapkan oleh Pemerintah Indonesia melalui rencana peningkatan mandatori bauran minyak sawit pada biodiesel menjadi 50 persen (B50) yang dimulai Juli 2026, dari ketentuan sekarang yang berada di angka 40 persen (B40). 

Pihak berwenang menganggap deretan regulasi penggunaan energi terbarukan tersebut bakal menjadi penopang utama bagi serapan minyak sawit selama beberapa bulan ke depan.

"Perkembangan terbaru sektor biofuel di AS telah meningkatkan daya saing harga minyak sawit di berbagai pasar utama," tulis Malaysian Palm Oil Council (MPOC) dalam pernyataannya pada Selasa (19/5/2026).

Koreksi harga yang sempat melanda pasar minyak nabati dunia akhir-akhir ini dianggap bukan sebagai sinyal penurunan tren, melainkan imbas dari aksi profit taking yang dilancarkan oleh para pemodal dan spekulan pasar.

 MPOC memproyeksikan harga komoditas internasional ini tetap mempunyai peluang besar untuk melanjutkan pergerakan naik (bullish).

Walau begitu, ancaman pada aspek pasokan tetap diantisipasi seiring adanya eskalasi geopolitik global serta risiko munculnya gejala cuaca El Nino yang diperkirakan bisa memicu penurunan volume hujan serta tingkat kebasahan tanah di kawasan Asia Tenggara.

Departemen Meteorologi Malaysia mengestimasi fenomena El Nino tersebut mulai terjadi pada pertengahan tahun ini dan berpeluang berjalan sampai dengan awal tahun 2027.

Ibtihal

Ibtihal

indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Harga TBS Sawit Sumut Melemah, CPO Ditetapkan Rp 15.139 Per Kg

Harga TBS Sawit Sumut Melemah, CPO Ditetapkan Rp 15.139 Per Kg

Harga Karet Bungo Rp18.500/Kg, Petani Semangat Kembali ke Kebun

Harga Karet Bungo Rp18.500/Kg, Petani Semangat Kembali ke Kebun

Update Harga Minyak Dunia Melonjak ke Level Tertinggi dalam Dua Pekan

Update Harga Minyak Dunia Melonjak ke Level Tertinggi dalam Dua Pekan

Pemerintah Jamin Harga LPG 3 Kg dan BBM Subsidi Tetap Sampai Akhir 2026

Pemerintah Jamin Harga LPG 3 Kg dan BBM Subsidi Tetap Sampai Akhir 2026

Harga BBM Nonsubsidi Pertamina Naik Hari Ini, Efek Minyak Tembus USD100

Harga BBM Nonsubsidi Pertamina Naik Hari Ini, Efek Minyak Tembus USD100