Rabu, 13 Mei 2026

Prediksi Kurs Rupiah 13 Mei 2026: Tertekan di Level Rp17.500 per Dolar

Prediksi Kurs Rupiah 13 Mei 2026: Tertekan di Level Rp17.500 per Dolar
Ilustrasi Kurs Mata Uang. (Foto: net)

Bisnis.com, JAKARTA — Nilai tukar rupiah diprediksi akan terus mengalami tekanan pada sesi perdagangan Rabu (13/5/2026), menyusul penutupan hari sebelumnya yang merosot hingga melewati batas psikologis Rp17.500 per dolar AS akibat penguatan greenback dan gejolak global yang meningkat. 

Berdasarkan data RTI Infokom, rupiah berakhir melemah 0,66% atau turun 115 poin ke angka Rp17.529 per dolar AS pada Selasa (12/5/2026). 

Di waktu yang sama, indeks dolar AS tercatat menguat 0,31% menuju posisi 98,25.

Baca Juga

Harga Emas Dunia Melemah 1,2 Persen Akibat Lonjakan Harga Minyak

Research and Development ICDX, Tiffani Safinia menjelaskan bahwa tergerusnya nilai rupiah hingga ke atas Rp17.500 per dolar AS merupakan hasil dari perpaduan faktor eksternal dan internal. 

Secara global, dolar AS terus perkasa dipicu ekspektasi kebijakan suku bunga tinggi The Fed yang berlangsung lebih lama.

"Selain itu, ada peningkatan permintaan aset safe haven di tengah ketegangan geopolitik Timur Tengah, serta kenaikan harga minyak dunia yang meningkatkan tekanan terhadap rupiah. Pasar juga masih menunggu arah inflasi AS yang akan menentukan ekspektasi kebijakan moneter The Fed ke depan," ujarnya dalam keterangan tertulis.

Dari dalam negeri, pelemahan mata uang garuda juga terpengaruh oleh sentimen arus modal asing dan pandangan investor terhadap stabilitas pasar keuangan nasional. 

Tiffani berpendapat, isu MSCI terkait aspek transparansi dan struktur pasar modal dalam negeri turut memicu sikap waspada investor global.

 Selain itu, pasar mengkhawatirkan kapasitas fiskal, beban subsidi yang membengkak saat rupiah jatuh, serta tingginya permintaan dolar AS untuk melunasi utang luar negeri perusahaan pada periode April–Mei. 

Rangkaian faktor ini membuat beban rupiah lebih berat dibandingkan mata uang di kawasan regional.

Tiffani memaparkan lebih lanjut bahwa efek depresiasi rupiah terhadap ekonomi Indonesia harus diwaspadai, khususnya pada imported inflation

Pelemahan kurs berisiko menaikkan biaya impor bahan baku, energi, dan barang konsumsi, yang perlahan bisa mengerek harga di tingkat domestik. 

Tekanan juga mengancam APBN akibat naiknya beban subsidi energi dan cicilan utang valas. 

Untuk dunia usaha, terutama korporasi dengan kewajiban dolar AS namun pendapatan rupiah, situasi ini dapat mengguncang arus kas dan biaya operasional.

"Namun demikian, pelemahan rupiah juga memberikan sisi positif terbatas bagi sektor berorientasi ekspor karena meningkatkan daya saing harga produk ekspor Indonesia. Selain itu, Bank Indonesia masih memiliki ruang stabilisasi melalui intervensi pasar valas, optimalisasi instrumen moneter, serta penguatan kebijakan pengendalian permintaan dolar AS domestik," ujarnya.

Tiffani menekankan bahwa pergerakan rupiah saat ini didominasi oleh sentimen global dan arus modal jangka pendek. 

Selama tensi geopolitik masih membara dan kebijakan suku bunga AS belum bergeser secara signifikan, fluktuasi rupiah diprediksi tetap tinggi dalam waktu dekat. 

Di sisi lain, Trading Economics memproyeksikan rupiah berada di level Rp17.388 per dolar AS pada akhir kuartal kedua 2026, dengan potensi koreksi lebih dalam di akhir tahun.

"Rupiah Indonesia diperkirakan akan melemah hingga pertengahan 2026, dengan perkiraan menunjukkan di kisaran Rp17.300 sampai lebih dari Rp17.500 per dolar AS pada akhir 2026," tulis laporan tersebut.

Ibtihal

Ibtihal

indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

IHSG Turun 3 Hari Beruntun, Asing Tetap Borong Saham-Saham Ini

IHSG Turun 3 Hari Beruntun, Asing Tetap Borong Saham-Saham Ini

Wall Street Melemah S&P 500, Nasdaq Terseret Inflasi dan Konflik Iran

Wall Street Melemah S&P 500, Nasdaq Terseret Inflasi dan Konflik Iran

Arah IHSG 13 Mei 2026 & Rekomendasi Saham Usai Perubahan Indeks MSCI

Arah IHSG 13 Mei 2026 & Rekomendasi Saham Usai Perubahan Indeks MSCI

10 Saham Incaran Asing Saat IHSG Melemah ke Level 6.858,9

10 Saham Incaran Asing Saat IHSG Melemah ke Level 6.858,9

BNI Sekuritas Jagokan MEDC hingga HRTA di Tengah Efek MSCI Review

BNI Sekuritas Jagokan MEDC hingga HRTA di Tengah Efek MSCI Review