IHSG Senin Diprediksi Menguat Terbatas, Cek Rekomendasi Saham Ini

IB
Ibtihal

Editor: Mazroh Atul Jannah

Senin, 29 Juni 2026
IHSG Senin Diprediksi Menguat Terbatas, Cek Rekomendasi Saham Ini
Warga mengamati layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia. (Foto: ANTARA)

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan bakal mencatatkan kenaikan yang terbatas pada sesi perdagangan hari Senin (29/6/2026). 

Laju pergerakan indeks domestik dinilai masih tertahan lantaran aliran dana pemodal asing yang belum mengalir masuk ke pasar saham dalam negeri secara konsisten.

Saat penutupan perdagangan pada hari Jumat (26/6/2026), IHSG kedapatan melemah sebesar 1,72% menuju posisi 5.896,13. 

Apabila dihitung secara akumulatif selama satu minggu belakangan, indeks saham gabungan tersebut telah mengalami penyusutan nilainya sebesar 4,55%.

VP Equity Retail Kiwoom Sekuritas, Oktavianus Audi, memperkirakan IHSG bakal melaju dalam fase konsolidasi dengan kecenderungan yang bergerak terbatas. 

Indeks saham diproyeksikan bergulir pada kisaran batas bawah (support) 5.772 dan batas atas (resistance) 6.040, di mana pergerakan indikator MACD sudah memperlihatkan arah yang mendatar.

Faktor pendorong dari luar negeri timbul menyusul adanya peningkatan ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah yang dipicu oleh insiden saling serang antara Amerika Serikat dan Iran di wilayah Selat Hormuz. 

Kondisi ini berpeluang menimbulkan gejolak ketidakpastian di pasar keuangan andaikata perseteruan tersebut terus bergulir ke depan.

Sementara itu dari dalam negeri, langkah kebijakan pemerintah yang mengalokasikan dana Saldo Anggaran Lebih hingga menyentuh Rp400 triliun pada bank-bank Himbara dipandang mampu menstabilkan kondisi likuiditas sekaligus menopang penyaluran kredit. 

Di sisi lain, pelaku pasar pun sedang menunggu pengumuman data inflasi periode Juni 2026 yang diperkirakan bakal berada di level 3,1% year on year.

“Meski inflasi meningkat dari periode sebelumnya, tetapi angka ini masih dalam rentang target Bank Indonesia (BI), sehingga hal ini akan cenderung direspons moderat oleh pasar,” sebagaimana dilansir dari sumber berita.

Sependapat dengan pandangan tersebut, Analis BRI Danareksa Sekuritas, Reza Diofanda, memaparkan bahwa para pelaku pasar saat ini tengah mengamati rilis data inflasi serta performa neraca perdagangan Indonesia. 

Laju penguatan mata uang rupiah beserta meningkatnya level kepercayaan para pemodal bakal menjadi stimulus positif buat pergerakan IHSG apabila data-data ekonomi tersebut menunjukkan capaian yang memuaskan.

Kendati demikian, antusiasme beli dari para pemegang modal masih dibatasi oleh beberapa sentimen, di antaranya pola pelemahan nilai tukar rupiah, level suku bunga acuan BI yang masih bertengger tinggi, hasil keputusan dari indeks MSCI, serta berlanjutnya aksi keluar modal asing. 

Melalui pendekatan teknikal, Reza memprediksi pergerakan IHSG akan berkisar pada rentang support 5.850—5.730 dan resistance 6.000—6.130.

Peluang bagi indeks untuk mengalami pembalikan arah menguat secara teknikal (rebound) dipandang masih ada sepanjang indeks sanggup bertahan di atas area batas bawah tersebut. 

“Namun, tren penguatan baru akan lebih terkorfimasi apabila IHSG mampu menembus area 6.130 yang saat ini menjadi level lower high sekaligus resistance jangka pendek,” sebagaimana dilansir dari sumber berita.

Berbicara mengenai langkah penempatan investasi, Reza memberikan rekomendasi saham-saham seperti BBCA, MBMA, dan KLBF agar dapat dicermati oleh para investor untuk perdagangan hari ini. 

Di samping itu, Oktavianus Audi turut menyodorkan saran beli secara spekulatif (speculative buy) untuk tiga saham dari sektor perbankan.

Daftar rekomendasi saham tersebut mencakup BBCA dengan area support Rp5.800 dan resistance Rp6.600 tiap lembar saham. 

Berikutnya adalah saham BMRI dengan kisaran support Rp3.880 dan resistance Rp4.230 per saham, serta saham BBRI yang memiliki support di Rp2.770 dan resistance di level Rp3.050 per lembar saham.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua