Selasa, 12 Mei 2026

Harga Batu Bara Membara Naik 1,4 Persen Meski Impor China Turun

Harga Batu Bara Membara Naik 1,4 Persen Meski Impor China Turun
Ilustrasi Batu Bara Membara Naik. (Foto: net)

JAKARTA – Harga batu bara kembali mengalami peningkatan di saat harga minyak dunia sedang memanas. 

Berdasarkan data Refinitiv, harga batu bara untuk kontrak Juni ditutup pada level US$ 136,4 per ton atau menguat sebesar 1,4 persen pada perdagangan Senin (12/5/2026).

Lonjakan ini menjadi angin segar setelah sebelumnya harga komoditas tersebut sempat melemah 0,55 persen pada Jumat pekan lalu. Di sisi lain, kontrak berjangka minyak juga merangkak naik. 

Baca Juga

Industri Otomotif Global Pulih Harga Karet Sumsel Tembus Rp 38 Ribu

Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS melonjak 2,78 persen dan parkir di posisi US98,07perbarel,sedangkanminyakmentahBrentnaik2,88104,20 per barel. 

Mengingat batu bara merupakan komoditas substitusi minyak, pergerakan harga keduanya saling memengaruhi satu sama lain.

Harga batu bara tetap melaju kencang meskipun terdapat sentimen negatif dari China. Impor batu bara China dilaporkan menurun pada April setelah sempat mencetak rekor pada kuartal pertama. 

Penurunan ini disebabkan oleh melemahnya permintaan serta kondisi ekonomi impor yang kurang menguntungkan.

Berdasarkan data General Administration of Customs of China yang dikutip SX Coal, total impor batu bara pada April 2026 tercatat sebesar 33,08 juta ton.

 Angka ini menyusut 12,54 persen jika dibandingkan tahun sebelumnya dan lebih rendah 15,3 persen dibanding Maret. 

Penurunan tersebut dipicu oleh tingginya harga batu bara laut, terpangkasnya pasokan ekspor, kuatnya produksi dalam negeri China, serta peningkatan musiman pada pembangkit energi bersih.

Selain itu, harga batu bara impor terpantau lebih mahal daripada batu bara domestik. Kenaikan biaya energi global, tingginya ongkos angkut, serta keterbatasan pasokan membuat harga impor jauh melampaui harga pasar dalam negeri China yang cenderung stabil.

Dari sisi suplai, dua negara pemasok utama China juga mengalami kelesuan. Indonesia sebagai penyedia terbesar batu bara termal harus menghadapi pembatasan kebijakan domestik yang menghambat ekspor. 

Sementara itu, ekspor batu bara laut Rusia turun 10,34 persen secara tahunan, dengan pengiriman ke China anjlok sebesar 33,59 persen dibandingkan tahun lalu.

Di internal China sendiri, tingginya stok dan lemahnya permintaan membuat kebutuhan akan impor berkurang. Fokus China pada swasembada energi serta kontrak jangka panjang berhasil menjaga cadangan batu bara pada pembangkit listrik tetap di level tinggi. 

Menurunnya permintaan listrik secara musiman serta masifnya produksi energi terbarukan turut menekan konsumsi batu bara. 

Pasalnya, April merupakan masa transisi musim yang membuat kebutuhan energi lebih rendah, sementara produksi hidroelektrik meningkat sehingga mengurangi peran pembangkit batu bara.

Ke depan, ketidakpastian di wilayah Timur Tengah masih berisiko mengganggu pasokan energi global. Harga minyak yang tetap tinggi juga diprediksi akan memengaruhi biaya produksi serta logistik di negara eksportir yang berbasis diesel seperti Australia dan Indonesia.

Di sisi lain, permintaan dari Jepang, Korea Selatan, hingga Eropa justru meningkat karena adanya pengisian stok musiman serta peralihan penggunaan gas ke batu bara di beberapa negara. 

Hal ini memicu persaingan ketat untuk mendapatkan batu bara berkualitas tinggi. Dalam situasi ini, harga batu bara impor di China diperkirakan tetap akan kuat. 

Walaupun impor secara tahunan pada Mei diprediksi masih turun, permintaan restocking menjelang musim panas serta tambahan pasokan dari Mongolia berpotensi mendorong sedikit kenaikan dibanding bulan April.

Ibtihal

Ibtihal

indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Harga Kopi Robusta dan Arabika Internasional Melonjak Tajam Hari Ini

Harga Kopi Robusta dan Arabika Internasional Melonjak Tajam Hari Ini

Daftar Harga BBM Pertamina 12 Mei 2026 dari Pertalite Hingga Pertamax

Daftar Harga BBM Pertamina 12 Mei 2026 dari Pertalite Hingga Pertamax

Harga BBM Pertamina, Shell, Vivo dan BP Naik Simak Daftar Terbaru Hari Ini

Harga BBM Pertamina, Shell, Vivo dan BP Naik Simak Daftar Terbaru Hari Ini

Harga Minyak Mentah Naik 2 Persen Usai Trump Tolak Proposal Damai Iran

Harga Minyak Mentah Naik 2 Persen Usai Trump Tolak Proposal Damai Iran

Harga CPO Bangkit Ditopang Berbagai Sentimen Positif Global

Harga CPO Bangkit Ditopang Berbagai Sentimen Positif Global