Rabu, 13 Mei 2026

Harga Emas Naik 2 Hari Beruntun Capai 0,73 Persen di Pasar Spot

Harga Emas Naik 2 Hari Beruntun Capai 0,73 Persen di Pasar Spot
Ilustrasi Emas. (Foto: Bisnis.com)

JAKARTA – Harga emas dunia terpantau menutup perdagangan kemarin dengan hasil yang positif. 

Pencapaian ini membuat harga logam mulia tersebut sukses mencatatkan penguatan selama dua hari berturut-turut.

Pada Senin (11/5/2026), harga emas dunia di pasar spot berakhir di level US$ 4.750,4/troy ons. 

Baca Juga

Harga Emas Dunia Melemah 1,2 Persen Akibat Lonjakan Harga Minyak

Nilai tersebut mengalami peningkatan sebesar 0,73 persen bila dibandingkan dengan posisi penutupan pada akhir pekan sebelumnya. 

Dengan demikian, selama dua hari terakhir, harga emas telah meningkat sebanyak 1,37 persen.

Meski demikian, fluktuasi harga emas tetap berada di level yang cukup tinggi. Nilai aset ini terus mengalami guncangan sejak pecahnya konflik di Timur Tengah pada akhir Februari yang lalu.

“Harga emas mengalami konsolidasi setelah pasar terjebak di antara ketegangan geopolitik dan kekhawatiran inflasi yang meninggi. Kombinasi ini sepertinya akan membuat harga emas bergerak tanpa arah,” sebagaimana dilansir dari berita sumber Priyanka Sachdeva, Analis di Phillip Nova Pte Ltd, melalui catatannya yang dikutip dari Bloomberg News.

Analisis Teknikal

Terkait proyeksi pergerakan harga emas untuk hari ini, Selasa (12/5/2026), muncul pertanyaan apakah tren kenaikan tiga hari beruntun dapat terwujud.

Dilihat dari sisi teknikal dengan perspektif harian (daily time frame), emas kini telah memasuki zona bullish. 

Hal ini tercermin dari Relative Strength Index (RSI) 14 hari yang berada di angka 55. 

Mengingat RSI di atas 50 menjadi sinyal posisi bullish, namun karena angka tersebut belum terpaut jauh dari 50, maka kondisinya dinilai masih cukup netral.

Di sisi lain, indikator Stochastic RSI 14 telah mencapai angka 100. Posisi ini merupakan titik tertinggi yang mengindikasikan kondisi sangat jenuh beli (overbought).

Untuk aktivitas perdagangan hari ini, harga emas diprediksi memiliki risiko untuk terkoreksi.

 Target support paling dekat diperkirakan berada pada level US$ 4.708/troy ons yang mengacu pada Moving Average (MA) 5.

Perlu dicermati titik pivot pada US$ 4.690/troy ons. Pasalnya, dari titik tersebut terdapat potensi harga emas akan menguji kisaran antara US$ 4.680-4.665/troy ons. 

Adapun target yang paling rendah atau support terjauh berada di posisi US$ 4.654/troy ons.

Akan tetapi, jika harga emas terbukti masih memiliki kekuatan untuk mendaki, maka level US$ 4.790/troy ons dapat menjadi target resisten selanjutnya. 

Setelah melewati titik tersebut, ruang bagi penguatan harga emas praktis sudah terbatas dalam kerangka waktu harian.

Ibtihal

Ibtihal

indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

IHSG Turun 3 Hari Beruntun, Asing Tetap Borong Saham-Saham Ini

IHSG Turun 3 Hari Beruntun, Asing Tetap Borong Saham-Saham Ini

Wall Street Melemah S&P 500, Nasdaq Terseret Inflasi dan Konflik Iran

Wall Street Melemah S&P 500, Nasdaq Terseret Inflasi dan Konflik Iran

Arah IHSG 13 Mei 2026 & Rekomendasi Saham Usai Perubahan Indeks MSCI

Arah IHSG 13 Mei 2026 & Rekomendasi Saham Usai Perubahan Indeks MSCI

10 Saham Incaran Asing Saat IHSG Melemah ke Level 6.858,9

10 Saham Incaran Asing Saat IHSG Melemah ke Level 6.858,9

BNI Sekuritas Jagokan MEDC hingga HRTA di Tengah Efek MSCI Review

BNI Sekuritas Jagokan MEDC hingga HRTA di Tengah Efek MSCI Review