Rabu, 13 Mei 2026

Premi Askrindo Tembus Rp1,16 Triliun di Kuartal I 2026, Naik 10 Persen

 Premi Askrindo Tembus Rp1,16 Triliun di Kuartal I 2026, Naik 10 Persen
Direktur Kepatuhan, SDM dan Manajemen Risiko Askrindo R. Mahelan Prabantarikso (Foto: merdeka.com)

SEMARANG - PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) berhasil membukukan perolehan premi senilai Rp1,16 triliun, meningkat sekitar 10 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) hingga posisi 31 Maret 2026.

“Kami memastikan bahwa pertumbuhan yang dicapai bukan hanya cepat, tetapi juga berkualitas,” jelas Direktur Kepatuhan, SDM dan Manajemen Risiko Askrindo R. Mahelan Prabantarikso saat taklimat media di Semarang, Jawa Tengah, Kamis malam sebagaimana dikutip dari sumber berita.

Kenaikan premi tersebut terutama dipicu oleh lonjakan pada sektor asuransi umum yang tumbuh mencapai 44 persen. Beriringan dengan capaian itu, Askrindo mengumumkan kenaikan laba perusahaan sebesar 77 persen (yoy), walaupun detail nilai labanya belum dipaparkan secara rinci.

Baca Juga

Harga Emas Dunia Melemah 1,2 Persen Akibat Lonjakan Harga Minyak

Pihak manajemen menyebutkan bahwa capaian positif di triwulan I 2026 ini adalah kelanjutan dari tren kinerja perusahaan selama tahun 2025. Mengacu pada laporan keuangan unaudited, Askrindo meraih premi bruto Rp4,44 triliun dengan hasil underwriting netto sebesar Rp1,28 triliun.

Manajemen menegaskan performa kuat di awal tahun ini merupakan hasil dari konsistensi yang terjaga sepanjang tahun lalu. 

“Kami melihat bahwa kinerja 2025 bukan sekadar pertumbuhan angka, tetapi hasil dari fondasi yang kami bangun secara konsisten, khususnya dalam penguatan tata kelola, manajemen risiko, dan kualitas underwriting. Ini yang menjadi kunci keberlanjutan bisnis kami ke depan,” ucap Mahelan sebagaimana dikutip dari sumber berita.

Guna memelihara pertumbuhan yang berkelanjutan, Askrindo menerapkan strategi diversifikasi portofolio lewat tiga pilar utama. Pertama, memperkokoh bisnis penugasan pemerintah yang menjadi landasan utama perseroan.

Kedua, mengoptimalkan segmen BUMN dan korporasi melalui pelayanan yang lebih spesifik. Ketiga, melakukan ekspansi ke bisnis ritel, mencakup produk asuransi mikro, parametrik, asuransi perjalanan, hingga kendaraan bermotor.

Upaya ini merupakan bagian dari taktik perusahaan dalam memperlebar jangkauan layanan serta memperkuat penetrasi pasar di beragam lini segmen.

"Fokus kami adalah menjaga keseimbangan antara ekspansi bisnis dan disiplin risiko," pungkasnya sebagaimana dikutip dari sumber berita.

Ibtihal

Ibtihal

indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

IHSG Turun 3 Hari Beruntun, Asing Tetap Borong Saham-Saham Ini

IHSG Turun 3 Hari Beruntun, Asing Tetap Borong Saham-Saham Ini

Wall Street Melemah S&P 500, Nasdaq Terseret Inflasi dan Konflik Iran

Wall Street Melemah S&P 500, Nasdaq Terseret Inflasi dan Konflik Iran

Arah IHSG 13 Mei 2026 & Rekomendasi Saham Usai Perubahan Indeks MSCI

Arah IHSG 13 Mei 2026 & Rekomendasi Saham Usai Perubahan Indeks MSCI

10 Saham Incaran Asing Saat IHSG Melemah ke Level 6.858,9

10 Saham Incaran Asing Saat IHSG Melemah ke Level 6.858,9

BNI Sekuritas Jagokan MEDC hingga HRTA di Tengah Efek MSCI Review

BNI Sekuritas Jagokan MEDC hingga HRTA di Tengah Efek MSCI Review