INET Akuisisi 60 Persen Saham Sarana Global Indonesia Senilai 280,40 Miliar
- Senin, 13 April 2026
JAKARTA - Emiten penyedia layanan internet PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk secara resmi mengumumkan rencana besar untuk mengambil alih mayoritas kepemilikan saham pada perusahaan infrastruktur.
Langkah strategis perusahaan berkode saham INET ini dilakukan melalui skema penyertaan modal dengan total investasi yang mencapai angka fantastis sebesar 280,40 miliar rupiah. Berdasarkan dokumen keterbukaan informasi, perseroan berniat menyerap sebanyak 180.000 lembar saham baru yang diterbitkan oleh PT Sarana Global Indonesia atau sering disebut SGI. Jumlah tersebut setara dengan penguasaan 60 persen dari total modal ditempatkan dan disetor penuh pada SGI setelah seluruh rangkaian transaksi korporasi ini selesai dilakukan.
Detail Transaksi dan Strategi Penguatan Infrastruktur Kabel Laut
Harga pelaksanaan untuk investasi skala besar ini ditetapkan oleh manajemen perseroan pada angka sebesar 1.557.799 rupiah untuk setiap lembar saham yang diterbitkan. Direktur INET, Willy Usulangi, mengungkapkan bahwa aksi korporasi ini merupakan bagian krusial dari strategi jangka panjang guna memperkuat kapabilitas bisnis perusahaan secara terintegrasi. Fokus utama dari langkah ini adalah untuk memperdalam penetrasi pada sektor infrastruktur telekomunikasi, terutama dalam pengembangan jaringan kabel fiber optik yang melintasi jalur bawah laut.
Baca Juga
“Perseroan memandang investasi pada PT Sarana Global Indonesia sebagai langkah strategis untuk memperkuat kapabilitas end-to-end dalam pengembangan infrastruktur telekomunikasi, khususnya jaringan kabel fiber optik bawah laut,” kata Willy.
Melalui keterangan tertulis yang dirilis pada hari Senin 13 April 2026, ditegaskan bahwa penguasaan saham mayoritas ini akan membawa dampak signifikan bagi struktur operasional grup. Pasca penyelesaian transaksi, INET secara otomatis akan bertindak sebagai pemegang saham pengendali pada SGI sekaligus mengonsolidasikan perusahaan tersebut menjadi entitas anak di bawah naungannya.
Keunggulan Operasional dan Aset Kapal Penanaman Kabel Khusus
PT Sarana Global Indonesia sendiri selama ini dikenal luas sebagai kontraktor telekomunikasi spesialis penggelaran kabel fiber optik bawah laut atau submarine cable melalui entitas anaknya. Manajemen INET menilai bahwa kepemilikan penuh terhadap SGI akan memberikan nilai tambah operasional yang luar biasa, mengingat SGI memiliki aset strategis yang sangat langka. Salah satu aset yang menjadi nilai jual utama dalam akuisisi ini adalah kepemilikan dua unit kapal khusus yang dirancang untuk proses penanaman kabel bawah laut.
Keunggulan aset fisik tersebut dinilai mampu mempercepat laju pembangunan jaringan baru secara mandiri serta meningkatkan efisiensi biaya proyek dalam skala yang lebih luas. Dengan memiliki armada sendiri, perseroan dapat menjaga kualitas kontrol serta memastikan ketepatan waktu pengerjaan proyek tanpa harus bergantung sepenuhnya pada jasa penyedia pihak ketiga. Sinergi ini diprediksi akan memperkokoh posisi INET dalam menghadapi persaingan ketat di industri penyedia layanan tulang punggung atau backbone telekomunikasi di wilayah nusantara.
Ekspansi Jaringan Backbone dan Sinergi Bisnis Jasa Internet
Akuisisi ini juga sejalan dengan peta jalan ekspansi perseroan dalam memperluas jangkauan jaringan backbone nasional, termasuk menyediakan konektivitas antar pulau dan jalur internasional.
Langkah ini dipandang sangat mendesak seiring dengan tren peningkatan trafik data masyarakat yang terus melonjak tajam dalam beberapa tahun terakhir di wilayah Indonesia. Perseroan melihat adanya potensi sinergi yang sangat kuat antara bisnis penyedia jasa internet atau ISP dengan kemampuan konstruksi infrastruktur laut yang dimiliki SGI.
Integrasi kedua layanan ini diharapkan dapat membuka keran pendapatan baru bagi perusahaan melalui penyediaan jasa instalasi infrastruktur telekomunikasi kepada pihak eksternal lainnya. Selain melayani kebutuhan internal grup, kapabilitas konstruksi laut ini akan dipasarkan sebagai solusi komprehensif bagi perusahaan telekomunikasi lain yang ingin memperluas jangkauan kabel lautnya.
Diversifikasi pendapatan ini diyakini akan memperkuat struktur keuangan perseroan di masa depan serta memberikan nilai imbal hasil yang lebih stabil bagi para pemegang saham.
Kategori Transaksi Material dan Persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham
Dilihat dari sisi nilai transaksinya, aksi korporasi ini dikategorikan sebagai transaksi material karena nilainya mencapai 65,33 persen dari total ekuitas perseroan saat ini. Perhitungan tersebut didasarkan pada laporan keuangan audited perusahaan untuk periode yang berakhir pada 31 Desember 2025 sebagai acuan utama dalam penentuan nilai materialitas. Meski memiliki nilai yang cukup signifikan terhadap ekuitas, manajemen menegaskan bahwa transaksi ini bukanlah merupakan transaksi afiliasi maupun mengandung unsur benturan kepentingan.
Sesuai dengan regulasi pasar modal yang berlaku, perseroan diwajibkan untuk meminta restu dari para pemegang saham sebelum mengeksekusi rencana pengambilan alih saham SGI tersebut. Rapat Umum Pemegang Saham atau RUPS dijadwalkan akan segera berlangsung pada Selasa 19 Mei 2026 guna memberikan keputusan final atas rencana investasi strategis tersebut. Manajemen berharap para investor dapat melihat potensi pertumbuhan jangka panjang yang ditawarkan melalui langkah ini demi memperkuat daya saing perusahaan di era ekonomi digital.
Optimisme Menjadi Pemain Terintegrasi di Industri Telekomunikasi Nasional
Melalui langkah berani ini, INET menaruh harapan besar untuk dapat memperkuat posisinya sebagai pemain terintegrasi di kancah industri telekomunikasi nasional Indonesia yang kian kompetitif. Keberhasilan akuisisi ini akan menjadi tonggak sejarah baru bagi perseroan dalam mentransformasi diri dari sekadar penyedia jasa internet menjadi penyedia infrastruktur yang mandiri. Daya saing perusahaan diharapkan meningkat secara signifikan di tengah pesatnya kebutuhan pembangunan infrastruktur digital di berbagai wilayah pelosok negeri hingga ke mancanegara.
Manajemen percaya bahwa penguasaan rantai pasok dari hulu hingga hilir akan memberikan keunggulan biaya yang tidak dimiliki oleh kompetitor sejenis di pasar modal saat ini. Setiap tahapan dalam transaksi ini dipastikan akan mengikuti prinsip tata kelola perusahaan yang baik atau GCG demi melindungi kepentingan pemangku kepentingan dan pemegang saham. Hasil dari investasi ini diharapkan mulai memberikan kontribusi positif terhadap laporan laba rugi perseroan pada kuartal-kuartal mendatang setelah proses integrasi operasional antara INET dan SGI selesai.
Dengan armada kapal dan keahlian teknis bawah laut yang mumpuni, INET kini bersiap untuk menggarap proyek-proyek konektivitas strategis berskala nasional yang lebih menantang. Komitmen perseroan dalam mendukung ketersediaan jaringan internet yang stabil di seluruh pulau di Indonesia terus diperkuat melalui penambahan aset-aset produktif seperti yang dilakukan sekarang. Publik kini menantikan hasil dari RUPS yang akan digelar bulan depan sebagai penentu kelanjutan dari ambisi besar Sinergi Inti Andalan dalam mendominasi jalur kabel laut nasional.
Ibtihal
indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Gerak Cepat PLN, Kurang dari 1 Jam Listrik Kembali Normal di GI Angke
- Jumat, 17 April 2026










