Senin, 04 Mei 2026

Darma Henwa Kucurkan Dana Eksplorasi 23,47 Miliar Rupiah Kuartal 1 2026

Darma Henwa Kucurkan Dana Eksplorasi 23,47 Miliar Rupiah Kuartal 1 2026
Ilustrasi Darma Henwa Kucurkan Dana Eksplorasi 23,47 Miliar Rupiah Kuartal 1 2026

JAKARTA - Emiten pertambangan Grup Bakrie PT Darma Henwa Tbk secara masif memperkuat basis cadangan mineral melalui realisasi anggaran eksplorasi yang mencapai puluhan miliar rupiah.

Langkah strategis perusahaan berkode saham DEWA ini difokuskan untuk mempercepat penemuan sumber daya baru guna mendukung keberlanjutan bisnis pertambangan nasional. Berdasarkan laporan kinerja operasional terbaru, perseroan tercatat telah menghabiskan total biaya eksplorasi sebesar 23,47 miliar rupiah sepanjang periode kuartal pertama tahun 2026. 

Kegiatan eksplorasi yang berlangsung secara intensif sejak bulan Januari, Februari, hingga Maret 2026 tersebut dijalankan melalui unit usaha strategisnya yakni Gayo Mineral Resources.

Baca Juga

Komitmen Transisi Energi Berbuah Prestasi, PLN Indonesia Power Borong Dua Penghargaan Bergengsi di Solartech Indonesia 2026

Fokus Pengembangan Pengeboran Fase 2a dan 2b di Prospek Tengkareng

Bentuk nyata dari aktivitas eksplorasi ini adalah penuntasan program pengeboran sumber data fase 2a yang berlokasi di prospek Upper Tengkareng pada Februari 2026. Perseroan kini tengah melanjutkan ambisi pengeboran ke tahap fase 2b dengan target kedalaman mencapai 20.000 meter yang mencakup tiga titik krusial untuk pengeboran geoteknik. Aktivitas teknis ini merupakan bagian dari upaya sistematis perusahaan untuk memetakan kekayaan mineral bawah tanah dengan tingkat akurasi data yang jauh lebih tinggi.

Selain itu, manajemen juga melaporkan kelanjutan pengiriman berbagai sampel batuan inti bor guna menjalani analisis geokimia ICP multi elemen di laboratorium profesional. Sampel-sampel tersebut diuji untuk mengetahui kandungan tembaga, perak, molibdenum, arsenik, timbal, hingga seng serta metode Fire Assay untuk mendeteksi kandungan emas ke PT Sucofindo. Proses pengujian laboratorium yang ketat ini dilakukan demi memastikan kualitas data geologi yang diperoleh memenuhi standar industri pertambangan global yang berlaku saat ini.

Uji Metalurgi dan Pemodelan Geologi Internal Prospek Mineral

Perusahaan juga aktif melanjutkan analisis sampel untuk uji metalurgi yang mencakup proses flotasi, pemisahan gravitasi, pelindian, hingga penggerusan di Laboratorium PT Geoservices. Langkah ini sangat penting guna menentukan efisiensi pemrosesan batuan menjadi mineral bernilai tinggi yang nantinya akan diproduksi secara massal oleh pihak Gayo Mineral Resources. Sejalan dengan uji laboratorium tersebut, DEWA juga melakukan pembaruan rutin pada pemodelan geologi internal dan estimasi sumber daya khususnya untuk wilayah Prospek Upper Tengkareng.

Pihak manajemen saat ini sedang melakukan penjajakan serius dengan beberapa vendor terkait untuk pekerjaan pelaporan sesuai dengan standar JORC yang diakui secara internasional. Kegiatan pemetaan geologi juga terus diperluas hingga menyentuh area prospek Southeast Tengkareng melalui pengambilan contoh batuan tambahan serta perencanaan lokasi untuk pengeboran tahap awal. Strategi perluasan pemetaan ini diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai potensi cadangan mineral tersembunyi yang berada di luar area operasional utama perusahaan.

Pencapaian Teknis Pengeboran dan Analisis Laboratorium Sucofindo

Total pencapaian pengeboran yang berhasil dibukukan oleh tim lapangan selama kuartal pertama tahun 2026 tercatat mencapai angka kedalaman sebesar 2.747,2 meter. Kegiatan tersebut merupakan bagian integral dari penyelesaian program pengeboran sumber daya fase 2a yang didukung oleh pengoperasian penuh sebanyak empat unit mesin bor. Kini program tersebut berlanjut ke fase 2b dengan mengandalkan tiga mesin bor, termasuk penyiapan lubang bor khusus untuk keperluan studi geoteknik serta hidrologi tambang.

Secara akumulatif, total pencapaian pengeboran yang telah dilakukan oleh perseroan telah menyentuh angka yang sangat signifikan yakni mencapai kedalaman 31.485,75 meter. Jumlah sampel batuan inti bor yang dikirimkan untuk analisis geokimia lengkap ke Laboratorium PT Sucofindo pada kuartal pertama 2026 tercatat sebanyak 928 sampel batuan. Secara total, akumulasi sampel yang telah berhasil keluar hasilnya mencapai 14.567 sampel, di mana seluruh pengiriman tersebut telah mengikuti protokol standar QAQC yang ketat.

Persiapan Dokumen Studi Kelayakan dan Peningkatan Izin IUP

Perseroan telah menuntaskan rangkaian uji metalurgi untuk domain sampel QDP dan akan segera melanjutkan pengujian pada domain QFD serta wilayah Sediment Breccia. Sebanyak 36 sampel batuan tambahan dari Prospek Southeast Tengkareng juga telah dikirimkan untuk menjalani analisis geokimia serupa guna memperkuat basis data geologi regional. Saat ini, fokus utama manajemen adalah penyiapan dokumen Studi Kelayakan serta dokumen AMDAL sebagai syarat mutlak untuk diajukan kepada pihak Kementerian ESDM Indonesia.

Dokumen-dokumen teknis dan lingkungan tersebut merupakan persyaratan utama dalam proses perubahan perizinan dari IUP Eksplorasi menjadi IUP Operasi Produksi yang lebih komersial. Tindakan berikutnya yang akan diambil adalah melanjutkan pengeboran fase 2b di Prospek Upper Tengkareng guna meningkatkan tingkat keyakinan data sumber daya yang telah dimiliki. Studi mendalam mengenai aspek hidrologi dan metalurgi tetap berjalan beriringan dengan pemetaan geologi detail di area prospek baru guna mempercepat pembukaan lahan tambang baru.

Manajemen Darma Henwa berkomitmen penuh untuk melakukan percepatan perpanjangan izin IUP Eksplorasi sekaligus mengupayakan peningkatan status izin menjadi Operasi Produksi dalam waktu singkat. Langkah-langkah taktis ini diambil guna memastikan bahwa setiap modal yang telah disedot untuk aktivitas eksplorasi dapat segera memberikan nilai tambah ekonomi bagi perusahaan. Integrasi antara data lapangan yang akurat dan legalitas perizinan yang kuat menjadi kunci utama bagi Grup Bakrie dalam mengoptimalkan kekayaan alam di wilayah Gayo.

Melalui belanja eksplorasi yang mencapai 23,47 miliar rupiah ini, DEWA optimistis dapat memperkuat posisinya sebagai pemain utama dalam industri pertambangan mineral di tanah air. Efisiensi penggunaan anggaran tetap menjadi perhatian utama agar setiap meter pengeboran yang dilakukan dapat memberikan hasil data geologi yang bermanfaat bagi pengembangan tambang. Upaya percepatan ini merupakan bagian dari visi besar perusahaan untuk terus berkontribusi dalam penguatan cadangan mineral nasional guna mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia di masa depan.

Ibtihal

Ibtihal

indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Momentum Hari Buruh, PLN Indonesia Power UBP Cilegon Perkuat Keandalan Listrik Melalui Management Walkdown Jelang Libur Panjang

Momentum Hari Buruh, PLN Indonesia Power UBP Cilegon Perkuat Keandalan Listrik Melalui Management Walkdown Jelang Libur Panjang

PLN Indonesia Power Terima Kunjungan KKP RI Terkait Pemanfaatan Air Laut Selain Energi (ALSE)

PLN Indonesia Power Terima Kunjungan KKP RI Terkait Pemanfaatan Air Laut Selain Energi (ALSE)

PLN Indonesia Power UBP Cilegon Perkuat Komitmen Kesetaraan Gender dan Budaya Kerja Fairness di Momentum Hari Kartini

PLN Indonesia Power UBP Cilegon Perkuat Komitmen Kesetaraan Gender dan Budaya Kerja Fairness di Momentum Hari Kartini

Komitmen Transisi Energi Berbuah Prestasi, PLN Indonesia Power Borong Dua Penghargaan Bergengsi di Solartech Indonesia 2026

Komitmen Transisi Energi Berbuah Prestasi, PLN Indonesia Power Borong Dua Penghargaan Bergengsi di Solartech Indonesia 2026

Dominasi Panggung Energi Nasional, PLN Indonesia Power Group Raih 5 Penghargaan Bergengsi

Dominasi Panggung Energi Nasional, PLN Indonesia Power Group Raih 5 Penghargaan Bergengsi