JAKARTA - Menjelang periode libur panjang keagamaan, perhatian terhadap ketersediaan energi menjadi hal yang krusial bagi masyarakat. Dalam konteks ini, PT Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus mengambil langkah strategis dengan memperkuat distribusi LPG bersubsidi di wilayah Madiun Raya.
Upaya ini dilakukan untuk memastikan masyarakat dapat menjalani libur Jumat Agung hingga Minggu Paskah dengan tenang tanpa kekhawatiran terhadap ketersediaan energi.
Langkah antisipatif tersebut diwujudkan melalui penambahan pasokan LPG bersubsidi yang diberlakukan selama periode 3 hingga 5 April 2026. Kebijakan ini mencakup sejumlah wilayah di Madiun Raya dan dirancang untuk merespons potensi lonjakan konsumsi yang umumnya terjadi saat libur panjang.
Baca JugaPembiayaan Baru Perkuat Ekspansi Taksi Listrik Green SM Indonesia
Dengan adanya tambahan distribusi, Pertamina memastikan stok tetap dalam kondisi aman dan terkendali.
Kesiapan Infrastruktur Dan Distribusi Energi
Dalam menghadapi momen peningkatan aktivitas masyarakat, kesiapan infrastruktur menjadi faktor penting. Area Manager Communication, Relations dan CSR Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menegaskan bahwa seluruh sistem pendukung telah dipersiapkan secara optimal.
Pertamina juga menempatkan personel siaga di berbagai titik guna memastikan kelancaran distribusi BBM dan LPG.
Langkah ini mencerminkan komitmen perusahaan dalam menjaga stabilitas pasokan energi nasional, khususnya di wilayah yang mengalami peningkatan kebutuhan. Tidak hanya berfokus pada distribusi, pengawasan terhadap kelancaran penyaluran juga menjadi perhatian utama selama periode libur berlangsung.
Dengan kesiapan tersebut, masyarakat diharapkan dapat tetap menjalankan aktivitasnya tanpa hambatan, sekaligus menikmati suasana liburan dengan rasa aman terkait ketersediaan energi.
Strategi Antisipasi Lonjakan Permintaan LPG
Menghadapi lonjakan konsumsi LPG bersubsidi, Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus telah menyiapkan strategi khusus yang terukur. Salah satu langkah utama adalah pelaksanaan penyaluran fakultatif, yaitu tambahan distribusi di luar penyaluran reguler yang telah dijadwalkan.
"Pada momentum libur panjang ini, produk LPG menjadi primadona yang digunakan dalam aktivitas masyarakat," ujar Ahad Rahedi.
"Guna menghadapi lonjakan permintaan, kami telah memitigasi melalui pelaksanaan penyaluran fakultatif sebagai tambahan penyaluran di luar penyaluran reguler untuk memenuhi kebutuhan yang meningkat."
Secara keseluruhan, wilayah Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara yang berada di bawah koordinasi Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus mendapatkan tambahan penyaluran hingga 49 persen dari rata-rata distribusi harian.
Total penyaluran fakultatif tersebut mencapai 779.800 tabung untuk wilayah Jawa Timur. Angka ini menunjukkan kesiapan perusahaan dalam mengantisipasi lonjakan kebutuhan secara signifikan.
Strategi ini menjadi bagian penting dalam menjaga keseimbangan antara permintaan dan ketersediaan, sehingga potensi kelangkaan dapat dihindari.
Distribusi Tambahan LPG Di Madiun Raya
Penambahan pasokan LPG bersubsidi dilakukan secara merata di berbagai daerah di Madiun Raya. Setiap wilayah memperoleh alokasi tambahan yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing, sehingga distribusi dapat berjalan efektif dan tepat sasaran.
Berikut rincian tambahan tabung LPG bersubsidi di wilayah Madiun Raya:
Kota Madiun: 5.600 tabung
Kabupaten Madiun: 12.880 tabung
Ngawi: 13.440 tabung
Magetan: 10.460 tabung
Ponorogo: 12.320 tabung
Pacitan: 6.720 tabung
Rincian tersebut menunjukkan keseriusan Pertamina dalam menjaga stabilitas distribusi energi di tingkat regional. Dengan adanya tambahan pasokan ini, masyarakat diharapkan tidak mengalami kesulitan dalam memperoleh LPG selama masa liburan.
Distribusi yang merata juga menjadi kunci untuk memastikan seluruh wilayah mendapatkan akses energi yang cukup, tanpa adanya ketimpangan pasokan.
Imbauan Bijak Dalam Penggunaan LPG
Selain memastikan ketersediaan pasokan, Pertamina juga memberikan imbauan kepada masyarakat agar tetap bijak dalam menggunakan LPG. Ahad Rahedi menekankan pentingnya menjaga pola konsumsi agar tidak terjadi pembelian berlebihan yang dapat memicu gangguan distribusi.
Masyarakat diminta untuk tetap tenang karena stok telah dipastikan dalam kondisi aman. Imbauan ini bertujuan untuk mencegah terjadinya panic buying yang justru dapat berdampak negatif pada ketersediaan energi bagi masyarakat luas.
Selain itu, Pertamina mengingatkan bahwa LPG 3 kilogram merupakan produk subsidi yang diperuntukkan bagi masyarakat kurang mampu. Oleh karena itu, masyarakat yang memiliki kemampuan ekonomi lebih dianjurkan untuk menggunakan LPG non-subsidi seperti Brightgas.
Penggunaan LPG sesuai peruntukan menjadi langkah penting dalam menjaga distribusi yang adil dan tepat sasaran. Dengan kesadaran bersama, ketersediaan energi dapat tetap terjaga bagi mereka yang benar-benar membutuhkan.
Sebagai bentuk layanan kepada pelanggan, Pertamina juga menyediakan Pertamina Contact Center di nomor 135. Layanan ini dapat dimanfaatkan oleh masyarakat untuk memperoleh informasi terkait produk maupun layanan energi lainnya.
Celo
indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Samsung Galaxy A07 5G Baterai Besar Harga Terjangkau, Simak Spesifikasinya!
- Sabtu, 04 April 2026
Berita Lainnya
Update Tarif Listrik Nasional April 2026 Berlaku untuk Semua Pelanggan Indonesia
- Sabtu, 04 April 2026
Terpopuler
2.
Film Dilan 1997 ITB Hadir Dengan Nuansa Nostalgia Kuat
- 04 April 2026
3.
4.
Meta Ajukan Perpanjangan Waktu Terkait Regulasi PP Tunas
- 04 April 2026












