Jumat, 03 April 2026

BSI Salurkan Zakat Perusahaan Pegawai Rp289 Miliar Ke Baznas RI 2025

BSI Salurkan Zakat Perusahaan Pegawai Rp289 Miliar Ke Baznas RI 2025
BSI Salurkan Zakat Perusahaan Pegawai Rp289 Miliar Ke Baznas RI 2025

JAKARTA - PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk atau BSI mencatat capaian signifikan dalam penyaluran zakat perusahaan dan pegawai kepada Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI sepanjang 2025. 

Nilai total yang disalurkan mencapai Rp 289 miliar, terdiri dari zakat perseroan sebesar Rp 250,3 miliar dan zakat pegawai Rp 39,5 miliar. Angka ini menunjukkan peningkatan 7,77 persen secara tahunan (yoy) dibanding tahun sebelumnya.

Direktur Utama BSI, Anggoro Eko Cahyo, menegaskan bahwa zakat tidak hanya sebagai kewajiban syariah, tetapi juga sebagai instrumen strategis untuk memperkuat ekonomi umat dan mendorong pemerataan kesejahteraan.

Baca Juga

Harga Buyback Emas Perhiasan Di Rajaemas Stabil Hari Jumat 3 April 2026

 “Zakat kami posisikan sebagai instrumen strategis untuk memperkuat ekonomi umat dan mendorong pemerataan kesejahteraan,” ujarnya.

Dengan penyaluran ini, BSI menambah kontribusi zakat kumulatif selama 2021-2025 menjadi Rp 1,07 triliun. Angka tersebut memperlihatkan konsistensi BSI dalam memanfaatkan dana zakat sebagai sarana pemberdayaan mustahik dan pengembangan ekonomi umat.

Peran Strategis Zakat BSI dalam Pemberdayaan

Sejak berdiri, BSI menempatkan zakat sebagai katalisator penggerak ekonomi umat, terutama bagi penerima manfaat. Pada 2025, dari dana zakat perseroan sebesar Rp 268,6 miliar di tahun sebelumnya, BSI berhasil menjangkau lebih dari 1,2 juta penerima manfaat melalui lebih dari 40 program yang mencakup sektor ekonomi, pendidikan, kesehatan, kemanusiaan, serta dakwah dan advokasi.

Anggoro menekankan bahwa potensi zakat nasional yang besar menjadi peluang bagi bank syariah untuk berperan strategis dalam memperkuat fondasi ekonomi inklusif.

Optimalisasi pengelolaan zakat menjadi kunci untuk memastikan keberlanjutan manfaat bagi masyarakat sekaligus memperkuat posisi BSI sebagai bank syariah terbesar di Indonesia.

“Sebagai bank syariah terbesar di Indonesia, BSI memiliki tanggung jawab tidak hanya mendorong pertumbuhan bisnis, tetapi juga memastikan kebermanfaatan bagi masyarakat,” jelas Anggoro.

Kolaborasi dan Program Pemberdayaan Mustahik

BSI menyalurkan dana zakat melalui kolaborasi dengan Baznas RI dan BSI Maslahat. Penyaluran dilakukan dalam bentuk berbagai program pemberdayaan mustahik, antara lain:

Program ekonomi di 77 Desa BSI, termasuk pengembangan Sentra UMKM BSI di seluruh Indonesia.

Program pendidikan BSI Scholarship untuk lebih dari 10.000 pelajar dan mahasiswa.

Program Rumah Qur’an dan inisiatif dakwah lainnya.

Melalui program tersebut, dana zakat tidak hanya menjadi bantuan langsung, tetapi juga berfungsi sebagai modal pemberdayaan, mendorong penerima manfaat untuk lebih mandiri dan produktif. Strategi ini selaras dengan misi BSI untuk memperkuat inklusi keuangan berbasis syariah sekaligus meningkatkan dampak sosial zakat secara berkelanjutan.

Kemudahan Pembayaran ZISWAF di BSI

BSI menyediakan berbagai kanal untuk memudahkan pembayaran ZISWAF bagi masyarakat. Total terdapat 1.130 cabang BSI, e-channel seperti ATM, QRIS, aplikasi BYOND by BSI, BSI Mobile, dan fitur transaksi terjadwal. Selain itu, nasabah dapat memindahkan zakat dari bank lain ke BSI secara langsung.

Bank juga menyediakan program khusus seperti wakaf untuk rumah sakit dan sekolah yang dapat diakses melalui aplikasi BYOND by BSI. 

Selama 2025, total penghimpunan donasi melalui berbagai kanal mencapai Rp 236 miliar dengan lebih dari 10,5 juta transaksi. Angka ini menunjukkan tingginya partisipasi masyarakat dalam menyalurkan zakat melalui BSI.

Anggoro menyebut tren penghimpunan ZISWAF 2026 menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap BSI dalam mengelola dana zakat dan wakaf secara profesional dan transparan.

Dampak dan Relevansi Zakat BSI

Penyaluran zakat BSI memiliki dampak langsung terhadap penguatan ekonomi lokal dan pemberdayaan penerima manfaat. Dana zakat yang dikelola secara strategis memungkinkan penerima untuk memulai usaha, memperluas pendidikan, dan meningkatkan kualitas hidup. 

Program Sentra UMKM, misalnya, menyediakan modal kerja bagi pelaku usaha mikro sehingga mereka dapat berkembang lebih cepat.

Selain itu, BSI Scholarship membantu pelajar dan mahasiswa menempuh pendidikan tanpa hambatan biaya. Program Rumah Qur’an dan dakwah lainnya mendukung literasi agama dan pendidikan keagamaan di masyarakat. Dengan demikian, zakat menjadi sarana inklusi sosial, bukan hanya sebagai kewajiban finansial.

Sebagai bank syariah terbesar di Indonesia, BSI menegaskan komitmen untuk terus meningkatkan efektivitas pengelolaan zakat dan wakaf, selaras dengan misi memperkuat ekonomi umat dan inklusi keuangan syariah.

Sindi

Sindi

indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

MotionBank Perkuat Layanan Digital MNC Bank Tahun 2025 Untuk Nasabah

MotionBank Perkuat Layanan Digital MNC Bank Tahun 2025 Untuk Nasabah

Maybank Indonesia Catat Pembiayaan Berkelanjutan Tumbuh Pesat Tahun 2025

Maybank Indonesia Catat Pembiayaan Berkelanjutan Tumbuh Pesat Tahun 2025

OJK Tegaskan Ekonomi Syariah Indonesia Harus Bergerak Sepanjang Tahun

OJK Tegaskan Ekonomi Syariah Indonesia Harus Bergerak Sepanjang Tahun

Simulasi Cicilan KUR BRI 2026, Suku Bunga dan Persyaratan Pengajuan Lengkap

Simulasi Cicilan KUR BRI 2026, Suku Bunga dan Persyaratan Pengajuan Lengkap

Panduan Lengkap KUR BCA 2026: Cicilan, Suku Bunga, Persyaratan Mudah

Panduan Lengkap KUR BCA 2026: Cicilan, Suku Bunga, Persyaratan Mudah