Kamis, 02 April 2026

Kolaborasi Hartadinata UNTR Perkuat Rantai Pasok Emas Nasional Terintegrasi Dari Hulu Hilir

Kolaborasi Hartadinata UNTR Perkuat Rantai Pasok Emas Nasional Terintegrasi Dari Hulu Hilir
Kolaborasi Hartadinata UNTR Perkuat Rantai Pasok Emas Nasional Terintegrasi Dari Hulu Hilir

JAKARTA - Langkah strategis dilakukan PT Hartadinata Abadi Tbk dalam memperkuat posisi di industri logam mulia nasional. 

Emiten berkode HRTA tersebut menjalin kemitraan dengan sejumlah perusahaan tambang untuk membangun ekosistem emas domestik yang lebih terintegrasi. Kerja sama ini dinilai menjadi bagian penting dalam mendorong penguatan rantai pasok nasional. Fokus utama kolaborasi diarahkan pada sinergi dari sektor hulu hingga hilir.

Melalui anak usahanya, PT Emas Murni Abadi, Hartadinata menggandeng PT Danusa Tambang Nusantara serta PT Agincourt Resources. Kedua perusahaan tersebut merupakan bagian dari grup PT United Tractors Tbk dengan kode saham UNTR. Kolaborasi ini diharapkan mampu memperkuat integrasi industri emas nasional. Selain itu, kerja sama tersebut juga mendukung hilirisasi mineral dalam negeri.

Baca Juga

DSSA Umumkan Jadwal Stock Split Rasio Besar untuk Tingkatkan Likuiditas Saham Investor

Sinergi yang dibangun mencakup pemurnian emas domestik hingga distribusi produk logam mulia. Model kerja sama ini memungkinkan efisiensi rantai pasok. Dengan begitu, nilai tambah komoditas emas dapat dimaksimalkan. Langkah ini juga diharapkan memperkuat daya saing industri emas Indonesia.

Kolaborasi Mendukung Hilirisasi Industri Emas Nasional

Direktur Utama Hartadinata Abadi, Sandra Sunanto, menyatakan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah konkret. Kerja sama tersebut mendukung program hilirisasi mineral yang menjadi prioritas pemerintah. Selain itu, kolaborasi ini memperkuat rantai pasok logam mulia domestik. Fokusnya adalah memastikan proses pengolahan dilakukan di dalam negeri.

Kerja sama mencakup aktivitas pemurnian emas dan distribusi logam mulia. Produk yang dihasilkan berasal dari tambang domestik. Proses pemurnian dilakukan di fasilitas nasional. Selanjutnya, hasilnya didistribusikan ke sektor industri hilir.

Langkah tersebut diharapkan meningkatkan nilai tambah komoditas. Selain itu, ketergantungan terhadap impor dapat ditekan. Integrasi hulu hingga hilir menjadi strategi utama. Dengan demikian, industri emas nasional lebih kuat.

Empat Dokumen Resmi Perkuat Implementasi Kerja Sama

Implementasi kolaborasi dituangkan dalam empat dokumen utama. Dokumen pertama berupa nota kesepahaman jual beli logam mulia antara DTN dan HRTA. Dokumen kedua adalah nota kesepahaman jasa pemurnian antara DTN dan EMA. Selain itu, terdapat perjanjian jasa pemurnian antara PTAR dan EMA.

Dokumen keempat berupa perjanjian jual beli logam mulia antara PTAR dan HRTA. Seluruh dokumen tersebut ditandatangani oleh semua pihak. Penandatanganan dilakukan di Bandung pada Rabu, 1 April 2026. Langkah ini menandai dimulainya kolaborasi strategis.

Kesepakatan tersebut memastikan kejelasan peran masing-masing pihak. Dengan struktur kerja sama yang jelas, implementasi lebih terarah. Hal ini juga memperkuat koordinasi antar perusahaan. Integrasi rantai pasok pun menjadi lebih efisien.

Integrasi Rantai Pasok Dari Tambang Hingga Distribusi

Melalui skema kerja sama ini, emas hasil produksi PT Agincourt Resources dimurnikan di fasilitas PT Emas Murni Abadi. Fasilitas tersebut berlokasi di Bandung. Setelah melalui proses pemurnian, logam mulia dipasarkan kepada HRTA. Perusahaan ini berperan sebagai produsen dan distributor.

Rantai pasok tersebut menciptakan integrasi yang lebih efisien. Proses dimulai dari pertambangan. Kemudian dilanjutkan ke tahap pemurnian. Setelah itu, produk didistribusikan ke pasar domestik.

Model integrasi ini memperkuat hilirisasi industri emas nasional. Proses peningkatan nilai tambah dilakukan di dalam negeri. Selain itu, rantai pasok menjadi lebih terkendali. Hal tersebut mendukung ketahanan industri emas nasional.

Nilai Tambah Strategis Bagi Setiap Pihak

Kolaborasi ini memberikan manfaat bagi masing-masing perusahaan. PTAR memperoleh akses terhadap fasilitas pemurnian domestik. Hal ini meningkatkan efisiensi operasional. PT EMA juga memperkuat perannya sebagai refinery nasional.

DTN berperan dalam optimalisasi rantai pasok logam. Sementara itu, HRTA mendapatkan kepastian pasokan bahan baku. Kepastian tersebut penting untuk mendukung produksi. Selain itu, perusahaan dapat memperluas pasar.

Sinergi ini menciptakan hubungan saling menguntungkan. Setiap pihak memperoleh nilai tambah strategis. Kolaborasi juga memperkuat struktur industri. Dampaknya terasa pada keseluruhan ekosistem emas nasional.

Komitmen Rantai Pasok Bertanggung Jawab dan Berkelanjutan

Sandra menegaskan bahwa kerja sama ini mengedepankan praktik rantai pasok bertanggung jawab. Seluruh pihak akan menjalankan prinsip due diligence. Aspek keberlanjutan juga menjadi perhatian utama. Pendekatan ini sejalan dengan standar internasional.

“Seluruh pihak akan menjalankan prinsip due diligence serta memperhatikan aspek ESG (Environmental, Social, and Governance) guna memastikan proses produksi dan perdagangan dilakukan secara transparan, etis, dan sesuai standar internasional.” kata Sandra dalam rilis yang disiarkan pada Kamis (2/4/2026).

Penerapan prinsip ESG menjadi fondasi penting. Hal ini memastikan kegiatan bisnis berlangsung berkelanjutan. Selain itu, transparansi menjadi prioritas. Praktik tersebut juga meningkatkan kepercayaan pasar.

Ke depan, sinergi antara sektor pertambangan, pemurnian, dan manufaktur diharapkan semakin kuat. Integrasi ini dapat meningkatkan posisi Indonesia dalam rantai nilai global. Dengan ekosistem yang terintegrasi, peluang peningkatan nilai tambah terbuka lebar. Selain itu, akses masyarakat terhadap produk emas domestik berkualitas tinggi semakin luas.

Mazroh Atul Jannah

Mazroh Atul Jannah

indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

BDx Kantongi Pinjaman Rp5,4 Triliun untuk Perluas Infrastruktur Kecerdasan Buatan Regional

BDx Kantongi Pinjaman Rp5,4 Triliun untuk Perluas Infrastruktur Kecerdasan Buatan Regional

Penjualan ACES Naik Tipis Tahun 2025 Namun Laba Bersih Turun Signifikan Tahunan

Penjualan ACES Naik Tipis Tahun 2025 Namun Laba Bersih Turun Signifikan Tahunan

Astra Komponen Indonesia Perkenalkan Alat Kesehatan Digital Canggih untuk Kemandirian Nasional

Astra Komponen Indonesia Perkenalkan Alat Kesehatan Digital Canggih untuk Kemandirian Nasional

IDEA Indonesia Optimalkan Pelatihan Vokasi dan Hotel Edukatif Demi Pertumbuhan Laba Berkelanjutan

IDEA Indonesia Optimalkan Pelatihan Vokasi dan Hotel Edukatif Demi Pertumbuhan Laba Berkelanjutan

Ciputra (CTRA) Tembus Penjualan Rp500 Miliar dengan Konsep Hunian Hijau Modern di Jakarta

Ciputra (CTRA) Tembus Penjualan Rp500 Miliar dengan Konsep Hunian Hijau Modern di Jakarta