Puncak Arus Balik Kedua Diprediksi Terjadi Saat Pemudik Kembali
- Sabtu, 28 Maret 2026
JAKARTA - Kembalinya aktivitas masyarakat setelah libur panjang Lebaran selalu diiringi dengan lonjakan arus balik yang signifikan. Tahun ini, dinamika tersebut kembali terlihat dengan masih tingginya jumlah pemudik yang belum kembali ke kota asal aktivitasnya.
Kondisi ini mendorong aparat untuk meningkatkan kewaspadaan dan menyiapkan berbagai skema pengamanan guna memastikan perjalanan tetap lancar dan aman.
Menjelang dimulainya kembali aktivitas perkantoran dan sekolah, tekanan terhadap jalur transportasi diprediksi meningkat. Arus balik tidak hanya terjadi secara bersamaan, tetapi terbagi dalam beberapa gelombang yang membutuhkan pengelolaan berbeda.
Baca JugaPerlindungan Data Anak Jadi Fokus Utama Kebijakan PP Tunas Baru
Pada periode ini, perhatian tertuju pada gelombang kedua yang diperkirakan menjadi puncak lanjutan arus balik Lebaran.
Puncak Arus Balik Kedua Mulai Terlihat
Menjelang dimulainya kembali aktivitas perkantoran dan sekolah pada Senin, pergerakan pemudik menuju Jakarta diprediksi mencapai puncaknya pada gelombang kedua hari ini, Sabtu hingga Minggu.
Dengan 42 persen pemudik yang belum kembali, pihak kepolisian kini memperketat pengawasan di jalur tol hingga terminal melalui kegiatan rutin yang ditingkatkan guna menjamin kelancaran arus lalu lintas.
Meskipun Operasi Ketupat 2026 resmi berakhir pada Rabu, Korlantas Polri masih menyiagakan petugas di lapangan melalui kegiatan rutin yang ditingkatkan (KRYD). Fokus pengamanan dilakukan pada lima klaster utama, yakni jalan arteri, jalan tol, simpul transportasi, tempat ibadah, dan kawasan wisata.
“ Kami semuanya masih berada di lapangan untuk mengamankan duta-duta arus balik yang saat ini masih aglomerasi kegiatan di kampung halaman yang dimungkinkan nanti pada tanggal 29 itu ada puncak balik yang kedua. Ini kita sudah siap," kata Kakorlantas Polri Agus Suryonugroho.
“Ini masih kita kelola. Tentunya Mabes Polri, Operasi Ketupat sudah selesai, tetapi kegiatan rutin kepolisian ditingkatkan," tutur Agus.
Rekayasa Lalu Lintas Disiapkan Secara Situasional
Untuk mengantisipasi lonjakan volume kendaraan, Korlantas Polri telah menyiapkan sistem one way secara situasional guna menghadapi lonjakan volume kendaraan. Kebijakan ini akan mengacu pada parameter jumlah kendaraan di gerbang tol, khususnya di Kalikangkung.
“One way sepenggal, one way nasional itu tentunya kita sudah mempersiapkan emergency plan," ungkapnya.
Irjen Agus menegaskan, skema rekayasa lalu lintas di ruas Tol Trans Jawa ini akan dilakukan secara bertahap mengikuti kondisi di lapangan.
Jika jumlah kendaraan mendekati 4.000 unit, maka skema one way berpotensi diberlakukan secara nasional. Namun, jika volume masih di angka 2.500 hingga 3.800 kendaraan, arus akan tetap dilayani dua arah.
“Jika indikator di Kalikangkung mendekati 4.000 kendaraan, maka akan diberlakukan one way nasional pada Sabtu,” kata Agus.
Langkah ini diharapkan dapat mengantisipasi kepadatan dari wilayah Semarang Raya, Solo, Yogyakarta, hingga Jawa Timur, termasuk memantau pergerakan dari Jawa Barat dan Trans Sumatra via Bakauheni–Merak.
Setiap penerapan rekayasa akan diawali dengan sosialisasi dan sterilisasi jalur agar masyarakat dapat menyesuaikan perjalanan.
Prediksi Lonjakan Penumpang Di Terminal
Kondisi serupa diprediksi terjadi di moda transportasi bus. Puncak arus balik kedua di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur, diperkirakan berlangsung pada Sabtu, 28 Maret 2026 dan Minggu, 29 Maret 2026, seiring kembalinya aktivitas perkantoran dan sekolah pada Senin, 30 Maret 2026.
" Diperkirakan akan ada puncak kedua, diperkirakan mungkin bisa mencapai 5.000 atau 6.000 orang," kata Kepala Terminal Kampung Rambutan, Revi Zulkarnain.
Sebelumnya, puncak arus balik pertama telah terjadi pada Rabu dengan jumlah penumpang mencapai 7.144 orang dari asal tujuan Jawa Timur, Jawa Barat, dan Sumatera Barat.
Revi mencatat arus balik tahun ini cenderung lebih stabil dan tinggi dibandingkan tahun sebelumnya.
"Karena tahun ini hari-hari berikutnya itu hampir seimbang (jumlah penumpang) ya. Kalau dulu kan ada hanya puncaknya saja, terus habis itu langsung turun," jelas Revi.
Imbauan Kepolisian Untuk Kelancaran Perjalanan
Kepolisian mengimbau para pengguna jalan untuk tetap memantau informasi terkini mengenai rekayasa lalu lintas guna memastikan kelancaran perjalanan kembali ke Jakarta.
“Semua anggota masih berada di lapangan untuk mengantisipasi harkamtibmas, termasuk juga arus balik yang kedua," pungkas Agus.
Dengan masih besarnya jumlah pemudik yang belum kembali, koordinasi antara aparat dan masyarakat menjadi kunci utama dalam menjaga kelancaran arus balik. Informasi terkini terkait kondisi lalu lintas, rekayasa jalan, hingga kepadatan di berbagai titik menjadi hal yang penting untuk diperhatikan.
Melalui kesiapan aparat serta kesadaran masyarakat dalam mengikuti arahan yang diberikan, diharapkan arus balik Lebaran tahun ini dapat berjalan lebih tertib dan aman. Momentum ini juga menjadi refleksi penting bagi pengelolaan transportasi nasional agar semakin adaptif terhadap lonjakan mobilitas masyarakat.
Celo
indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Prakiraan Cuaca Hujan Ringan Guyur Wilayah Jabodetabek Sepanjang Hari Ini
- Sabtu, 28 Maret 2026
Koordinasi Pemerintah Perkuat Implementasi PP Tunas Lindungi Anak Digital
- Sabtu, 28 Maret 2026
Prabowo Perkuat Kerja Sama Keamanan Indonesia China Lewat BIN Strategis
- Sabtu, 28 Maret 2026
Berita Lainnya
Prakiraan Cuaca Hujan Ringan Guyur Wilayah Jabodetabek Sepanjang Hari Ini
- Sabtu, 28 Maret 2026
Koordinasi Pemerintah Perkuat Implementasi PP Tunas Lindungi Anak Digital
- Sabtu, 28 Maret 2026
Prabowo Perkuat Kerja Sama Keamanan Indonesia China Lewat BIN Strategis
- Sabtu, 28 Maret 2026








