Minggu, 29 Maret 2026

Kao, Apical, dan Asian Agri Luncurkan Program SMILE Tingkatkan Kesejahteraan Petani Sawit

Kao, Apical, dan Asian Agri Luncurkan Program SMILE Tingkatkan Kesejahteraan Petani Sawit
Kao, Apical, dan Asian Agri Luncurkan Program SMILE Tingkatkan Kesejahteraan Petani Sawit

JAKARTA - Kao Corporation, Apical Group, dan Asian Agri meluncurkan program SMILE untuk meningkatkan kesejahteraan petani sawit swadaya. Inisiatif ini bertujuan membantu mereka memperoleh sertifikasi Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) dan membuka akses pasar global.

Target Wilayah dan Jumlah Petani

Program SMILE menyasar wilayah Sumatera Utara, Riau, dan Jambi, dengan fokus membangun rantai nilai minyak sawit yang lebih berkelanjutan. Targetnya adalah 5.000 petani swadaya yang mengelola 18.000 hektar lahan perkebunan sawit.

Baca Juga

Kemenhub Siapkan Strategi Lancar Arus Balik Ketapang-Gilimanuk

Fokus utama program mencakup peningkatan produktivitas petani dan perolehan sertifikasi RSPO. Sertifikasi ini memberi akses penjualan minyak sawit bersertifikat dengan premi harga di pasar global.

Program ini dirancang berjalan selama 11 tahun hingga 2030 untuk menjembatani kesenjangan pengetahuan teknis petani. Tantangan utama selama ini adalah rendahnya pemahaman standar internasional dan prosedur sertifikasi.

Pendampingan Teknis dan Administratif

Petani akan mendapatkan bantuan administratif dalam pengajuan sertifikasi RSPO. Hal ini termasuk pendampingan dokumen, verifikasi, dan koordinasi dengan lembaga sertifikasi internasional.

Selain administrasi, petani juga mengikuti pelatihan praktik terbaik pengelolaan kebun. Praktik ini meliputi pengelolaan lahan berkelanjutan tanpa membuka hutan atau lahan gambut yang dilarang.

Program SMILE juga menekankan keselamatan kerja bagi petani. Penyediaan perlindungan kerja bertujuan mengurangi risiko kecelakaan di kebun sekaligus meningkatkan produktivitas operasional.

Nilai Tambah dan Dampak Ekonomi

Petani yang tersertifikasi RSPO berhak menerima premi harga rata-rata sekitar 5?% lebih tinggi dibanding produk konvensional. Hal ini diharapkan berdampak langsung pada peningkatan pendapatan dan kesejahteraan keluarga petani.

Pendapatan tambahan ini juga memotivasi petani untuk menerapkan praktik berkelanjutan. Dengan begitu, program SMILE mendukung kedua aspek: ekonomi petani dan keberlanjutan lingkungan.

Implementasi Bertahap Hingga 2030

Program akan dilaksanakan secara bertahap agar setiap tahapan pengelolaan kebun dapat ditelusuri dan memenuhi standar internasional. Pendekatan bertahap juga memungkinkan evaluasi dan perbaikan praktik secara berkelanjutan.

Kolaborasi antara produsen hilir, eksportir, dan produsen hulu menjadi kunci keberhasilan program ini. Dengan dukungan semua pihak, petani swadaya dapat bertransformasi menjadi pengelola sawit yang lebih profesional dan ramah lingkungan.

Rencana implementasi hingga 2030 memastikan target sertifikasi RSPO dapat tercapai dengan menyeluruh. Keberhasilan program ini menjadi contoh model pengelolaan sawit berkelanjutan di Indonesia yang dapat direplikasi di daerah lain.

Nathasya Zallianty

Nathasya Zallianty

indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

PLN dan BPH Migas Pastikan Layanan Jargas di Tarakan Tetap Andal

PLN dan BPH Migas Pastikan Layanan Jargas di Tarakan Tetap Andal

Gapasdap Dorong ASDP Segera Bangun 3 Dermaga Baru Ketapang

Gapasdap Dorong ASDP Segera Bangun 3 Dermaga Baru Ketapang

Pemerintah Dorong Stabilitas Harga Kebutuhan Pokok Pasca Lebaran Cepat

Pemerintah Dorong Stabilitas Harga Kebutuhan Pokok Pasca Lebaran Cepat

BPH Migas Tingkatkan Kapasitas IT Banjarmasin Untuk Stok BBM Lebih Stabil

BPH Migas Tingkatkan Kapasitas IT Banjarmasin Untuk Stok BBM Lebih Stabil

Bapanas Pastikan Pasokan Pangan Tetap Stabil Pasca Lebaran Untuk Masyarakat

Bapanas Pastikan Pasokan Pangan Tetap Stabil Pasca Lebaran Untuk Masyarakat