Jumat, 06 Maret 2026

Sunnah Menghidupkan Malam Ramadan Dengan Qiyamul Lail Dan Keutamaannya

Sunnah Menghidupkan Malam Ramadan Dengan Qiyamul Lail Dan Keutamaannya
Sunnah Menghidupkan Malam Ramadan Dengan Qiyamul Lail Dan Keutamaannya

JAKARTA - Bulan Ramadan dikenal sebagai waktu yang penuh keberkahan dan kesempatan besar bagi umat Islam untuk meningkatkan kualitas ibadah. Tidak hanya pada siang hari melalui puasa, malam-malam Ramadan juga memiliki keutamaan tersendiri yang dianjurkan untuk dihidupkan dengan berbagai amalan.

Salah satu amalan yang sangat dianjurkan adalah qiyamul lail, yaitu menghidupkan malam dengan ibadah. Rasulullah SAW sendiri telah mencontohkan praktik ini kepada umatnya, terutama pada bulan Ramadan yang penuh kemuliaan.

Bagi banyak Muslim, malam Ramadan menjadi momen untuk memperbanyak salat, membaca Al-Qur’an, berdzikir, serta berdoa. Ibadah tersebut dilakukan dengan harapan memperoleh ampunan dan pahala dari Allah SWT.

Baca Juga

Make Over Kolaborasi Rinaldy Yunardi Rilis Powder Foundation Spesial

Keutamaan qiyamul lail juga ditegaskan dalam sabda Nabi SAW:

“Barangsiapa melaksanakan qiyam Ramadhan karena iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu” (HR. Bukhari dan Muslim).

Hadis ini menjadi dasar pensyariatan qiyamul lail di bulan suci. Dalam kitab Al-Mausu'ah al-Fiqhiyyah al-Kuwaitiyyah ditegaskan bahwa menghidupkan malam (ihya' al-lail) dapat dilakukan dengan berbagai bentuk ibadah, bukan hanya sholat.

Ebook Qiyamul Lail dan Ramadhan, karya Isnan Ansory, Lc, M.Ag, menjelaskan makna mendalam qiyamul lail dan amalan-amalannya. Mengamalkan sunnah qiyamul lail artinya meneladani Nabi SAW. Dengan memahami makna dan keutamaan qiyamul lail, seorang muslim dapat memaksimalkan ibadah di bulan suci ini.

Pengertian Qiyamul Lail Dan Ihya' Al-Lail

Ramadhan adalah bulan yang sangat istimewa. Ia adalah satu-satunya bulan yang disebut secara eksplisit dalam Al-Qur'an (QS. Al-Baqarah: 185). Di bulan ini, Allah mensyariatkan dua ibadah utama: puasa di siang hari dan qiyam (menghidupkan malam dengan ibadah) di malam harinya. Rasulullah ? bersabda:

“Sesungguhnya Allah - tabaraka wa ta'ala - telah memfardhukan puasa Ramadhan atas kalian, dan mensunnahkan qiyam-nya. Maka siapa pun yang berpuasa dan berqiyam pada bulan Ramadhan atas dasar iman dan mengharap ganjaran dari Allah, dosa-dosanya akan terampuni hingga ia seperti seorang anak yang baru dilahirkan oleh ibunya.” (HR. Nasa'i)

Isnan Ansory dalam bukunya menjelaskan bahwa secara bahasa qiyamul lail berarti “berdiri di malam hari”. Dalam istilah syar’i, qiyam al-lail merujuk secara khusus pada ibadah sholat yang dilakukan pada waktu malam.

Setiap shalat yang dilakukan setelah matahari terbenam hingga terbit fajar merupakan qiyamul lail. Ini mencakup shalat fardhu Maghrib dan Isya', shalat rawatib, shalat Tarawih, shalat Tahajjud, dan shalat Witir.

Sementara itu, Ihya' al-Lail bermakna “menghidupkan malam”. Maksudnya adalah memakmurkan malam dengan berbagai bentuk ibadah, tidak terbatas pada shalat saja. Cakupan ibadahnya lebih luas, meliputi membaca Al-Qur'an, berdzikir, belajar ilmu, bersedekah, dan berbagai bentuk ketaatan lainnya.

“Ihya' al-lail dilakukan pada setiap malam (bukan hanya malam Ramadhan) dan dapat berbentuk berbagai macam ibadah, bukan hanya khusus dalam bentuk shalat.” (Sumber: Al-Mausu'ah al-Fiqhiyyah al-Kuwaitiyyah, juz 27, hlm. 136).

Amalan-Amalan Utama Dalam Qiyamul Lail

Qiyamul Lail dalam istilah syariat merujuk pada semua ibadah yang dilakukan di waktu malam, terutama shalat. Sebagaimana dijelaskan oleh Isnan Ansory, Lc., M.Ag. dalam bukunya Qiyamul Lail dan Ramadhan, secara bahasa qiyam bermakna berdiri dan al-lail berarti malam. Jadi, qiyamul lail adalah semua ibadah shalat yang dilakukan pada malam hari.

Shalat menjadi inti utama dari qiyamul lail. Bentuknya dapat beragam sesuai dengan waktu pelaksanaannya dan jenis ibadahnya.

Salah satu di antaranya adalah shalat tahajjud. Shalat malam ini dilakukan setelah tidur, meskipun hanya tidur sebentar. Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Isra' ayat 79:

“Dan pada sebagian malam, lakukanlah salat tahajud (sebagai suatu ibadah) tambahan bagimu: mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji.”

Selain tahajjud, ada pula shalat tarawih yang khusus dilakukan pada bulan Ramadan. Hukumnya adalah sunnah mu'akkad (sangat dianjurkan) berdasarkan kesepakatan para ulama. Hal ini merujuk pada hadits Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda:

“Barangsiapa yang melaksanakan qiyam Ramadhan (shalat tarawih) dengan penuh keimanan dan mengharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Imam An-Nawawi dalam kitabnya Al-Majmu' Syarah Al-Muhadzzab menjelaskan bahwa shalat Tarawih 20 rakaat dengan 10 kali salam adalah sunnah, dan berjamaah lebih utama daripada sendirian.

Shalat witir juga menjadi bagian penting dari qiyamul lail. Shalat ini merupakan penutup ibadah malam dengan jumlah rakaat ganjil. Dari Ali bin Abi Thalib RA, Rasulullah SAW bersabda:

“Wahai ahli Al-Qur'an, shalat witirlah, karena sesungguhnya Allah itu Witir (Maha Esa) dan menyukai bilangan yang ganjil.” (HR. Abu Daud, Ibnu Majah, Tirmidzi, dan Nasa'i).

Imam An-Nawawi dalam Al-Majmu' Syarah Al-Muhadzzab juga menjelaskan bahwa waktu afdhal shalat witir adalah di akhir malam bagi yang mampu bangun. Namun bagi yang khawatir tidak bisa bangun, shalat witir dapat dilakukan di awal malam setelah shalat Isya'.

Ibadah Pendukung Yang Menghidupkan Malam Ramadhan

Selain shalat, menghidupkan malam Ramadan juga dapat dilakukan melalui berbagai ibadah lainnya. Salah satu amalan yang sangat dianjurkan adalah membaca Al-Qur'an atau tilawah.

Menghidupkan malam dengan membaca ayat-ayat suci Al-Qur'an merupakan amalan yang sangat utama. Allah SWT memuji orang-orang yang meninggalkan tempat tidur untuk beribadah, termasuk membaca Al-Qur'an.

Dalam QS. Az-Zariyat ayat 17-18, Allah berfirman:

“Mereka sedikit sekali tidur pada waktu malam. Dan pada akhir malam mereka memohon ampunan (kepada Allah).”

Imam Al-Qurthubi dalam tafsirnya menjelaskan bahwa ayat ini turun mengenai kaum yang rajin shalat malam dan membaca Al-Qur'an. Hal ini menunjukkan bahwa tilawah merupakan bagian penting dari qiyamul lail.

Selain tilawah, zikir dan doa juga menjadi amalan utama. Malam hari, terutama pada sepertiga terakhir, dikenal sebagai waktu yang mustajab untuk berdoa.

Dalam sebuah hadits qudsi yang masyhur, Rasulullah SAW bersabda:

“Rabb kita tabaraka wa ta'ala turun setiap malam ke langit dunia ketika tersisa sepertiga malam terakhir. Dia berfirman: ‘Siapa yang berdoa kepada-Ku, niscaya Aku kabulkan. Siapa yang meminta kepada-Ku, niscaya Aku beri. Siapa yang memohon ampunan kepada-Ku, niscaya Aku ampuni’.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Para ulama, termasuk Imam An-Nawawi dalam kitabnya Al-Adzkar, sangat menganjurkan untuk memperbanyak istighfar dan doa di waktu sahur atau akhir malam.

Adab Dan Pelengkap Dalam Qiyamul Lail

Selain amalan utama, terdapat beberapa adab yang dianjurkan ketika melaksanakan qiyamul lail. Salah satunya adalah membuka shalat malam dengan dua rakaat yang ringan.

Hal ini berdasarkan hadits dari Aisyah RA:

“Adalah Rasulullah SAW apabila akan melaksanakan shalat lail, beliau memulai (membuka) shalatnya dengan (shalat) dua rakaat yang ringan-ringan.” (HR. Muslim).

Dalam Himpunan Putusan Tarjih Muhammadiyah dijelaskan bahwa dua rakaat ini dikenal sebagai shalat iftitah. Shalat tersebut dilakukan sebelum memulai rangkaian qiyamul lail atau qiyam Ramadan.

Selain itu, seluruh amalan dalam qiyamul lail harus dilandasi niat karena iman dan mengharap pahala dari Allah (imanan wa ihtisaban), sebagaimana disebutkan dalam hadits tentang keutamaan qiyam Ramadan.

Islam juga mengajarkan keseimbangan dalam beribadah. Dalam kitab Fathul Wahab karya Syaikh Zakariya Al-Anshari dijelaskan bahwa makruh hukumnya melakukan qiyamul lail yang dapat membahayakan diri sendiri, seperti shalat sepanjang malam tanpa memperhatikan kebutuhan tubuh untuk beristirahat.

Dengan memahami makna, amalan, serta adab qiyamul lail, umat Islam diharapkan dapat memanfaatkan malam-malam Ramadan dengan ibadah yang lebih maksimal dan penuh keikhlasan.

Celo

Celo

indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Cara Efektif Mengatasi Perut Kembung Untuk Menjaga Kesehatan Pencernaan

Cara Efektif Mengatasi Perut Kembung Untuk Menjaga Kesehatan Pencernaan

5 Perawatan Wajah Agar Makeup Tahan Lama Saat Lebaran

5 Perawatan Wajah Agar Makeup Tahan Lama Saat Lebaran

Itikaf Adalah Ibadah Sunnah Ramadan Mendekatkan Diri Kepada Allah

Itikaf Adalah Ibadah Sunnah Ramadan Mendekatkan Diri Kepada Allah

Waktu Terbaik Olahraga Saat Puasa Sebelum Atau Sesudah Berbuka

Waktu Terbaik Olahraga Saat Puasa Sebelum Atau Sesudah Berbuka

Cara Aman Puasa Ramadan bagi Pengidap Diabetes Menurut Dokter

Cara Aman Puasa Ramadan bagi Pengidap Diabetes Menurut Dokter