Jumat, 06 Maret 2026

Pecel Lesehan Marimar Kediri Jadi Favorit Warga Berburu Menu Sahur Ramadan Murah

Pecel Lesehan Marimar Kediri Jadi Favorit Warga Berburu Menu Sahur Ramadan Murah
Pecel Lesehan Marimar Kediri Jadi Favorit Warga Berburu Menu Sahur Ramadan Murah

JAKARTA - Suasana sahur di kawasan Jalan Dhoho, Kota Kediri, Jawa Timur, selalu menghadirkan pemandangan yang khas ketika bulan Ramadan tiba. 

Deretan pedagang makanan sederhana di sepanjang jalan tersebut menjadi tujuan banyak orang yang ingin menikmati hidangan sahur dengan suasana berbeda.

Salah satu tempat yang paling ramai diserbu pembeli adalah pecel lesehan Marimar. Warung sederhana ini dikenal sebagai salah satu jujugan favorit warga yang mencari makanan sahur di tengah malam.

Baca Juga

Rekomendasi 5 Tempat Bukber di Batam dengan Menu Lezat dan Suasana Nyaman Saat Ramadan

Memasuki hari ke lima belas Ramadan 1447 Hijriah, suasana sahur di kawasan ini terlihat semakin semarak. Warga dari berbagai daerah datang untuk menikmati kuliner khas yang sudah lama dikenal masyarakat Kediri.

Fenomena sahur on the road di Jalan Dhoho memang bukan hal baru. Tradisi ini sudah berlangsung lama dan terus bertahan karena suasananya yang sederhana namun penuh kehangatan.

Tidak hanya warga Kota Kediri, sejumlah pengunjung dari luar daerah juga kerap datang untuk merasakan pengalaman sahur di kawasan tersebut. Kuliner pecel menjadi menu yang paling banyak diburu.

Tradisi Sahur On The Road Di Jalan Dhoho

Kawasan Jalan Dhoho dikenal sebagai salah satu pusat kuliner malam di Kota Kediri. Ketika Ramadan tiba, kawasan ini berubah menjadi tempat berkumpulnya warga yang ingin mencari makanan sahur.

Puluhan pedagang makanan berjejer di sepanjang trotoar jalan tersebut. Sebagian besar dari mereka menjajakan menu pecel khas Kediri yang sudah terkenal sejak lama.

Banyak orang sengaja datang pada dini hari hanya untuk menikmati suasana sahur di lokasi ini. Makan bersama di ruang terbuka memberikan pengalaman yang berbeda dibandingkan makan di rumah.

Meski tempatnya sederhana, suasana kebersamaan yang tercipta justru menjadi daya tarik utama. Hal inilah yang membuat tradisi sahur on the road tetap bertahan hingga sekarang.

Di antara banyaknya pedagang yang ada, pecel lesehan Marimar menjadi salah satu yang paling populer. Warung ini hampir selalu dipenuhi pelanggan setiap malam selama Ramadan.

Pelanggan Setia Pecel Marimar

Salah satu pelanggan yang sering datang adalah Bambang Arya, warga Kelurahan Ngronggo, Kota Kediri. Pria berusia 47 tahun itu mengaku sudah lama menjadi pelanggan pecel lesehan Marimar.

“Jalan Dhoho surganya kuliner pecel lesehan dari pojok utara sampai selatan. Belum lagi yang ada di dalam gang,” kata Bambang kepada RRI Kediri.

Menurut Bambang, setiap penjual pecel di kawasan tersebut memiliki ciri khas masing-masing. Hal itulah yang membuat pelanggan memiliki tempat favorit yang berbeda-beda.

“Masing-masing penjual punya pelanggan sendiri-sendiri, tergantung selera,” ujarnya.

Bambang sendiri memilih pecel Marimar karena rasa yang sesuai dengan seleranya. Ia mengaku lebih menyukai masakan dengan rasa manis dan tingkat kepedasan sedang.

Cita Rasa Pecel Yang Jadi Daya Tarik

Selain rasa bumbu pecel yang khas, pecel Marimar juga memiliki keunikan pada lauk pelengkapnya. Hal ini menjadi salah satu alasan mengapa banyak pelanggan setia terus datang ke tempat tersebut.

“Kalau penduduk asli Kediri sudah hafal mana yang cocok untuk penyuka masakan pedas atau sedang,” ujar Bambang.

Ia juga menambahkan bahwa pecel Marimar memiliki peyek ikan teri sebagai pelengkap. Menu tersebut menjadi pembeda dibandingkan dengan penjual pecel lainnya.

“Selain harganya murah meriah, pecel Marimar ada peyek ikan terinya jadi bukan cuma peyek kacang saja.”

Bagi sebagian pelanggan, kombinasi bumbu pecel, sayuran segar, dan lauk pelengkap yang sederhana justru menciptakan cita rasa yang sulit dilupakan.

Kesederhanaan inilah yang membuat pecel Marimar tetap digemari oleh masyarakat hingga sekarang.

Pengunjung Dari Luar Kota Ikut Meramaikan

Tidak hanya warga lokal, pengunjung dari luar kota juga kerap datang untuk menikmati sahur di Jalan Dhoho. Salah satunya adalah Yeni Fransisca, warga Ngadiluwih, Kabupaten Kediri.

Ia datang bersama keluarganya setelah menempuh perjalanan selama empat jam dari Yogyakarta. Perjalanan panjang tersebut tidak mengurangi semangatnya untuk menikmati sahur di lokasi tersebut.

Menurut Yeni, sahur on the road di Jalan Dhoho sudah menjadi tradisi yang terus berlangsung setiap Ramadan. Banyak orang yang sengaja datang untuk merasakan suasana tersebut.

“Padahal yang menunya sederhana dan murah meriah. Tempatnya juga jauh dari kata mewah,” ucap Yeni.

Ia mengatakan bahwa justru kesederhanaan itulah yang membuat pengalaman makan sahur menjadi lebih berkesan.

Kesederhanaan Yang Membuat Sahur Lebih Berkesan

Saat menikmati pecel Marimar, pengunjung biasanya duduk lesehan di trotoar. Tempat makan yang digunakan pun sangat sederhana, hanya menggunakan pincuk dari daun pisang.

Bagi sebagian orang, cara makan seperti ini mungkin terlihat biasa saja. Namun bagi banyak pengunjung, suasana tersebut justru memberikan pengalaman yang berbeda.

“Meski duduknya lesehan di trotoar, tempat makannya cuma pakai pincuk daun pisang, justru ini yang membuat makan sahur berkesan,” ujar Yeni.

Ia datang bersama suami dan tiga anaknya untuk menikmati hidangan pecel tumpang di lokasi tersebut. Kebersamaan keluarga menjadi salah satu alasan mengapa mereka memilih makan sahur di sana.

“Apalagi kalau makannya rame-rame bareng keluarga.”

Fenomena pecel lesehan Marimar di Jalan Dhoho menunjukkan bahwa kuliner sederhana tetap memiliki tempat khusus di hati masyarakat. Suasana kebersamaan, harga yang terjangkau, serta cita rasa khas menjadi alasan mengapa tempat ini selalu ramai setiap Ramadan.

Mazroh Atul Jannah

Mazroh Atul Jannah

indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

10 Pilihan Oleh-Oleh Makanan Khas Semarang yang Wajib Dibawa Saat Mudik 2026

10 Pilihan Oleh-Oleh Makanan Khas Semarang yang Wajib Dibawa Saat Mudik 2026

16 Tempat Kuliner Terbaik di Jakarta yang Wajib Dikunjungi Untuk Pecinta Makanan 2026

16 Tempat Kuliner Terbaik di Jakarta yang Wajib Dikunjungi Untuk Pecinta Makanan 2026

5 Tempat Kuliner Terbaik di Kota Banjar 2026 yang Wajib Dikunjungi Pecinta Makanan

5 Tempat Kuliner Terbaik di Kota Banjar 2026 yang Wajib Dikunjungi Pecinta Makanan

7 Rekomendasi Hampers Makanan Siap Santap yang Paling Menarik untuk Lebaran 2026

7 Rekomendasi Hampers Makanan Siap Santap yang Paling Menarik untuk Lebaran 2026

5 Rekomendasi Kuliner Terbaik di Kabupaten Subang 2026 yang Wajib Dicoba Para Wisatawan

5 Rekomendasi Kuliner Terbaik di Kabupaten Subang 2026 yang Wajib Dicoba Para Wisatawan