Jumat, 06 Maret 2026

Kesalahan Umum Saat Membuat Nasi Goreng yang Sering Merusak Rasa

Kesalahan Umum Saat Membuat Nasi Goreng yang Sering Merusak Rasa
Kesalahan Umum Saat Membuat Nasi Goreng yang Sering Merusak Rasa

JKAARTA - Nasi goreng dikenal sebagai salah satu hidangan paling populer di Indonesia. 

Menu ini tidak hanya mudah dibuat, tetapi juga fleksibel karena dapat dipadukan dengan berbagai bahan sederhana yang tersedia di dapur. Mulai dari telur, ayam, hingga sayuran, semuanya bisa menjadi pelengkap nasi goreng yang lezat.

Namun di balik kesederhanaannya, memasak nasi goreng ternyata membutuhkan teknik tertentu agar rasanya benar-benar nikmat. Banyak orang menganggap memasaknya hanya sebatas mencampurkan nasi dengan bumbu, padahal prosesnya membutuhkan urutan dan cara yang tepat agar hasilnya maksimal.

Baca Juga

Rekomendasi 5 Tempat Bukber di Batam dengan Menu Lezat dan Suasana Nyaman Saat Ramadan

Kesalahan kecil dalam proses memasak sering membuat nasi goreng terasa kurang gurih, terlalu lembek, atau bahkan kehilangan aroma khasnya. Hal ini sering terjadi terutama ketika teknik memasak tidak diperhatikan dengan baik.

Pengalaman ini juga diakui oleh Saidul Iqrom (45), pedagang nasi goreng asal Desa Harjawinangun, Kecamatan Balapulang, Kabupaten Tegal. Ia telah berjualan nasi goreng selama 20 tahun di Sleman, Yogyakarta dan memahami betul bahwa teknik memasak sangat memengaruhi kualitas rasa.

“Kalau menurut saya, rahasia rasanya itu ada di tangan. Jadi walau bumbunya lengkap, kalau yang masak bisa mematangkan bumbunya dengan tepat, hasil nasi gorengnya pasti enak,” ujarnya kepada Liputan6.com pada Kamis (12/2/2026).

Menggunakan nasi yang baru matang

Kesalahan yang paling sering dilakukan saat membuat nasi goreng adalah menggunakan nasi yang baru saja matang dari rice cooker. Nasi yang masih panas umumnya memiliki kandungan air cukup tinggi sehingga teksturnya menjadi lembap ketika dimasak.

Ketika dimasukkan ke dalam wajan, nasi tersebut cenderung menggumpal dan sulit dipisahkan. Akibatnya, nasi goreng tidak memiliki tekstur kering yang biasanya menjadi ciri khas hidangan ini.

Menurut Saidul Iqrom, nasi yang terlalu lembek justru membuat nasi goreng terasa kurang nikmat. “Supaya enak, nasinya harus pera ya, enggak ngerempel. Pas dimasak juga enggak lengket. Pokoknya nasinya kalau bisa jangan yang pulen atau lembek,” jelas penjual Nasi Goreng Margo Mulyo 1 ini.

Karena alasan tersebut, banyak pedagang nasi goreng memilih menggunakan nasi yang sudah dingin atau nasi sisa semalam. Tekstur nasi yang lebih kering membuat butiran nasi lebih mudah dipisahkan ketika digoreng.

Memasak dengan api terlalu kecil

Kesalahan berikutnya yang sering terjadi adalah menggunakan api kompor yang terlalu kecil. Banyak orang khawatir nasi akan cepat gosong sehingga mereka memilih api kecil saat memasak.

Padahal, api yang terlalu kecil membuat nasi tidak benar-benar tergoreng. Proses memasak justru menjadi lebih lama dan nasi cenderung menyerap minyak lebih banyak.

Selain itu, panas yang tidak cukup juga membuat aroma bumbu tidak keluar secara maksimal. Akibatnya, nasi goreng terasa kurang harum dan kurang menggugah selera.

Meski begitu, api yang terlalu besar juga bukan pilihan terbaik. Saidul Iqrom menjelaskan bahwa keseimbangan panas sangat penting dalam proses memasak nasi goreng. “Apinya enggak boleh besar-besar atau terlalu kecil, pas saja. Ini supaya bumbunya matang dan nasi gorengnya tidak gosong,” katanya.

Terlalu banyak menambahkan bumbu atau saus

Sebagian orang beranggapan bahwa semakin banyak bumbu yang digunakan maka nasi goreng akan semakin lezat. Padahal, penggunaan bumbu yang berlebihan justru dapat merusak keseimbangan rasa.

Kecap manis, saus tiram, atau saus sambal yang ditambahkan terlalu banyak dapat membuat nasi goreng terasa terlalu asin atau terlalu manis. Selain itu, aroma bumbu juga bisa menjadi terlalu kuat sehingga tidak seimbang.

Cairan dari saus yang berlebihan juga membuat nasi menjadi lebih basah ketika dimasak. Hal ini membuat nasi tidak bisa digoreng dengan baik dan teksturnya menjadi lebih lembek.

Agar rasanya tetap seimbang, penggunaan bumbu sebaiknya dilakukan secukupnya saja. Kombinasi rasa gurih, sedikit manis, serta aroma bawang yang kuat biasanya sudah cukup untuk menghasilkan nasi goreng yang lezat.

Tidak menumis bumbu sampai harum

Kesalahan lain yang cukup sering terjadi adalah memasukkan nasi ke wajan sebelum bumbu benar-benar matang. Banyak orang terburu-buru sehingga proses menumis bumbu tidak dilakukan dengan benar.

Padahal, menumis bumbu merupakan tahap penting dalam memasak nasi goreng. Proses ini akan mengeluarkan aroma alami dari bawang putih, bawang merah, dan rempah lainnya.

Jika bumbu belum matang dengan sempurna, nasi goreng biasanya terasa kurang sedap dan aromanya tidak keluar dengan baik. Hal ini tentu memengaruhi kualitas rasa secara keseluruhan.

Saidul Iqrom juga menekankan pentingnya memastikan bumbu benar-benar matang sebelum nasi dimasukkan. “Bumbu itu harus dimasak sampai matang. Bawang putih, bawang merah semuanya matang. Kalau belum matang nanti rasanya juga beda,” ujarnya.

Mengisi wajan terlalu penuh

Memasak nasi goreng dalam jumlah terlalu banyak sekaligus juga sering menjadi kesalahan di dapur rumah. Ketika wajan dipenuhi nasi, panas tidak dapat menyebar secara merata.

Akibatnya, sebagian nasi hanya terkena uap panas dari nasi lainnya. Proses yang terjadi akhirnya lebih mirip mengukus dibandingkan menggoreng.

Kondisi tersebut membuat nasi goreng menjadi lembek dan tidak memiliki tekstur kering yang diharapkan. Selain itu, bumbu juga sulit tercampur secara merata.

Untuk hasil terbaik, nasi sebaiknya dimasak dalam porsi kecil atau sedang. Cara ini memberi ruang di wajan sehingga nasi dapat diaduk dengan mudah dan matang merata.

Tidak memperhatikan kematangan telur

Telur merupakan bahan pelengkap yang hampir selalu digunakan dalam nasi goreng. Namun, banyak orang tidak memperhatikan cara memasaknya dengan benar.

Kesalahan yang sering terjadi adalah memasukkan nasi ketika telur masih setengah matang. Kondisi ini membuat telur tidak tercampur dengan baik dengan nasi.

Selain itu, telur yang belum matang sempurna juga bisa menimbulkan aroma amis pada nasi goreng. Hal ini tentu memengaruhi rasa akhir dari hidangan tersebut.

Saidul Iqrom menjelaskan bahwa telur sebaiknya dimasak terlebih dahulu hingga matang sebelum nasi dimasukkan. “Sering juga telurnya masih mentah sudah dimasukin nasi, ini bikin amis,” katanya.

Membiarkan nasi goreng gosong

Kesalahan lain yang sering terjadi saat memasak nasi goreng adalah membiarkan nasi atau bumbu terlalu lama di wajan hingga gosong. Bagian yang gosong tidak hanya merusak tampilan makanan.

Rasa nasi goreng juga dapat berubah karena bagian yang terbakar biasanya menimbulkan rasa pahit. Hal ini tentu membuat hidangan menjadi kurang nikmat.

Nasi goreng yang gosong biasanya terjadi karena api terlalu besar atau nasi tidak segera diaduk setelah dimasukkan ke wajan. Kondisi ini membuat bagian bawah nasi cepat terbakar.

Saidul Iqrom menegaskan bahwa hal tersebut harus dihindari. “Intinya kalau masak nasi goreng itu jangan sampai gosong, kalau gosong itu jadinya gagal,” ujarnya.

Teknik mengaduk nasi goreng yang kurang tepat

Teknik mengaduk juga berperan penting dalam menentukan kualitas nasi goreng. Kesalahan yang sering terjadi adalah terlalu jarang mengaduk nasi saat proses memasak.

Jika nasi jarang diaduk, bagian bawah nasi akan menerima panas lebih lama sehingga berpotensi gosong. Sementara itu, bumbu di bagian atas belum tentu tercampur merata.

Namun, mengaduk terlalu sering juga tidak dianjurkan karena dapat merusak bentuk nasi. Butiran nasi bisa hancur, terutama jika nasi yang digunakan cukup lembut.

Cara terbaik adalah mengaduk nasi secara cepat namun tetap terkontrol. Teknik ini membantu bumbu tercampur merata sekaligus memastikan setiap butiran nasi terkena panas wajan secara seimbang sehingga nasi goreng terasa lebih nikmat.

Mazroh Atul Jannah

Mazroh Atul Jannah

indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

10 Pilihan Oleh-Oleh Makanan Khas Semarang yang Wajib Dibawa Saat Mudik 2026

10 Pilihan Oleh-Oleh Makanan Khas Semarang yang Wajib Dibawa Saat Mudik 2026

16 Tempat Kuliner Terbaik di Jakarta yang Wajib Dikunjungi Untuk Pecinta Makanan 2026

16 Tempat Kuliner Terbaik di Jakarta yang Wajib Dikunjungi Untuk Pecinta Makanan 2026

5 Tempat Kuliner Terbaik di Kota Banjar 2026 yang Wajib Dikunjungi Pecinta Makanan

5 Tempat Kuliner Terbaik di Kota Banjar 2026 yang Wajib Dikunjungi Pecinta Makanan

7 Rekomendasi Hampers Makanan Siap Santap yang Paling Menarik untuk Lebaran 2026

7 Rekomendasi Hampers Makanan Siap Santap yang Paling Menarik untuk Lebaran 2026

5 Rekomendasi Kuliner Terbaik di Kabupaten Subang 2026 yang Wajib Dicoba Para Wisatawan

5 Rekomendasi Kuliner Terbaik di Kabupaten Subang 2026 yang Wajib Dicoba Para Wisatawan