JAKARTA - Harga sembako di Jawa Timur terus menunjukkan fluktuasi yang signifikan, dengan beberapa bahan pokok mengalami kenaikan, seperti harga cabai rawit merah dan garam bata.
Kenaikan harga sembako ini terus menjadi perhatian penting bagi masyarakat, terutama dalam mengatur pengeluaran rumah tangga.
Dengan kondisi ekonomi yang masih berfluktuasi, pemantauan harga sembako yang akurat menjadi langkah penting agar keluarga dapat mengelola anggaran secara lebih efisien.
Baca JugaKemendikdasmen Perkuat Kolaborasi untuk Sekolah Aman dan Nyaman
Penting untuk memahami pergerakan harga sembako, karena selain berfungsi sebagai kebutuhan dasar yang harus dipenuhi setiap hari, bahan pokok juga sangat mempengaruhi kestabilan ekonomi rumah tangga.
Dalam situasi harga yang tidak menentu ini, banyak orang yang berusaha mencari cara agar tetap dapat memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari dengan biaya yang efisien.
Kenaikan Harga Sembako Hari Ini di Jawa Timur
Memasuki bulan Maret 2026, beberapa bahan sembako di Jawa Timur menunjukkan tren kenaikan harga. Salah satu yang mencuri perhatian adalah cabai rawit merah, yang masih dihargai tinggi, mencapai hampir Rp 90.000 per kilogram.
Selain cabai, garam bata juga mengalami kenaikan harga yang cukup signifikan, yakni sekitar 3,41 persen, atau Rp 60 per kilogram. Meskipun ada beberapa bahan pokok yang tetap stabil, fluktuasi harga ini sangat berpengaruh terhadap daya beli masyarakat.
Sembako merupakan kebutuhan pokok yang harus dipenuhi setiap rumah tangga, dan pergerakan harga sembako ini menjadi hal yang harus dipantau setiap hari. Di luar cabai rawit merah yang harganya masih sangat tinggi, bahan pokok lain seperti beras, gula pasir, minyak goreng, dan telur juga mengalami variasi harga yang perlu dicermati.
Daftar Harga Sembako Terbaru di Jawa Timur
Berdasarkan data terbaru yang dihimpun dari Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Harga Bahan Pokok (Siskaperbapo) di Jawa Timur, berikut adalah daftar harga sembako yang berlaku pada Kamis, 5 Maret 2026:
Beras Premium: Rp 14.850/kg
Beras Medium: Rp 12.931/kg
Gula Kristal Putih: Rp 16.672/kg
Minyak Goreng Curah: Rp 18.849/kg
Minyak Goreng Kemasan Premium: Rp 20.424/liter
Minyak Goreng Kemasan Sederhana: Rp 17.604/liter
Minyak Goreng Minyakita: Rp 16.074/liter
Daging Sapi Paha Belakang: Rp 120.813/kg
Daging Ayam Ras: Rp 38.609/kg
Daging Ayam Kampung: Rp 70.185/kg
Telur Ayam Ras: Rp 29.630/kg
Telur Ayam Kampung: Rp 46.420/kg
Susu Kental Manis Merek Bendera: Rp 12.422 (370 gr/kl)
Susu Kental Manis Merek Indomilk: Rp 12.319 (370 gr/kl)
Susu Bubuk Merek Bendera: Rp 41.349 (400 gr/dos)
Susu Bubuk Merek Indomilk: Rp 40.857 (400 gr/dos)
Garam Bata: Rp 1.831
Garam Halus: Rp 9.297/kg
Cabai Merah Keriting: Rp 31.251/kg
Cabai Merah Besar: Rp 28.359/kg
Cabai Rawit Merah: Rp 90.378/kg
Bawang Merah: Rp 36.267/kg
Bawang Putih: Rp 31.138/kg
Gas Elpiji: Rp 19.811
Tantangan Harga Cabai Rawit yang Terus Tinggi
Cabai rawit merah terus menjadi bahan yang banyak dikeluhkan oleh konsumen, karena harganya yang terus meroket. Pada hari ini, harga cabai rawit merah tercatat mencapai Rp 90.378 per kilogram, dengan kenaikan sebesar Rp 580 atau 0,65 persen dibandingkan hari sebelumnya.
Ini menunjukkan bahwa permintaan yang tinggi dan cuaca yang tidak menentu dapat mempengaruhi harga cabai, sehingga tetap menjadi komoditas yang rentan terhadap gejolak harga.
Kenaikan harga cabai rawit merah tentu saja mengganggu anggaran belanja rumah tangga, terutama bagi mereka yang menggantungkan konsumsi bahan pokok tersebut dalam setiap masakan.
Meski demikian, harga cabai rawit merah yang terus melonjak ini juga membuka peluang bagi pedagang dan petani untuk mendapatkan keuntungan lebih, meskipun dampaknya bagi konsumen cukup besar.
Kenaikan Garam Bata Menambah Beban Pengeluaran Rumah Tangga
Selain cabai rawit, garam bata juga mengalami kenaikan harga yang cukup signifikan pada hari ini. Harga garam bata tercatat naik sebesar Rp 60 atau sekitar 3,41 persen, menjadikannya sebagai salah satu bahan pokok yang mengalami fluktuasi harga pada minggu ini.
Meskipun kenaikan harga garam bata tidak sebesar cabai rawit, namun perubahan harga ini tetap berdampak pada biaya rumah tangga, terutama bagi mereka yang mengandalkan garam untuk keperluan memasak sehari-hari.
Dengan kenaikan harga bahan pokok yang terus terjadi, banyak masyarakat yang merasa khawatir mengenai kestabilan harga sembako ke depan. Kondisi ini membuat banyak konsumen semakin selektif dalam berbelanja dan mengatur anggaran mereka agar tidak terlalu terbebani oleh harga yang terus berubah.
Celo
indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Modernisasi Pengelolaan Royalti Musik Jamin Kepastian Hukum Pemilik Hak
- Kamis, 05 Maret 2026









