Rabu, 25 Februari 2026

SMK Go Global Siapkan Lulusan Terampil Bekerja Ke Luar Negeri

SMK Go Global Siapkan Lulusan Terampil Bekerja Ke Luar Negeri
SMK Go Global Siapkan Lulusan Terampil Bekerja Ke Luar Negeri

JAKARTA - Program “SMK Go Global” resmi akan mengirimkan lulusan SMK ke luar negeri mulai April 2026, sebagai upaya pemerintah meningkatkan penyerapan tenaga kerja terampil Indonesia di pasar internasional. 

Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) menegaskan bahwa program ini menjadi jalan bagi lulusan vokasi untuk langsung memiliki peluang kerja profesional di luar negeri.

Menurut Cak Imin, koordinasi dengan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) sudah mencapai tahap finalisasi kebutuhan anggaran dan pemetaan negara tujuan.

Baca Juga

Mendagri Tito Karnavian Instruksikan Percepatan Validasi Data Korban Bencana di Sumatra

 “Insyaallah mulai April, Juni, Juli, September sudah mulai siap memberangkatkan tenaga kerja skilled ke berbagai negara. Target ya tentu sebanyak-banyaknya, minimal 300 sampai 500 ribu orang tahun ini,” ujarnya.

Program ini menekankan integrasi antara pendidikan SMK dan standar internasional agar lulusan memiliki daya saing global. Kurikulum akan disesuaikan sehingga lulusan siap menghadapi regulasi, kontrak kerja, serta praktik profesional di negara tujuan. Selain itu, pemerintah juga memastikan jalur sertifikasi internasional bagi lulusan vokasi agar kualitas tenaga kerja terjamin.

Fokus Sektor dan Negara Tujuan

Cak Imin menjelaskan, pemerintah akan menyesuaikan penempatan lulusan berdasarkan kebutuhan sektor riil di luar negeri. Beberapa sektor yang menjadi prioritas antara lain bidang welder, hospitality, serta tenaga kesehatan.

 “Koordinasi dengan para duta besar akan membantu memetakan kebutuhan spesifik negara tujuan sehingga program ini tepat sasaran,” tambahnya.

Selain itu, strategi penempatan juga mempertimbangkan perlindungan hukum dan kemudahan adaptasi peserta. Dengan kontrak kerja yang jelas dan sertifikasi standar internasional, pemerintah berharap lulusan SMK yang dikirimkan dapat bekerja dengan aman, memperoleh pengalaman global, dan menambah nilai remitansi bagi Indonesia.

Peningkatan Kompetensi Melalui Uji Sertifikasi

Menteri P2MI menekankan pentingnya uji kompetensi sebagai bagian dari persiapan keberangkatan tenaga kerja. Menurutnya, peningkatan kualitas SDM menjadi kunci agar pekerja migran terlindungi dan dapat menyesuaikan diri dengan regulasi di negara tujuan.

“Kita melakukan peningkatan kualitas pekerja migran yang kita berangkatkan ke luar itu adalah yang sudah minimal, kata Pak Menko tadi, SMA/SMK,” jelas Mukhtarudin. 

Uji kompetensi meliputi aspek teknis, bahasa, serta regulasi ketenagakerjaan internasional. Hasil uji kompetensi akan menjadi dasar penerbitan sertifikasi internasional yang diakui di negara penempatan.

Dengan cara ini, lulusan SMK tidak hanya bekerja, tetapi juga memiliki standar profesional yang memungkinkan mereka berkarier jangka panjang di pasar global. Selain itu, mekanisme ini memberi kepastian perlindungan hukum bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI).

Kontrak Kerja Terencana dan Manfaat Ekonomi

Pemerintah menargetkan kontrak kerja rata-rata dua hingga tiga tahun dengan opsi perpanjangan. Model ini diharapkan memberikan keuntungan ganda: menekan angka pengangguran di dalam negeri sekaligus meningkatkan remitansi. 

Program ini didukung ekosistem pelatihan, sertifikasi, dan pembiayaan terintegrasi, sehingga peserta siap secara teknis, administratif, dan finansial sebelum berangkat.

Selain itu, pemerintah mengantisipasi dampak positif bagi ekonomi domestik. Dengan keberadaan tenaga kerja profesional di luar negeri, remitansi diharapkan meningkat dan memacu pertumbuhan ekonomi lokal. 

Model ini juga mendorong lembaga pelatihan SMK untuk menyesuaikan kurikulum dengan kebutuhan global, sehingga kualitas SDM Indonesia meningkat secara berkelanjutan.

Perluasan Akses dan Keadilan Peluang

Program “SMK Go Global” juga membuka kesempatan bagi seluruh lulusan SMK di Indonesia tanpa memandang daerah asal. Pemerintah memastikan distribusi peserta transparan dan adil, sehingga lulusan dari berbagai provinsi memiliki peluang yang sama. Hal ini sejalan dengan upaya pemerataan kesempatan kerja dan peningkatan kualitas tenaga kerja nasional.

Melalui program ini, lulusan SMK tidak hanya mendapatkan pekerjaan, tetapi juga pengalaman internasional yang dapat menjadi modal bagi pengembangan karier jangka panjang. 

Pemerintah berharap langkah ini menjadi fondasi bagi SMK Go Global yang berkelanjutan, mempersiapkan generasi muda Indonesia bersaing di kancah internasional, serta berkontribusi bagi pembangunan ekonomi nasional.

Celo

Celo

indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Pemerataan Akses Makan Bergizi Gratis Bagi Anak Disabilitas Demi Indonesia Emas

Pemerataan Akses Makan Bergizi Gratis Bagi Anak Disabilitas Demi Indonesia Emas

Menko Pangan Jamin Hasil Ternak Lokal Terserap Maksimal Program Makan Bergizi

Menko Pangan Jamin Hasil Ternak Lokal Terserap Maksimal Program Makan Bergizi

Kemenag Siapkan Ditjen Pesantren Tangani Puluhan Ribu Pesantren Nasional

Kemenag Siapkan Ditjen Pesantren Tangani Puluhan Ribu Pesantren Nasional

Kolaborasi Kemendukbangga UNFPA Dorong Penurunan Risiko Kematian Ibu

Kolaborasi Kemendukbangga UNFPA Dorong Penurunan Risiko Kematian Ibu

BPOM Ingatkan Pedagang Takjil Pastikan Makanan Aman Dikonsumsi

BPOM Ingatkan Pedagang Takjil Pastikan Makanan Aman Dikonsumsi