Proyek Tol Jogja–Solo Ruas Prambanan–Purwomartani Dikebut Sambil Siapkan Fungsional Jalur Mudik 2026
- Rabu, 25 Februari 2026
JAKARTA - Pembangunan proyek jalan Tol Jogja–Solo segmen Prambanan–Purwomartani terus digesa oleh kontraktor dan pihak terkait menjelang arus mudik Lebaran 2026. Proyek ini menjadi salah satu infrastruktur strategis yang diharapkan bisa mengurai kepadatan lalu lintas menuju wilayah Yogyakarta, Solo, dan sekitarnya sekaligus mempercepat konektivitas antarwilayah di sepanjang koridor tersebut.
Percepatan Pembangunan Menjelang Mudik
Pantauan langsung di area Gerbang Tol Purwomartani pada 24 Februari 2026 menunjukkan aktivitas konstruksi yang masih intensif. Banyak kendaraan proyek bergerak di sekitar lokasi, sementara alat berat seperti eskavator terus bekerja menyelesaikan bagian yang belum tuntas. Area di sekitar gerbang tol masih menjadi fokus pengerjaan konstruksi badan jalan dan akses penghubung, menunjukkan komitmen pelaksanaan proyek tetap berlangsung meski batas waktu arus mudik semakin dekat.
Baca JugaMendagri Tito Karnavian Instruksikan Percepatan Validasi Data Korban Bencana di Sumatra
Bangunan fisik Gerbang Tol Purwomartani sendiri sudah berdiri kokoh, lengkap dengan pemasangan tulisan nama gerbang di atas struktur, serta mulai dipasangnya sejumlah rambu lalu lintas untuk persiapan operasional nanti. Namun demikian, pekerjaan konstruksi pada area sekitar gerbang masih terus dilakukan untuk memastikan semua aspek teknis terpenuhi sebelum difungsikan secara fungsional selama periode arus mudik dan arus balik Lebaran 1447 H.
Peninjauan Kesiapan Infrastruktur
Sebelumnya, PT Jasa Marga (Persero) Tbk bersama dengan Korlantas Polri dan Kementerian Perhubungan telah melakukan serangkaian peninjauan kesiapan jalur fungsional Tol Solo–Jogja dan Tol Jogja–Bawen pada 22–23 Januari 2026. Peninjauan ini merupakan langkah awal untuk memastikan kesiapan infrastruktur jalan tol, termasuk aspek keselamatan serta koordinasi lintas sektor dalam rangka memaksimalkan pengoperasian jalur fungsional tersebut pada masa arus mudik.
Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono, menyatakan bahwa tujuan dari tinjauan ini adalah memastikan seluruh kebutuhan teknis telah dipenuhi dengan baik. Ini mencakup kesiapan badan jalan, rambu, koordinasi manajemen lalu lintas, serta pemenuhan aspek keselamatan pengguna sebelum jalur fungsional dibuka untuk mendukung mobilitas tinggi selama periode liburan.
Jalur Fungsional Tol yang Disiapkan
Pada kesempatan yang sama, diungkapkan bahwa jalur fungsional yang disiapkan untuk mendukung arus mudik dan balik Lebaran 2026 meliputi Jalan Tol Solo–Jogja–YIA Kulonprogo segmen Prambanan–Purwomartani dengan panjang sekitar 11,48 kilometer. Selain itu, Jalan Tol Jogja–Bawen Seksi 6 sepanjang 4,98 kilometer juga dipersiapkan sebagai bagian dari jalur fungsional yang akan dimanfaatkan sementara oleh pemudik.
Dengan penyediaan jalur fungsional ini, waktu tempuh dari Klaten menuju wilayah Jogja diproyeksikan bisa lebih efisien. Estimasi waktu perjalanan yang semula sekitar 45 menit dari Klaten ke Jogja bisa dipangkas menjadi sekitar 20 menit dengan memanfaatkan jalur tol yang fungsional tersebut. Hal ini diharapkan dapat memberikan alternatif rute yang lebih cepat dan nyaman bagi masyarakat yang melakukan perjalanan mudik menggunakan kendaraan pribadi.
Potensi Dampak Terhadap Mobilitas dan Pariwisata
Selain mempersingkat waktu tempuh, kehadiran ruas tol ini juga dipandang dapat memperkuat akses menuju kawasan strategis pariwisata, termasuk jelajah kawasan Candi Prambanan yang menjadi magnet wisata budaya. Dengan adanya tol yang bisa difungsikan secara terbatas pada musim mudik, mobilitas wisatawan dan pelancong akan lebih mudah dan cepat, sehingga berpotensi meningkatkan kunjungan wisatawan domestik selama liburan panjang.
Para pemangku kepentingan termasuk pihak kepolisian lalu lintas juga intensif berkoordinasi dengan Jasa Marga dan instansi terkait lainnya untuk menyusun skema pengaturan lalu lintas dan rekayasa arus kendaraan. Langkah ini diambil untuk menjamin keselamatan serta kelancaran kendaraan selama periode dengan volume mobilitas yang meningkat signifikan.
Upaya penataan lalu lintas dan kesiapan infrastruktur tol ini merupakan bagian dari strategi terpadu untuk menghadapi lonjakan arus yang kerap terjadi saat Lebaran. Dengan memanfaatkan jaringan jalan tol yang sebagian besar masih dalam tahap konstruksi, namun difungsikan sementara, diharapkan dapat meringankan beban jalan arteri utama dan menyediakan alternatif rute yang lebih efisien.
Koordinasi Lintas Sektor dalam Pengaturan Lalu Lintas
Selain aspek teknis pembangunan, koordinasi lintas sektor menjadi fokus penting dalam upaya menyambut arus mudik. Kepolisian akan terlibat aktif dalam mengatur manajemen lalu lintas di titik-titik tertentu yang diperkirakan akan menjadi titik-titik rawan kepadatan. Pihak pengembang tol dan instansi terkait juga diminta untuk bekerja sama agar pengaturan rekayasa arus dapat berjalan optimal tanpa mengganggu keseluruhan mobilitas masyarakat.
Pemanfaatan jalur fungsional yang direncanakan dapat menjadi langkah penting dalam mendorong kelancaran arus kendaraan, terutama di jalur antarkota yang sering mengalami lonjakan volume kendaraan saat libur panjang. Dengan kerja sama yang baik antara pemangku kepentingan, tol ini diharapkan dapat memberikan solusi pragmatis dalam mengatasi kepadatan lalu lintas.
Dengan progres pembangunan yang terus berjalan dan sejumlah persiapan teknis yang matang, tol ini diproyeksikan mampu menjadi alternatif utama bagi para pemudik dan pengguna jalan lainnya pada Lebaran 2026, sekaligus mendukung peningkatan konektivitas antarwilayah di sepanjang lintasan Yogyakarta–Solo.
Fery
indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Mendagri Tito Karnavian Instruksikan Percepatan Validasi Data Korban Bencana di Sumatra
- Rabu, 25 Februari 2026
Strategi Pemerintah Perkuat Tata Kelola Sampah Berkelanjutan di 30 Wilayah Strategis
- Rabu, 25 Februari 2026
Pemerataan Akses Makan Bergizi Gratis Bagi Anak Disabilitas Demi Indonesia Emas
- Rabu, 25 Februari 2026
Menko Pangan Jamin Hasil Ternak Lokal Terserap Maksimal Program Makan Bergizi
- Rabu, 25 Februari 2026
BSI Perluas Inklusi Keuangan Melalui Penambahan Jaringan Agen Hingga 127 Ribu Unit
- Rabu, 25 Februari 2026
Berita Lainnya
Pemerataan Akses Makan Bergizi Gratis Bagi Anak Disabilitas Demi Indonesia Emas
- Rabu, 25 Februari 2026
Menko Pangan Jamin Hasil Ternak Lokal Terserap Maksimal Program Makan Bergizi
- Rabu, 25 Februari 2026
Kemenag Siapkan Ditjen Pesantren Tangani Puluhan Ribu Pesantren Nasional
- Rabu, 25 Februari 2026
Kolaborasi Kemendukbangga UNFPA Dorong Penurunan Risiko Kematian Ibu
- Rabu, 25 Februari 2026










