Jumat, 20 Februari 2026

COCO Optimistis Capai Pertumbuhan Penjualan Dan Laba 20 Persen 2026

COCO Optimistis Capai Pertumbuhan Penjualan Dan Laba 20 Persen 2026
COCO Optimistis Capai Pertumbuhan Penjualan Dan Laba 20 Persen 2026

JAKARTA - PT Wahana Interfood Nusantara Tbk (COCO) menyiapkan strategi agresif untuk menapaki pertumbuhan penjualan dan laba hingga 20% pada tahun 2026.

Target ini didorong oleh tren peningkatan permintaan sejak kuartal IV-2025 yang berlanjut hingga awal tahun, menciptakan momentum positif bagi industri cokelat dan bakery di Indonesia.

Gendra Fachrurozi, Sekretaris Perusahaan COCO, menegaskan bahwa kinerja perseroan menunjukkan tren yang solid dan berkelanjutan. Menurutnya, beberapa faktor strategis telah menopang pertumbuhan ini, mulai dari kerja sama B2B hingga optimasi distribusi, sehingga outlook kuartal pertama 2026 sangat menjanjikan.

Baca Juga

TPIA Genjot Hilirisasi Industri Kimia Dengan Pabrik CA-EDC 50 Persen

Dorong Penjualan B2B dan Ekspansi Kerja Sama

COCO tengah aktif menjalin kerja sama strategis dengan retail bakery ternama di Indonesia. Inisiatif ini secara langsung meningkatkan volume penjualan business-to-business (B2B) sekaligus memperluas jaringan distribusi produk cokelat dan bakery perseroan.

Selain itu, partisipasi dalam pameran makanan dan minuman berskala nasional menjadi sarana meningkatkan brand awareness dan memperluas pipeline kerja sama dengan distributor maupun pelaku usaha kuliner. 

Gendra menekankan, momentum Ramadan dan Lebaran menjadi puncak penjualan yang sangat potensial untuk memperkuat kinerja bisnis.

Langkah-langkah ini tidak hanya memperluas pangsa pasar, tetapi juga membangun reputasi COCO sebagai penyedia produk berkualitas dengan keandalan distribusi tinggi. Peningkatan engagement dengan mitra bisnis menjadi kunci agar target pertumbuhan 20% dapat tercapai.

Antisipasi Lonjakan Permintaan Ramadan

Menjelang Ramadan dan Lebaran, COCO melakukan penyesuaian kapasitas produksi serta jadwal distribusi untuk memastikan ketersediaan produk. Perseroan juga memperkuat manajemen persediaan dan forecasting di seluruh kanal distribusi, termasuk optimalisasi jalur last mile agar produk mudah diakses konsumen.

Strategi ini fokus pada menjaga on-shelf availability dan meminimalkan lost sales. Dengan pendekatan tersebut, COCO memastikan konsumen tetap mendapatkan produk favoritnya tepat waktu, sekaligus meningkatkan kepuasan pelanggan B2B maupun ritel modern.

Selain itu, perseroan menekankan koordinasi internal agar produksi dan distribusi berjalan lancar tanpa mengganggu kualitas produk. Penyesuaian operasional ini juga berperan penting dalam mendukung pencapaian target penjualan dan laba tahunan.

Waspadai Volatilitas Harga Kakao

COCO tetap mewaspadai fluktuasi harga dan pasokan kakao global. 

Negara penghasil utama, seperti Ghana, rentan terhadap perubahan iklim ekstrem, curah hujan tinggi, serangan hama, serta penyakit tanaman. Risiko cuaca seperti El Niño dapat menekan hasil panen dan memengaruhi stabilitas pasokan jangka menengah.

Untuk menjaga profitabilitas, perseroan menerapkan penyesuaian harga yang selektif dan moderat, tanpa agresif menaikkan harga. Hal ini bertujuan agar value perception di mata konsumen tetap terjaga. 

Komunikasi yang baik dengan pelanggan B2B juga menjadi kunci, sehingga kenaikan harga dipahami sebagai strategi sustainability bisnis, bukan semata-mata cost passing.

Pendekatan ini membantu COCO menjaga loyalitas mitra bisnis dan konsumen jangka panjang, sambil tetap mempertahankan pertumbuhan laba yang diharapkan.

Strategi Keberlanjutan dan Pertumbuhan Bisnis

COCO menekankan keseimbangan antara pertumbuhan penjualan dan profitabilitas. Perseroan terus meningkatkan efisiensi operasional dan manajemen risiko, termasuk diversifikasi saluran distribusi dan inovasi produk.

Partisipasi aktif dalam pameran industri nasional, kerja sama strategis B2B, serta penguatan kapasitas produksi menjadi strategi utama. Selain itu, pemantauan tren pasar dan antisipasi peak season seperti Ramadan dan Lebaran menjadi penunjang utama untuk mencapai target pertumbuhan 20%.

Dengan manajemen persediaan yang matang, COCO siap menghadapi fluktuasi permintaan sekaligus memastikan kualitas produk tetap konsisten. 

Perseroan juga fokus pada pembangunan hubungan jangka panjang dengan distributor, pelaku usaha kuliner, dan konsumen, agar pertumbuhan yang dicapai berkelanjutan dan stabil.

Target 20% pertumbuhan penjualan dan laba COCO pada 2026 bukan hanya ambisi semata, melainkan hasil strategi terencana yang meliputi penguatan kerja sama B2B, ekspansi distribusi, antisipasi peak season, serta mitigasi risiko harga kakao global.

Dengan langkah operasional yang tepat, termasuk manajemen persediaan, penyesuaian kapasitas produksi, dan komunikasi transparan dengan pelanggan, COCO optimis pencapaian target ini realistis. Keberlanjutan bisnis tetap menjadi prioritas utama, sehingga pertumbuhan tidak hanya cepat, tetapi juga berkesinambungan.

Perseroan membuktikan bahwa kombinasi strategi pertumbuhan yang terukur dan manajemen risiko yang hati-hati mampu menjaga profitabilitas sekaligus memperkuat kepercayaan pelanggan dan mitra bisnis di industri cokelat dan bakery Indonesia.

Sindi

Sindi

indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Amdatara Usulkan Jalur Logistik Khusus Dukung Zero ODOL 2027

Amdatara Usulkan Jalur Logistik Khusus Dukung Zero ODOL 2027

Freeport Perpanjang Izin, Uji Konsistensi Hilirisasi dan Manfaat Ekonomi

Freeport Perpanjang Izin, Uji Konsistensi Hilirisasi dan Manfaat Ekonomi

Respons Cepat KAI Daop 6 Yogyakarta Hadapi Lonjakan Pemudik Melalui Penyiapan Armada Tambahan

Respons Cepat KAI Daop 6 Yogyakarta Hadapi Lonjakan Pemudik Melalui Penyiapan Armada Tambahan

Pemerintah Siapkan Kuota Melimpah Program Mudik Gratis BUMN Demi Kenyamanan Masyarakat Tahun 2026

Pemerintah Siapkan Kuota Melimpah Program Mudik Gratis BUMN Demi Kenyamanan Masyarakat Tahun 2026

Panduan Lengkap Perjalanan Kereta Api Prameks Rute Jogja-Kutoarjo Untuk Periode 20 Februari

Panduan Lengkap Perjalanan Kereta Api Prameks Rute Jogja-Kutoarjo Untuk Periode 20 Februari