Danantara Indonesia Ajak Perusahaan Global Ikuti Tender Waste to Energy
- Jumat, 20 Februari 2026
JAKARTA - Danantara Indonesia menyampaikan bahwa sebanyak 24 perusahaan internasional dari berbagai negara, termasuk China, Prancis, Jepang, Singapura, dan Hong Kong, telah berhasil melewati seleksi dan berhak mengikuti tender untuk proyek Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL), atau yang dikenal dengan istilah Waste-to-Energy (WtE).
Dalam proses seleksi yang ketat dan berbasis pada mitigasi risiko, lebih dari 200 perusahaan tercatat dalam Daftar Penyedia Teknologi (DPT), yang menunjukkan tingginya minat dan kompetisi dalam proyek strategis ini.
Stefanus Ade Hadiwidjaja, Managing Director Investment Danantara Investment Management (DIM), menjelaskan bahwa seluruh tahapan tender dilaksanakan secara profesional, transparan, dan kompetitif.
Baca JugaPT PP (Persero) Tbk Perkuat Komitmen ESG Lewat Aksi Lingkungan dan Mobilitas Hijau di Bekasi
“Seleksi dilakukan secara ketat dan berbasis mitigasi risiko. Kami memastikan bahwa aspek tata kelola, lingkungan, dan sosial menjadi pertimbangan utama dalam pemilihan Badan Usaha Pelaksana Proyek,” ujar Stefanus.
Selain itu, proses tender mengharuskan setiap peserta untuk membentuk konsorsium dan bekerja sama dengan mitra lokal. Langkah ini diambil untuk mendorong transfer teknologi yang lebih efektif serta memperkuat kapasitas nasional, yang menjadi fokus utama Danantara Indonesia dalam proyek pengolahan sampah ini.
Program Waste to Energy sebagai Solusi Kelola Sampah Berkelanjutan
Proyek Waste to Energy (WtE) merupakan bagian dari program strategis yang telah dimandatkan melalui Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 109 Tahun 2025. Saat ini, proyek ini memasuki fase yang sangat krusial menjelang pengumuman pemenang tender yang akan dilakukan untuk empat kota percontohan, yakni Bekasi, Denpasar, Yogyakarta, dan Bogor.
Danantara Indonesia, melalui Danantara Investment Management, telah aktif melakukan berbagai sosialisasi dan audiensi dengan berbagai pihak terkait, termasuk Dewan Perwakilan Daerah (DPD RI), untuk memastikan bahwa implementasi proyek ini berjalan dengan lancar dan transparan.
Salah satu pertemuan yang digelar pada Rabu, 18 Februari 2026, di Ruang Kerja Ketua DPD RI bertujuan untuk memperkuat komunikasi publik sekaligus menjaring masukan terhadap proses pelaksanaan proyek.
Ketua DPD RI, Sultan B. Najamudin, menyatakan dukungannya terhadap inisiatif Danantara Indonesia dalam mengembangkan WtE sebagai solusi inovatif untuk mengelola sampah di Indonesia. Menurut Sultan, proyek ini adalah terobosan penting yang layak diapresiasi.
“Investasi Danantara Indonesia di sektor Waste-to-Energy untuk menanggulangi persoalan sampah merupakan langkah strategis yang perlu diapresiasi. Ini membuka peluang kolaborasi teknologi sekaligus memberi kesempatan bagi mitra lokal untuk tumbuh dan berkontribusi,” ujar Sultan.
Keterlibatan Mitra Lokal dan Peluang Ekonomi
Salah satu poin penting yang muncul dalam diskusi adalah keterlibatan mitra lokal dalam setiap konsorsium proyek. Sultan B. Najamudin menegaskan bahwa partisipasi perusahaan lokal tidak hanya mendukung transfer teknologi tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar wilayah proyek.
Menurutnya, kemitraan yang terjalin akan memperkuat kapasitas nasional dan mempercepat pengembangan teknologi yang berkelanjutan.
Stefanus Ade Hadiwidjaja menambahkan bahwa Danantara Indonesia mengharuskan setiap peserta tender untuk bekerja sama dengan mitra lokal. Hal ini sejalan dengan tujuan perusahaan untuk memperkuat kapasitas nasional dan menciptakan peluang ekonomi bagi masyarakat Indonesia, khususnya dalam hal pengelolaan sampah yang berkelanjutan.
Dengan begitu, proyek WtE tidak hanya menjadi solusi untuk mengatasi masalah sampah tetapi juga berperan dalam pemberdayaan ekonomi lokal.
Persiapan Teknologi Ramah Lingkungan untuk Proyek WtE
Meskipun tantangan besar dalam proyek ini adalah kesiapan masyarakat dalam menerima teknologi baru, terutama dalam hal pemilahan sampah, Danantara Indonesia telah memastikan bahwa teknologi yang akan digunakan dalam proyek ini merupakan teknologi WtE generasi terbaru.
Sistem yang diterapkan bukanlah insinerator konvensional, melainkan mechanical-grade incinerator dengan sistem penyaringan berlapis untuk menangkap residu emisi.
Teknologi ini dirancang untuk memenuhi standar kualitas udara yang ketat, termasuk rujukan dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), yang memastikan bahwa emisi yang dilepaskan ke atmosfer tidak membahayakan kesehatan masyarakat sekitar. Program WtE dinilai sebagai fondasi penting bagi penguatan kapasitas teknologi dan sumber daya manusia Indonesia melalui kemitraan antara investor global dan mitra lokal.
Jihan Fahira, Anggota DPD RI dari Jawa Barat, mengingatkan bahwa keberhasilan program WtE tidak hanya ditentukan oleh kemajuan teknologi tetapi juga kesiapan sosial dan kultural masyarakat dalam menyambut teknologi tersebut.
“Apakah sudah ada pendekatan langsung ke masyarakat? Teknologi tinggi sekalipun tidak akan maksimal jika kebiasaan pemilahan sampah di masyarakat belum terbentuk," kata Jihan.
Ia juga menyoroti pentingnya sosialisasi kepada masyarakat mengenai dampak kesehatan yang dapat timbul dari teknologi tersebut.
Dialog Berkelanjutan dengan Pemangku Kepentingan untuk Implementasi Sukses
Menanggapi berbagai masukan konstruktif tersebut, Stefanus menekankan komitmen Danantara Indonesia untuk terus membuka ruang dialog dan kolaborasi dengan semua pemangku kepentingan, baik pemerintah daerah, legislatif, maupun masyarakat.
Dengan pengumuman pemenang tender yang dijadwalkan dalam waktu dekat, Danantara Indonesia bertekad untuk memastikan bahwa seluruh proses pelaksanaan proyek dilakukan dengan transparansi dan melibatkan kontribusi yang signifikan dari seluruh pihak yang terlibat.
Danantara Indonesia berharap proyek WtE dapat menjadi terobosan dalam penyelesaian masalah sampah yang semakin mendesak di Indonesia. Melalui proyek ini, tidak hanya pengelolaan sampah yang lebih baik yang diharapkan, tetapi juga peningkatan kapasitas teknologi dan pemberdayaan ekonomi lokal yang berkelanjutan.
Celo
indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Evaluasi Kinerja 2025 Ditjen PTPP Jadi Landasan Kebijakan Program 2026 Menguat
- Jumat, 20 Februari 2026
Jadwal KRL Jogja–Solo Akhir Pekan 20–22 Februari 2026 dari Berbagai Stasiun Relasi
- Jumat, 20 Februari 2026
Hutama Karya Lakukan Restrukturisasi Besar-besaran Susunan Komisaris dan Direksi Perusahaan
- Jumat, 20 Februari 2026
Sate Kuah Rempah Ponorogo Jadi Hidangan Hangat Pilihan Saat Buka Puasa
- Jumat, 20 Februari 2026
Berita Lainnya
Jadwal KRL Jogja–Solo Akhir Pekan 20–22 Februari 2026 dari Berbagai Stasiun Relasi
- Jumat, 20 Februari 2026
Hutama Karya Lakukan Restrukturisasi Besar-besaran Susunan Komisaris dan Direksi Perusahaan
- Jumat, 20 Februari 2026









