Penumpang Pesawat Kini Utamakan Kenyamanan Ketimbang Harga Murah
- Jumat, 20 Februari 2026
JAKARTA - Dalam beberapa tahun terakhir, harga tiket pesawat yang murah memang menjadi daya tarik bagi banyak calon penumpang yang ingin menghemat pengeluaran.
Namun, semakin banyak masyarakat yang kini lebih mengutamakan kenyamanan dan kualitas layanan penerbangan daripada sekadar memilih tiket dengan harga terjangkau.
Pengamat Penerbangan Alvin Lie menjelaskan bahwa preferensi penumpang kini lebih cenderung pada kenyamanan dan ketepatan waktu daripada hanya terpaku pada harga tiket yang murah.
Baca JugaPT PP (Persero) Tbk Perkuat Komitmen ESG Lewat Aksi Lingkungan dan Mobilitas Hijau di Bekasi
“Pengguna jasa penerbangan kini lebih mengutamakan kenyamanan dan ketepatan waktu, daripada harga tiket turun 15 persen, misalnya,” kata Alvin.
Hal ini menandakan adanya perubahan besar dalam perilaku konsumen di sektor penerbangan, di mana faktor kenyamanan dan layanan lebih dihargai dibandingkan harga yang lebih murah.
Dampak Diskon terhadap Perpindahan Segmen Pasar
Meskipun berbagai maskapai dan pemerintah memberikan diskon menarik untuk harga tiket pesawat, Alvin menekankan bahwa hal ini tidak selalu berdampak besar terhadap peningkatan jumlah penumpang pesawat.
Menurutnya, diskon yang diberikan justru lebih berpengaruh pada pergeseran segmen pasar, di mana penumpang yang biasanya terbang dengan Low Cost Carrier (LCC) kini beralih ke maskapai penerbangan full service yang menawarkan fasilitas lebih lengkap dengan harga yang tidak jauh berbeda.
“Yang terjadi justru karena ada penurunan harga tiket ini, terjadi perpindahan, yang biasanya terbang pakai LCC, dengan adanya diskon ini, mereka tetap mengeluarkan jumlah uang yang sama untuk beli tiket yang penerbangan full service,” jelas Alvin.
Hal ini terlihat pada masa angkutan Natal dan Tahun Baru 2024-2025, di mana kenaikan jumlah penumpang pesawat hanya tercatat sekitar 10 persen dari rata-rata penumpang di luar peak season.
Selain itu, Alvin juga menambahkan bahwa perpindahan moda transportasi, di mana penumpang yang sebelumnya memilih kereta api, bus, atau kapal laut beralih ke pesawat terbang, juga sangat minim kontribusinya.
"Perpindahan moda penumpang yang biasanya mungkin naik kereta, naik bus, naik kapal pindah ke penerbangan itu kontribusinya cuma 3,9 persen. Sehingga sebenarnya ini tidak berdampak besar terhadap demand untuk penerbangan," ujar Alvin.
Diskon Pajak dan Potongan Tarif Jasa Bandara di Musim Lebaran
Diskon tiket pesawat yang diberikan pemerintah selama periode peak season seperti mudik Lebaran dan Natal memang menarik perhatian banyak penumpang.
Pada musim mudik Lebaran 2026, misalnya, pemerintah melalui Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 4 Tahun 2026 memberikan insentif berupa penghapusan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) untuk tiket pesawat ekonomi domestik. PPN yang biasanya dibebankan kepada penumpang kini ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah.
Kebijakan ini diharapkan dapat meningkatkan daya beli masyarakat, terutama bagi mereka yang akan melakukan perjalanan mudik dan balik pada periode Idulfitri 1447 Hijriah.
Selain penghapusan PPN, pemerintah juga memberikan diskon antara 17 hingga 18 persen bagi penumpang pesawat kelas ekonomi yang melakukan perjalanan domestik pada 14-29 Maret 2026. Hal ini diharapkan dapat mendongkrak volume penumpang yang terbang selama periode tersebut.
Selain itu, PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney) juga turut memberikan potongan tarif jasa bandara. Diskon 50 persen untuk tarif Pelayanan Jasa Penumpang Pesawat Udara (PJP2U) berlaku di seluruh bandara yang dikelola oleh InJourney selama periode angkutan Lebaran 2026.
Direktur Utama InJourney Airports, Mohammad Rizal Pahlevi, menjelaskan bahwa diskon ini bertujuan untuk menurunkan harga tiket pesawat secara keseluruhan, karena tarif PJP2U merupakan salah satu komponen dalam harga tiket yang dikenakan kepada penumpang.
Perubahan Pola Konsumsi Penumpang: Kenyamanan Jadi Prioritas Utama
Alvin Lie juga mengungkapkan bahwa perubahan preferensi penumpang pesawat sangat dipengaruhi oleh faktor kenyamanan yang lebih diprioritaskan ketimbang harga tiket. Di pasar penerbangan, segmen pasar sudah terbentuk, baik untuk mereka yang memilih maskapai LCC dengan harga murah atau untuk mereka yang lebih memilih maskapai full service dengan layanan lebih lengkap.
Penumpang LCC yang biasanya memilih harga murah cenderung berpindah ke full service maskapai apabila selisih harga tidak terlalu besar, karena mereka kini lebih mengutamakan pengalaman perjalanan yang nyaman.
“Kalau dari perspektif pemasaran saya sebagai orang marketing, tidak ada loyalitas terhadap brand. Ketika harga turun, mereka pindah (maskapai), karena semua turun, LCC turun, full service turun,” ujar Alvin.
Ini menunjukkan bahwa, meskipun diskon harga ditawarkan, faktor kenyamanan dan kualitas layanan tetap menjadi keputusan utama bagi banyak penumpang dalam memilih maskapai penerbangan.
Mengapa Kenyamanan Menjadi Prioritas Utama di Sektor Penerbangan?
Perubahan preferensi ini juga mencerminkan peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengalaman perjalanan yang lebih nyaman dan menyenangkan.
Dengan semakin padatnya jadwal perjalanan udara, terutama di musim-musim puncak seperti Lebaran dan Natal, banyak penumpang yang merasa lebih menghargai waktu dan kenyamanan mereka.
Fasilitas seperti ruang kaki yang lebih luas, layanan makanan yang lebih baik, serta kemudahan dalam hal bagasi dan proses check-in kini menjadi faktor yang lebih penting daripada sekadar memilih tiket dengan harga murah.
Ke depan, dengan semakin banyaknya penumpang yang beralih ke maskapai full service, kemungkinan besar maskapai LCC juga akan memperbaiki kualitas layanan mereka untuk memenuhi ekspektasi pasar yang semakin mengutamakan kenyamanan. Oleh karena itu, meskipun harga tiket murah tetap menarik bagi sebagian kalangan, kenyamanan kini menjadi faktor utama yang dipertimbangkan oleh lebih banyak calon penumpang pesawat.
Celo
indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Evaluasi Kinerja 2025 Ditjen PTPP Jadi Landasan Kebijakan Program 2026 Menguat
- Jumat, 20 Februari 2026
Jadwal KRL Jogja–Solo Akhir Pekan 20–22 Februari 2026 dari Berbagai Stasiun Relasi
- Jumat, 20 Februari 2026
Hutama Karya Lakukan Restrukturisasi Besar-besaran Susunan Komisaris dan Direksi Perusahaan
- Jumat, 20 Februari 2026
Sate Kuah Rempah Ponorogo Jadi Hidangan Hangat Pilihan Saat Buka Puasa
- Jumat, 20 Februari 2026
Berita Lainnya
Jadwal KRL Jogja–Solo Akhir Pekan 20–22 Februari 2026 dari Berbagai Stasiun Relasi
- Jumat, 20 Februari 2026
Hutama Karya Lakukan Restrukturisasi Besar-besaran Susunan Komisaris dan Direksi Perusahaan
- Jumat, 20 Februari 2026









